Birendra

Birendra
Generasi Baru


__ADS_3

Di rumahnya Arra mondar-mandir tak tenang, dia baru saja mendapatkan kabar bahwa anak semata wayangnya sudah sampai di tempat tujuan, dan langsung saja si kakeknya mengajak Kian ke sawah.


" Kamu tuh kenapa sayang?"


tanya Wahyu yang datang dan memeluk istrinya dari belakang, mencoba menghentikan langkah sang istri yang sedari tadi terlihat tidak tenang.


"Kamu gak percaya sama Papa dan Mama aku?" tanya Wahyu.Arra seketika menoleh ke arah sang suami, dia sungguh tak menyadari bahwa kekhawatiran nya menimbulkan rasa tak enak di hati Wahyu.


"Sayaaang...bukan begitu mas...mas tahu kan kalau Kian itu sedikit aktif, aku hanya tak mau kalau Papa sama Mama kecapean, apa lagi ada Faash dan juga Arvan" kata Arra yang terlihat tak enak hati pada suaminya.


"Kan Bram mengutus Tarjo dan anak buahnya" jawab Wahyu yang sudah mendudukkan Arra di pangkuannya.

__ADS_1


"Oya?" tanya Arra sedikit heran, pasalnya dia benar-benar tak tau kalau Bram mengutus Tarjo dan salah satu anak buahnya ikut ke kampung di mana kian dan sepupu-sepupunya berlibur.


"Bukankah mereka akan langsung kembali setelah mengantar Kian, Faash dan Arvan?" tanya Arra.


"Tidak sayang.... walaupun Bram lempeng dan cuek begitu, mana tega dia membiarkan anaknya pergi tanpa pengawalan" kata Wahyu.


Bram memang sudah tak bekerja di perusahaan Rendra lagi, posisinya di gantikan oleh Roy adik angkat nya yang juga mantan preman, itupun setelah Rendra memaksa Roy untuk kembali kuliah,hanya sesekali saja Bram membantu Rendra bila memang di butuhkan dan mendesak.Selama kurang lebih lima tahun ini, Bram mendirikan perusahaan nya sendiri, perusahaan yang bekerja di bidang keamanan,dia menyediakan jasa bodyguard, baik bagi orang biasa, pengusaha bahkan penjabat negara, perusahaan nya cukup terkenal profesional dan selalu aman dalam pengawalan nya.


"Sudah ya.... jangan khawatir lagi" kata Wahyu membelai wajah cantik sang istrinya.


"Iihh apa sih mas!" saut Arra yang memang kadang masih merasa malu kalau Wahyu menggodanya dan mengajak nya ke arena pertempuran mereka.

__ADS_1


Wahyu membawa sang istri ke dalam gendongan nya, dia berjalan menuju ke ranjangnya dan meletakkan sang istri di sana, dengan gerakan yang tak sabar Wahyu akhirnya berhasil melucuti pakaiannya dan pakaian sang istri.


Suara desaahan dan eraaangan mereka saling bersahutan, Wahyu memang merencanakan kehamilan sang istri, karena itu beberapa saat lalu Wahyu meminta Arra untuk melepaskan alat kontrasepsi nya.


"Pelan.....massshh..." ucap Arra sambil mendeesaah manja.


"Kamu benar-benar membuat aku candu sayaaang...." balas Wahyu.


pergulatan mereka cukup panjang, dan kali ini Wahyu memakai berbagai gaya dalam bercinta mereka, biasa nya dia tak terlalu leluasa ketika Kian di rumah, mereka kadang sedikit khawatir karena dengan tanpa berdosanya Kian sering kali mengedor pintu kamar orang tuanya, di saat Wahyu sedang menikmati pertempuran panas dengan sang istri, maka tak jarang Wahyu menyelesaikan semuanya dengan cepat, Namun sekarang, Kian sedang berlibur, waktu yang berharga untuk membuat kan Kian adik ini, dipakai Wahyu dengan maksimal.


Bahkan beberapa saat setelah pelepasan pertama nya, Wahyu kembali mengajak sang istri mengarungi kenikmatan dunia bersama-sama. Karena kegilaan Wahyu malam ini, sudah bisa di pastikan bahwa adik yang di idam-idamkan oleh Kian akan segera launching!.Wahyu yang tengah berada di surga dunia, berbanding terbalik dengan Tarjo dan Budi di kampung.

__ADS_1


Kira-kira apa yang sedang di perbuat oleh 3 Bocil itu?


bersambung


__ADS_2