Birendra

Birendra
Kebahagiaan Wahyu - Arra


__ADS_3

Rendra bergegas masuk ke dalam rumah, tanpa mengurangi rasa hormat nya pada Mama Wahyu, yaitu Tante Mira, Rendra segera ijin naik ke atas, Tante Mira mengijinkan dan mengikuti kepergian Rendra yang naik ke kamar Wahyu.Dan dengan kode yang di berikan Tante Mira pada pelayan nya, dengan cepat pelayan tersebut membuka kamar Wahyu tanpa sepengetahuan Wahyu dan Rendra.


"Apa ini yang namanya terkurung dalam kamar.....WAHYU!!!" kata Rendra penuh penekanan.


"Ya....nak Rendra, sebaiknya mereka segera di nikahkan...hiks....saya takut adik anda...sudah...hiks...sudah...!!" ucap wanita di belakang Rendra yang tak lain adalah Tante Mira.


Wahyu hanya mendelik tajam ke arah sang Mamanya.


"Tuhan!!! drama apa lagi yang di mainkan Mama!!" jerit Wahyu dalam hati


"Apa yang kau lakukan pada adikku Yuyu!!" kata Rendra penuh penekanan.


"Kak...ini tak seperti yang kakak pikir kan! ini tuh....ehmmm....anu....aku....." entah mengapa mendadak Arra gugup, apalagi Birendra,sang kakak.


Tiba-tiba saja ponsel Rendra berbunyi, dia terlihat menatap Wahyu yang terus mengenggam tangan Arra dengan tak suka. Setelah beberapa saat panggilan telepon tersebut di tutup, Rendra menghela nafasnya kasar.


"Biarra!!! kenapa kau tak sabaran sekali!! dan kau Wahyu!!! Datang nanti malam untuk melamar Arra, lalu sampai telat!! maka tak akan pernah ada pernikahan di antara kalian!" kata Rendra sambil berlalu dari sana.


krik....

__ADS_1


krik....


krik.....


Suasana nampak hening, bahkan dua sejoli itu belum paham dengan apa yang dikatakan oleh Rendra, sampai mereka menyadari keberadaan Rendra yang sudah berjalan menuruni tangga.


"Sayang...benar kah yang aku dengar? aku...aku boleh melamar mu nanti malam!!" teriak Wahyu


"Aaarghhh.....kita mau menikah Arra sayang......!!" Teriak Wahyu lagi, tentu saja hal itu masih terdengar jelas oleh Rendra.


"Arra!! pulang!!" Teriak Rendra Ndari tangga.


Sedangkan Wahyu yang kesenangan,masih menari di dalam kamarnya setelah mengantar Arra sampai ke pintu depan


"Kawin...kawin....kawiiinnnn!...gue kawiiinn!!!' teriakan Wahyu bahkan bisa terdengar sampai ke dapur rumah besar tersebut.


"Mas Wahyu kayaknya sudah setres... teriak-teriak sendiri dari tadi" kata si pelayan 1


"makanya aku gak mau jatuh cinta, bisa setres aku" saut si pelayan 2

__ADS_1


"Aku juga bisa setres,kalau pembantu ku sukanya ngegosip mulu'!!" kata Tante Mira yang tiba-tiba ada di samping mereka.


"Eh nyonya, mas Wahyu beneran mau kawin Nya?" tanya mereka.


"Nikah bukan kawin!! emang sapi di kawinin!!!" saut Tante Mira sambil nyelonong meninggalkan mereka.


Di dalam mobil, Hanya keheningan yang terjadi, Arra di antar oleh Rendra ke perusahaan Dad Ferdi terlebih dahulu.sedangkan Bram yang memang menjadi penjaga Acca selama 6 bulan ini, karena mantan kekasih Acca yang sedikit gila, hanya karena tak mau di putuskan oleh Acca, Robi nekat melakukan banyak hal untuk mendapatkan Acca, bahkan sampai hampir mencelakai nya, karena itu Bram di tugaskan Rendra untuk mengawal Acca, bahkan ke manapun Acca pergi.


"Kak...ehmmmm beneran kalau Arra boleh di lamar?" tanya Arra memecah keheningan di antara mereka


"hmmmm!" jawab singkat Rendra.


"Kakak ini memang kakak terbaik!! terhebat!! pantas saja Arsy begitu cinta mati sama kakak!!" ungkap Arra dengan sedikit menjilat.


"Dasar penjilat!!!" kata Rendra sambil memiting leher sang adik.


"Aaaarrggghhh kak!!" pekik Arra.


Rendra tak berhenti di situ, dia sudah mengelitik pinggang Arra dengan gemasnya, dia benar-benar tak menyangka kalau dia dan kedua adik kembarnya sudah tumbuh besar sekarang, rasanya baru kemarin mereka bermain bersama Dad Ferdi dan Mom Raisya, namun sekarang Arra akan segera menikah, bahkan dia sudah mempunyai seorang anak.Pr buat Rendra tinggal bagaimana nasib Acca.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2