Birendra

Birendra
Menjadi menantu


__ADS_3

"kalau usahamu gagal,mau tidak kamu menjadi menantu Om? Om punya dua putra kamu boleh memilih yang mana saja!" lanjut Om Surya tanpa rasa bersalah.


Bahkan om Surya tak mempedulikan kedua lelaki yang sudah terbatuk-batuk dan bisa di pastikan akan menjadi pilihan Acca, siapa lagi kalau bukan Bram dan Roy.


"Gimana Ca? Om sudah lama pengen punya menantu, punya cucu yang banyak dan bermain-main dengan mereka, Om semakin tua saja Ca!'' kata om Surya di buat sesendu mungkin.


"Acca mau Om jadi menantu Om!" kata Acca dengan sangat antusias.


Kedua lelaki yang akan di jodohkan dengan Acca nampak menatap Acca, Bram dengan tatapan tajamnya sedangkan Roy dengan tatapan tak percaya nya, sesekali Roy melirik ke arah Bram, karena Roy tau bahwa Acca menyukai Bram.


"Benarkah? baiklah kamu boleh memilih di antara kedua anak Om, Bram dan Roy!" kata Om Surya.


"Roy sudah punya pacar Om!" pekik Roy cepat bahkan sampai meninggikan suaranya.


Bram menatap kesal ke arah Roy, pasalnya dia tau betul bahwa Roy belum punya pacar.


"Sejak kapan kamu punya pacar Roy??" tanya Bram dengan sinis.


"Hehehehhe sebenarnya aku baru 5 hari jadian Bos!" kata Roy meyakinkan si Bos nya.

__ADS_1


"Gimana Ca, tinggal Bram ini?" tanya Om Surya


"Ya apa boleh buat Om...gak ada pilihan lagi! iya deh Acca terima aja dia jadi calon suami Acca, kasihan Om! perjaka tua!! takut gak laku kalau bukan Acca yang nerima"


Kata Acca dengan santai nya.


"Heh!! anak kecil!! siapa juga yang mau sama kamu!!"


pekik Bram karena kesal sampai tak memakai kata Nona dalam menghardik Acca.


"Om yang mau menjadikan aku menantu! kenapa kamu yang sewot!" kata Acca yang semakin membuat Bram meradang.


"Jadi Kakak melamar ku??" pekik Acca,dia tau kemana arah Bram berbicara,namun Acca sengaja memotong nya agar terdengar seolah Bram ingin menikahinya.


"Apa???'' teriak Bram


"Om dengar? Kak Bram melamar ku!!" ucap Acca dengan senang, Roy sudah menahan tawanya sedari tadi melihat wajah merah kesal milik Bram.


sedangkan Om Surya dan bik Narsih terlihat ikut berbahagia dengan Acca.Bram hanya terdiam melihat tingkah Nona yang selalu di jaganya ini.

__ADS_1


Sambil memijat pelipisnya Bram berpikir kemana perginya Nona jutek dan keras kepala yang selalu memusuhi nya selama ini, Mengapa gadis itu bermutasi menjadi gadis yang terlihat bucin akut padanya.


Acara sarapan yang penuh drama sudah berlalu beberapa jam lalu, kini Bram duduk santai di ruang tamu bersama sang Ayah.


"Permisi.....'' seorang wanita yang cantik dengan make up tebal berada di ambang pintu.


wanita itu adalah salah satu partner Bram di club malam bila Bram sedang ingin bersenang-senang dan minum-minum. Bram merasa heran bagaimana Niar bisa tau rumahnya.


"ya....??'" tanya Om Surya


"Bram ada? saya temannya!" kata Niar dengan suara yang terdengar di buat-buat sesopan mungkin.


"Ada apa kemari Niar?'" tanya Bram yang duduk di sofa.


"Bram, aku dengar kamu sakit! sudah lama kamu gak nemui aku!" kata Niar yang duduk di samping Bram dan sedikit menempelkan tubuhnya pada Bram, hal itu membuat Ayah Bram berlalu dari sana.


"Saaaayaang.......!"


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2