Birendra

Birendra
Extra part (Kisah Baru) 8


__ADS_3

Kian menatap tajam ke arah Kiara dengan segit, sedangkan yang di tatap dengan muka biasa saja, berdiri dari depan Kian yang tengah duduk di kursi singgasananya. Kian benar-benar tak menduga dengan jawaban Kiara beberapa hari yang lalu,dan entah mengapa dia masih kesal dengan sekretaris sekaligus asisten baru nya ini.


"Siapa nama lengkap mu?" tanya Kian dengan mimik wajah biasa sekali.


"Annisa Nur Kiara Tuan" saut Kiara.


"Berapa umur kamu?" lanjut Kian


"Semuanya ada di dalam biodata saya Tuan, silahkan di baca" jawab Kiara.


"Suka-suka saya dong!! mau baca atau mau tanya! kenapa jadi kamu yang ngurusin?!!" saut Kian.


"Karena mulai sekarang saya yang akan mengurus kepentingan Anda Tuan" ucap Kiara tak mau kalah,.dia bukan tipe gadis yang mudah mengalah pada siapa pun.Namun tatapan mata tajam Kian, sedikit membuat Kiara luluh,dia tak mau berdebat dengan Bos barunya, karena pekerjaan nya adalah taruhan nya saat ini.

__ADS_1


"Nama Annisa Nur Kiara,umur 22 tahun, pernah bekerja sekaligus magang di perusahaan Hardiansyah selama kurang lebih satu tahun, dan saya tinggal sendiri di sebuah apartemen di dekat sini Tuan!" kata Kiara memperkenalkan diri nya, Kian nampak manggut-manggut.


"Bacakan agenda ku" perintah Kian,dia tak mau terlalu berlarut-larut kesal dengan asisten nya.


"Hari ini ada pertemuan dengan tuan Birendra, Tuan Birendra berencana menyewa hotel kita untuk ulang tahun perusahaan, sekaligus di jadikan sebagai tempat perkumpulan pengusaha muda yang baru merintis usaha mereka Tuan"


"Dan di sore hari, Anda harus ke restoran karena ada beberapa berkas yang harus Anda periksa, hari ini Tuan Wahyu tidak berada di tempat" lanjut Kiara.


"Ada lagi?" tanya Kian.


"Baiklah... keluarlah"


"Baik Tuan!"

__ADS_1


Kiara akhirnya berlalu dari ruangan Kian, sampai di luar dan di depan mejanya, dia meletakkan buku catatan nya sedikit kasar, beberapa kali dia mengibaskan tangannya ke depan wajahnya.


"Oohh Tuhan!! Jangan sampai aku kena darah tinggi karena Bos nyebelin itu!!" gumamnya.


"Tuan Wahyu yang ramah begitu, bagaimana bisa punya anak yang super nyebelin banget!!" lanjutnya.


Dan saat makan siang tiba, Kiara menyiapkan beberapa berkas dan menelpon sopir untuk mempersiapkan keberangkatan nya ke perusahaan Birendra, Kian akhirnya memutuskan untuk ke perusahaan saja, apalagi kerjasama mereka akan di ambil alih Arvan, guna menentukan konsep apa yang akan dipakai dalam acara ulang tahun dan pertemuan para pengusaha itu.Birenda sudah biasa melakukan itu setiap tahun nya, mengumpulkan para pengusaha untuk mencari klien ataupun hanya sekedar berbagi pengalaman dalam mendirikan perusahaan.


Kian dengan gagahnya berjalan menuju ke dalam perusahaan Birendra, dia langsung naik ke lantai di mana ruangan Arvan berada, Setelah sampai, baru juga beberapa langkah keluar dari lift, sosok yang paling di hindari Kian ketika berkunjung di perusahaan Birendra, nyata nya sudah berdiri di depan mereka beberapa langkah.


"Aiihhhh mas imut..... selamat datang..." sapa Chrisna dengan mata genitnya.


Kian segera berkesiap, dia yang tadinya berada di depan Kiara, tiba-tiba berbalik badan dan bersembunyi di belakang Kiara.

__ADS_1


"Ini salah satu tugas kamu! menjauhkan saya dari si ulet keket itu!" bisik Kian di belakang Kiara, Kiara nampak mengerutkan keningnya mendengar penuturan Kian. Namun sedetik kemudian, seringai licik nampak terlihat di wajahnya, sayangnya Kian tak dapat melihat semuanya itu.


bersambung


__ADS_2