
"Akhirnya pak Adi dan Arsy beriringan keluar dari pemakaman tersebut. tiba-tiba Arsy berhenti, entah apa yang di pikiran sekarang, ponselnya mati, baterai nya habis, untuk memesan taksi online rasanya tak mungkin.
"Pak!.... apa ada kos-kosan di sekitar sini?" tanya Arsy.
"Eneng cari kos-kosan?" tanya pak Adi
"Iya pak! ada?" tanya Arsy
__ADS_1
"Ada neng, kebetulan di rumah saya ada satu kamar di samping rumah! kalau mau bisa di tempat i sekarang neng! penyewa yang lama, kemarin lusa pulang kampung,dan agak ada yang nyewa lagi" kata pak Adi panjang lebar. dan Arsy pun menyetujui nya, yang jelas bagi Arsy adalah malam ini ada tempat untuk menginap, di atas jam segitu tak mungkin Arsy pulang karena tidak ada taksi yang lewat, dan lagi kalau untuk memesan taksi online ponselnya pun sedang mati.
di rumah pak Adi Arsy dan pak Adi disambut oleh Bu Siti istri dari pak Adi yang beberapa saat lalu dibangunkan oleh pak Adi karena ada penyewa baru di kamarnya, Arsy yang memang selalu membawa uang tunai ke mana pun segera memberikan DP untuk dia malam ini menginap di kosan milik pak Adi, setelah mengantar dan memberikan kuncinya kepada Arsy, Bu Siti masuk ke dalam rumahnya dan pak Adi kembali mengikuti ronda malam, Arsy pun akhirnya masuk mengunci pintunya dan beristirahat di kamar tersebut.
Disisi lain...
Farel bahkan melihat bagaimana Rendra terlihat sangat frustasi, Farel merasa benar-benar heran Rendra selama ini tak pernah menunjukkan sikapnya yang begitu bucin terhadap Arsy namun hari ini ketika melihat bagaimana perilaku Rendra, bagaimana frustasi dan marah nya Rendra, Farel bisa menyimpulkan betapa cintanya Rendra kepada Arsy, Rendra tak pernah mengungkapkan rasa cintanya hanya karena dia gengsi saja.
__ADS_1
otak jenius Rendra berpikir lebih keras kira-kira ke mana Arsy pergi karena semua tempat yang pernah didatangi Arsy sudah didatangi Rendra dan hasilnya nihil, bahkan semua teman-teman Arsy sudah didatangi oleh seluruh anak buah dari Rendra duduk di belakang kemudi memejamkan matanya sambil berpikir ke mana sang istri pergi.
"Pemakaman!!!" otak jenius Rendra akhirnya menangkap sinyal ke arah pemakaman.
dengan segera Rendra menancapkan gasnya menuju ke pemakaman di mana sang mertuanya dikuburkan, hanya tempat itu saja yang belum dikunjungi oleh Rendra, lagian tadi sang Daddy menceritakan bahwa hari ini adalah peringatan hari kematian sang ayah mertua sekaligus peringatan satu tahun pernikahannya dengan Arsy. dengan harap-harap cemas Rendra melaju kencang menuju ke pemakaman,hari sudah menunjukkan pukul 12 malam lewat. Entah mengapa dia begitu yakin kalau Arsy pasti berada di sana atau di sekitar pemakaman, bahkan Rendra sudah mengutuk dirinya sendiri bila benar Arsy berada di sana, ambisinya yang terlalu besar untuk membesarkan perusahaannya membuat dia melupakan orang yang sangat dicintainya, sungguh! dia tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri jika benar Arsy sedang tertidur di atas pemakaman sang mertua.
"Aku mohon Tuhan! pertemukan aku dengan dia!!" gumam Rendra dengan cemas.
__ADS_1
bersambung.....