Birendra

Birendra
Extra part (Kisah Baru) 36


__ADS_3

Arvan terus merintih kesakitan, dia benar-benar hampir pingsan karena baru kali ini merasakan sakit perut yang begitu melilit,tanpa pikir panjang lagi Kian dan kawan-kawannya membawa Arvan ke rumah sakit terdekat, dan tak lupa juga Kian menghubungi Aluna untuk memberikan kabar bahwa Arvan masuk rumah sakit tanpa memberikan alasan nya karena terlalu terburu-buru.pagi ini Aluna yang sedang menyelesaikan pekerjaan rumahnya segera menutup rumah dan memanggil ojek untuk ke rumah sakit,karena terlalu panik, Aluna bahkan tak sempat ganti baju, sebuah apron masih melekat di tubuhnya juga, Dalam perjalanan, Aluna menghubungi Arsy, sang mertua.Arsy yang mendengar kabar bahwa Arvan masuk rumah sakit, menangis histeris,karena memang seumur hidup Arvan, dia tak pernah sakit, apalagi sampai di larikan ke rumah sakit seperti ini, tanpa penjelasan lebih panjang lagi Arsy memberitahu Rendra dengan tangisan histeris nya,hal itu membuat Rendra ikutan khawatir dengan nasib anaknya,Tak jauh beda dari Rendra, Thisa dan Thika pun ikut panik mendengar kakaknya masuk rumah sakit tanpa sebab yang pasti, karena kepanikan mereka akhirnya bergegas menuju rumah sakit di mana Arvan dilarikan.


"Pi...... sebenarnya Kakak kenapa?" tanya Thisa yang sudah menangis memikirkan keadaan Kakak nya.


"Papi juga kurang paham sayang, Mami kamu dari tadi menangis terus tanpa bisa ditanyain" saut Rendra juga terlihat cemas sambil memeluk dan menenangkan sang istri yang tengah menangis, sedang Thika bertugas membawa mobil nya.


"Kak Luna.... mana.,. mana ponselnya Pi!! biar aku menghubungi kak Aluna" saut Thisa yang memang karena terlalu panik mendengar jeritan Arsy, membuat semuanya melupakan ponselnya.


"sudah tidak usah di hubungi,di depan itu rumah sakitnya, tidak perlu menghubungi lagi kita sampai" kata Rendra yang meminta Thika untuk mempercepat laju kendaraannya sedangkan dia sibuk menenangkan sang istri yang masih menangis sesenggukan memikirkan Arvan yang diberitakan sakit dan dilarikan ke rumah sakit.

__ADS_1


sedangkan di rumah sakit Aluna sudah berlari masuk ke rumah sakit.Dia baru saja sampai namun belum melihat Kian dan juga teman-temannya, karena terlalu tergesa-gesa Aluna bahkan lupa tak bertanya di depan resepsionis,sebenarnya dia bisa menanyakan keberadaan Arvan di sana,Di tengah kebingungan Aluna, seseorang memanggilnya dari belakang,ternyata di sana dia bertemu dengan Faash,dan Faash segera mengajak Aluna untuk ke ruang UGD karena memang Arvan dilarikan ke UGD untuk mendapatkan pertolongan pertama.


"Mas....hiks...hiks.... mas Arvan!!!" jerit Aluna ketika melihat tubuh Arvan terlentang tanpa bergerak di atas ranjang rumah sakit.Aluna tengah berpikir yang tidak-tidak, dia benar-benar memikirkan bahwa sang suami sekarang telah terbujur kaku tak bernyawa. Entah mengapa dia begitu takut melihat keadaan Arvan.


"Lun......tenang dulu... Arvan...." kata Kian yang coba menjelaskan keadaan Arvan,namun di potong langsung oleh Aluna.


"Tenang??!! Bagaimana aku bisa tenang Kian??!!melihat keadaan suamiku seperti ini!!'' Saut Aluna di sela-sela tangisannya.


"Maas bangun!!!" pinta Aluna sedikit menjerit tanpa mempedulikan ketiga teman Arvan, dan mereka bertiga hanya bisa saling pandang karena di abaikan oleh Aluna.

__ADS_1


"Aku gak mau jadi janda!! bangun maaass... jangan tinggalkan aku!!!" lanjut nya.


"Apa??? kamu jadi janda?? jadi anakku.... anakku sudah....." ucap Arsy yang tiba-tiba berada di pintu UGD mendengar perkataan sang menantu, Arsy tidak bisa melanjutkan perkataannya dan pingsan seketika.Thisa dan Thika ikutan histeris, Sedangkan ke-tiga teman Arvan nampak menepi di sudut ruangan.


"Kayak nya kita yang salah karena ngasih berita setengah - setengah pada Aluna!!" kata Dewo sambil berbisik.


"bukan salah kita juga sih,dari tadi Kian mau memberikan penjelasan kepada Aluna,eh Aluna panik dan histeris sendiri!" saut Faash dengan berbisik pula.


"Iya....drama banget!!! padahal Arvan cuma lagi pengaruh obat aja!! dia tertidur!!"

__ADS_1


ucap Kian dan di akhiri cekikikan mereka bertiga, sungguh sebentar lagi, Mereka bertiga akan segera menyaksikan drama keluarga tersebut.


bersambung


__ADS_2