
Arvan bersiap ke perusahaan, pagi ini Arsy sang Mami tengah asyik memasak untuk anak tercintanya, Arvan sudah bergelayut manja di lengan sang Mami.Rendra yang baru saja turun dari kamarnya, terlihat tak suka melihat kemesraan anak dan juga istri nya.
"Eh resek!! ingat umur!! bukan saatnya lagi kamu manja- sama Mami kamu!" ucap Rendra tak suka,
Seperti biasa jika mereka bertemu,makan perdebatan kecil antara Arvan dan Rendra pasti terjadi, Mereka sama-sama memperebutkan Arsy.Sedangkan Arsy hanya memutar bola matanya melihat tingkah anak dan suami nya. Thisa datang dengan sedikit berdendang, dia senang sekali pagi ini, Karena pagi ini Dewo akan mulai datang ke rumah nya untuk menjemput Arvan.Thika nampak jengah melihat saudara kembar nya yang bahkan sangat berbeda sifat dengan nya.Thika merasa Thisa terlalu genit jika berada di dekat Dewo, apalagi jika melihat Dewo bercengkrama dengan Faisha, kembaran Faash yang sudah di anggap Dewo sebagai adiknya sendiri.
Dewo yang memang pembawaan nya hangat pada Faisha di bandingkan Faash,membuat gadis itu merasa nyaman dan senang, dan tentu saja Faisha merasa mempunyai dua orang Kakak yang sangat dia sayangi.Namun ketika melihat sepupu nya itu nampak genit dan mencuri perhatian Dewo, jiwa usil nya selalu muncul dan menggoda Thisa,dengan cara bermanja-manja dan bergelayut di lengan Dewo, sedangkan Dewo yang terbilang biasa dengan sikap Faisha hanya membiarkan saja.
"Seneng banget!!" kata Arvan,dia sudah duduk di samping Thisa.
"Kak...pagi ini Dewo menjemput Kakak ya?" tanya Thisa senang.
"Dasar genit!!" saut Thika.
__ADS_1
"Biarin aja kenapa sih,..... Papi gak punya niat gitu buat jodohin aku sama Dewo?" tanya Thisa dengan antusias pada Papi nya, Arvan nampak memutar bola matanya, dia benar-benar tak habis pikir bagaimana bisa adiknya yang satu ini begitu menginginkan Dewo.
"Papi hanya kasihan aja kalau kalian berjodoh" saut sang Papi yang sudah duduk di kursinya.Mereka menunggu Arsy menyiapkan sarapan nya.
"Kenapa? aku akan memperlakukan Dewo dengan baik kok Pi, Papi tenang aja!" kata Thisa dengan sangat menyakinkan.
"Kasihan Dewo!!" ucap Rendra, Thika dan Arvan bersamaan. Bibir Thisa sudah memanyun dengan sempurna, dia sangat kesal karena ketiga orang yang di sayangi nya itu tak menunjukkan dukungannya pada dia
Sedang kan orang yang di bicarakan sedang terbatuk-batuk di meja makannya.Dewo tiba-tiba saja tersedak sarapan pagi nya.
"Iya Yah" ucap Dewo sambil meminum air putih di depannya.
"Kok bisa sih Kak" saut Andi adiknya yang masih duduk di bangku SMP, dia adalah anak kandung Tarjo dan Dewi satu-satunya.
__ADS_1
"Kayaknya ada yang lagi membicarakan tentang kamu Wo" kata Dewi yang datang dengan membawa bekal untuk Andi,sang anak.
"Dewo sudah telat... berangkat dulu" kata Dewo sambil meminum susu coklat hangat buatan Dewi, menu yang tak pernah di tinggal kan oleh Dewo. Akhirnya Dewo pergi menjemput Arvan, wakil CEO baru di perusahaan Rendra, papinya, dan Dewo akan menjadi asisten sekaligus wakilnya Arvan.
Sesampainya di rumah besar Rendra, Dewo segera masuk setelah seorang pelayan membukakan pintu, dan dia bergegas masuk menuju ke ruang makan,dan ternyata semuanya sudah selesai sarapan.
"Eh Dewo.....mau jemput aku ya?" tanya Thisa sambil berpose malu-malu, dan menurut Thika pose Thisa lebih pada malu-maluin daripada malu-malu.
"Selamat pagi Thisa, dan aku ke sini tidak ingin bertemu denganmu" ucap Dewo dengan wajah sangat serius, Thika yang ada di samping nya sudah cekikikan sendiri.
"Pagi Thika" sapa Dewo dengan sejuta senyuman di wajahnya.
"Eh....."
__ADS_1
bersambung