
Rendra membawa anak dan istrinya pulang ke rumah besar Daddy nya, Wahyu dan Arra memang belum memutuskan untuk keluar dari rumah tersebut, Arra masih nyaman di sana bersama mommy dan Daddy nya, apalagi dia juga sangat terhibur dengan adanya Arvan keponakan satu-satunya.
Setelah mobil Rendra memasuki area rumah nya, Arvan segera meminta membuka pintu dan berlari masuk ke dalam rumah, karena semalam baru saja di adakan resepsi pernikahan Bram dan Acca, Daddy Ferdi, Wahyu dan Arra memutuskan untuk libur kerja hari ini, apalagi Arra memang sudah di minta Wahyu untuk tidak bekerja di perusahaan sang kakek yang di pegang Dad Ferdi dan Eno sepupunya.
Namun Arra meminta Wahyu sedikit waktu untuk membereskan segala pekerjaannya dulu.
"Opaaaa.....Omaaaaaa..." teriak Arvan sambil memasuki rumah besar Opa nya.
"Woow biang rese' pulang!" celetuk Wahyu dengan tersenyum manis.
"Tangkap Avan Om....tangkap Avan!!" teriak Arvan sambil berlari ke arah Wahyu.
"Okey... siap-siap jagoan!!" kata Wahyu sambil bersiap menangkap Arvan.
Hup........ Wahyu mengangkat tubuh mungil itu sambil memutar nya sebentar.
Wahyu nampak mengelitik Arvan sebentar dan mereka tertawa bersama.
"Bram dan Acca tidak ikut pulang?"
__ADS_1
tanya Dad Ferdi ketika melihat Rendra dan Arsy masuk ke dalam rumah.
"Bram bilang akan ke rumah Ayah nya dulu!" kata Rendra
Seorang pelayan mengantarkan camilan dan minuman untuk majikannya di ruang keluarga, Arsy meminta ijin kepada mertuanya serta Wahyu dan Arra untuk beristirahat, karena dia sangat lelah akibat ulah Rendra semalam dan tadi pagi. Wahyu nampak asyik bermain robot-robotan dengan Arvan, Rendra terlihat senang akan kedekatan Wahyu dan juga Arvan,bahkan Wahyu nampak tertawa-tawa lepas dengan Arvan,ada senyum seringai di bibir Rendra ketika membayangkan sebentar lagi Rendra akan membuat Wahyu tersiksa, malam ini Wahyu akan di buat menjaga Arvan bahkan Rendra sudah membayangkan Arvan akan merengek meminta tidur bersama Wahyu.
"Bagaimana Bram Re? Kapan dia resmi membantumu di perusahaan?"
tanya Dad Ferdi
"Sepulang bulan madunya, seminggu lagi....mereka akan berangkat sore ini!"
"waaahh mereka cepat sekali bulan madunya?" tanya Arra
"Kau kan juga! rasanya hanya aku yang tidak pernah bulan madu!" kata Rendra dengan wajah cemberut.
"Karena kamu nikahnya terpaksa! tapi sekarang udah bukan keterpaksaan lagi, tapi ketagihan! hahahhahaha"
kata Arra dan diikuti gelak tawa Wahyu sang suami.
__ADS_1
Rendra nampak biasa saja, dia juga tak terpengaruh dengan ucapan Arra, dia tahu dan mengingat sekali bagaimana pertemuan pertama kali dengan Arsy, anak dari mantan asisten Daddy nya itu yang tiba-tiba meninggal karena sakit dan memaksa Rendra untuk menikahi Arsy karena Ade mantan asisten Daddy nya itu menitipkan Arsy pada Dad Ferdi dan akhirnya memutuskan untuk menikahkan Rendra dengan Arsy, gadis polos berusia 17 tahun itu benar-benar membuat Rendra semakin hari semakin menyukainya bahkan sekarang bisa dibilang Rendra bucin akut pada Arsy, namun tetap saja Rendra adalah darah dari Dad Ferdi yang selalu lebih mementingkan gengsinya saat mengutarakan cinta kepada seseorang wanita.
Hari semakin sore bahkan sudah bergulir menuju ke makan malam,Dan Arsy tadi sore baru saja terbangun,sudah mandi dan turun ke bawah membantu para koki untuk memasak seperti biasa, Arsy memang lebih senang menghandle masakannya sendiri bila dia tidak sibuk, setelah acara makan malam bersama mereka berkumpul kembali di ruang keluarga Karena di situlah biasa mereka menghabiskan waktu untuk bercengkrama bersama setelah kesibukan sehari-hari mereka lalui sendiri-sendiri.
"Om Yuyu....Avan ngantuk"
rengekan Arvan pada Wahyu.
"Ya udah sana bobok sama Papi kamu Van" kata Wahyu.
"Gak mau! Avan mau bobok sama Om Yuyu!"
"Tidur sama Papi aja ya ntar kamu nyariin Papi lagi!" kata Wahyu menolak halus, jujur saja Wahyu pengen mengeksekusi Arra malam ini, karena selam seminggu ini Arra datang bulan, dan malam ini adalah saatnya Wahyu memberikan kenikmatan untuk Arra.
"Papi mau bikin adek bayi buat Avan, Avan bobok sama Om Yuyu aja!''
"Apa???!!!"
"Gue juga pengen bikin adek bayi Van!!" batin Wahyu menangis,sambil mengacak rambutnya sendiri, kemudian memandang ke arah Rendra yang tersenyum dengan sangat menyebalkan.
__ADS_1
bersambung