Birendra

Birendra
Wahyu - Rendra


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, Arra dan Wahyu pun sudah kembali dari acara bulan madu mereka, mereka mendengar berita tentang penyerangan Bram dan Acha, Arra menjadi shock ketikadi beritahu untuk pertama kali, karena selama seminggu dia bulan madu bersama Wahyu,dia tidak pernah sekalipun mendapatkan berita yang tidak enak dari keluarganya,Rendra sengaja meminta keluarganya untuk tidak mengganggu Arra dan Wahyu saat mereka bulan madu, jadi berita tentang tertembaknya Bram karena melindungi Acca baru didapat Arra ketika Arra sudah sampai di rumah.


"lalu bagaimana keadaan Kak Bram?"


tanya Arra kepada Rendra ketika mereka sedang berkumpul di ruang keluarga.


"hari ini Bram dipindahkan ke rumah sakit pusat di kota ini, karena keadaan Bram yang sudah cukup membaik namun di sini pun dia tidak akan dirawat, dia hanya akan mendapatkan perawatan jalan dan aku sudah memberikan cuti kepada Bram sampai dia benar-benar pulih"! kata Rendra.


"lalu Acca? apa dia menemani Bram di sana?"


tanya Arra.


"hemmmm, Acca merasa bersalah, menurut Acca seharusnya dia yang tertembak karena dialah yang menjadi sasarannya, tapi peluru itu malah menyasar ke dada Bram,hal itu yang membuat Acca merasa bersalah Dan dia memutuskan untuk merawat Bram di sana!" kata Rendra

__ADS_1


"tapi hari ini mereka dalam perjalanan pulang kan?" tanya Wahyu yang baru saja duduk di samping sang istri.


"iya rencananya mereka pulang dan langsung ke rumah sakit, setelah dari rumah sakit Bram meminta pulang ke rumah dan dirawat dirumah saja" kata Rendra


"Apa Kakak memberikan suster untuk merawat,atau dia akan dirawat oleh Roy? anak buahnya yang sama sifatnya dengan dia itu" kata Wahyu


"Acca bersikeras untuk ikut menginap di rumah Bram dan untuk itu aku kemarin sudah meminta izin pada ayahnya agar Acca bisa tinggal di sana untuk merawat Bram sampai benar-benar pulih" jawab Rendra


"benarkah? apa Kak Bram tahu? kalau Acca mau tinggal di rumahnya?"


"ini kejutan untuk Bram" kata Rendra dengan seringai licik nya, Wahyu hanya bisa geleng-geleng kepala karena dia tahu sebenarnya apa yang ada di otak Rendra.


"kau memang yang terbaik kakak ipar!" kata Wahyu

__ADS_1


"dia begitu mudah mendapatkan posisinya saat ini, lalu kenapa kau begitu keras padaku? aku menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan Arra, dasar tidak adil!!" protes Wahyu, Namun Rendra menanggapinya dengan sangat santai,dia hanya menaikkan bahunya saja.


"dasar Kakak ipar pilih kasih!!" kata Wahyu dengan ketus.


"aku mengenal Bram sejak dia masih sangat muda, pertemuanku kali pertama dengan dia saat aku masih duduk di bangku SMP,kau bayangkan berapa tahun aku bertemu dan berteman dengan dia,aku tahu bagaimana sifatnya dan aku tahu bagaimana kelakuannya, jadi wajar saja kalau aku lebih percaya padanya daripada padamu yang baru beberapa kali bertemu" jelas Rendra.


"itu bukan alasan yang tepat Re!! bagaimanapun juga aku kan orang yang baik, keluarga aku juga baik bahkan Papa mengatakan kalau keluargaku adalah keluarga ningrat" Kata Wahyu dengan sombongnya


"ya keluarga ningrat tapi juga keluarga gesrek!" saut Rendra


"sama aja kan sama Dad Ferdi!!mereka kan satu spesies!?" kata Wahyu.


begitulah Wahyu dengan Rendra, sejak menjadi menantu dari keluarga Ferdi,Wahyu lebih berani menimpali kata-kata dari Rendra. mereka lebih sering berdebat walaupun hanya berdebat yang kecil saja, kalau sebelumnya Wahyu masih diam saja karena memang mengincar posisi menjadi suami Arra yang harus mendapatkan restu dari Rendra dan juga seluruh keluarganya dan setelah menikah Wahyu tahu kalau dia tidak mungkin dipisahkan dari Arra karena itu dia lebih berani berdebat kecil dengan Rendra.Walaupun kadang kala mereka sering bercanda.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2