
Dengan tenang Bram masuk ke dalam butik milik Acca setelah memarkirkan mobilnya, semua orang yang mengenal Bram nampak menunduk memberikan hormat dan Bram seperti biasa berlalu begitu saja dengan kacamata hitamnya menuju ke ruangan Acca.
"Sudah siap bajunya?" tanya Bram tanpa basa-basi.
"Kakak!!! kau membuat ku marah!!!" teriak Acca yang melihat Bram begitu santai.
Tanpa menjawab perkataan Acca, Bram mendekati Acca,menarik pinggang wanita di hadapannya yang tengah terbakar emosi ini.
Dengan gerakan cepat, Bram meletakkan tangan yang lain ke tengkuk belakang Acca dan di detik kemudian, Bram meluuumat bibir ranum sang calon istri, Bram memakai cara ekstrim itu untuk menenangkan wanita nya, Bram bermain sedikit rakus, dan berakhir dengan ciuman panasnya, apalagi Acca membalasnya seakan lupa bahwa amarahnya sudah berada di ubun-ubun.
Bram semakin membuat Acca terlena,ketika dengan nakalnya bibir Bram berpindah ke leher sang kekasih, bahkan tanpa sengaja Acca sudah mengeluarkan suara Des*ahannya. Bram mengakhiri sesi bercumbunya,karena jujur saja sebagai lelaki normal dia akan menginginkan lebih jika adegan ini diteruskan. Bram tampak berhenti di telinga kiri Acca.
"Sudah tidak marah?.....Apa amarahmu sudah mereda?" bisik Bram, hingga Acca kembali tersadar dan terlihat malu-malu, dia bahkan sudah menenggelamkan wajahnya di dada kekar Bram.
"Curang!!!" pekik Acca pelan.
__ADS_1
"Sepertinya kau lebih suka dicurangi!" kata Bram bahkan dengan nada datar
"Desah*anmu hampir membuat aku khilaf!" lanjut Bram.
Bram memang bukan tipe lelaki romantis yang selalu datang membawa bunga mawar merah atau membawa coklat dengan senyum indahnya, Bram bukan orang seperti itu tapi setiap perkataan Bram membuat Acca tersipu malu,entahlah Bram melakukan hal-hal romantis dengan caranya tersendiri. Akhirnya setelah selesai drama marah-marah Acca yang berakhir dengan kecurangan Bram,kini mereka berada di luar ruangan Acca, Accamencoba beberapa pakaian yang akan digunakan dalam resepsi pernikahannya dengan Bram nanti.
"Kak bagaimana dengan model ini apakah bagu"
tanya Acca ketika Acca keluar dari ruang ganti dengan baju putih yang sangat indah namun bagian belakang dari baju itu terbuka sampai ke pinggang nya.Bram memandang dari ujung kaki sampai ujung rambut Acca dan menggerakkan telunjuknya meminta Acca untuk berbalik.
kata Bram dengan nada datar nya, Acca sampai melongo mendengar apa yang dikatakan Bram dan beberapa anak buah Acca sudah menahan tawanya demi mendengar kata sundel bolong yang dilontarkan Bram untuk Acca.
Acca akhirnya masuk ke ruang ganti dan mengganti pakaiannya lagi, ini sudah pakaian yang ketiga kali dan Bram mengatakan bahwa itu tidak cocok untuk Acca.
"Lepas baju itu sekarang! atau aku robek di sini!!"
__ADS_1
Ancam Bram ketika melihat Acca menggunakan pakaian dengan belahan dada yang terbuka sampai membelah ke bawah bagian dadanya.Bram mana rela tubuh Acca di nikmati oleh mata lelaki lain.
"Kakak!!! lalu aku pakai baju apa??" pekik Acca kesal.
"Pakai itu saja, lihat yang di pajang di boneka itu!"
kata Bram saat melihat sebuah gaun putih yang di pajang di sana, baju dengan lengan transparan yang di hiasi banyak payet-payet berkilau.
"Aku lebih suka itu, terlihat lebih sopan dan bagus!" kata Bram
"Itu, desain terbaru aku!
"Dan aku suka!" kata Bram.
Kembali kata-kata Bram yang biasa terdengar romantis di telinga Acca, cinta itu memang buta!.
__ADS_1
bersambung