
Akhirnya di sinilah Faash, Kian dan Dewo serta Raska, pengawal mereka.Nasi dengan potongan daging bebek yang terlihat menggoda bagi Kian, begitu juga dengan Dewo, Dewo sudah jarang sekali makan makanan seperti ini setelah tinggal di rumah Faash, karena memang di sana, pelayan sangat jarang membuat lauk nasi bebek dengan sambal pedas yang menggugah selera.Faash yang tak suka dengan daging bebek,memilih nasi telor beserta tempe goreng kesukaan nya, dan di sini hanya Dewo dan Raska yang makan dengan sambal pedasnya, sedangkan Faash dan Kian tidak bisa makan pedas.
"Aku mau nambah lagi!" kata Kian saat melihat nasi dan daging bebek nya sudah habis.
"Eh mbul.....udah!" cegah Faash
Bahkan Kian tak mempedulikan panggilan Faash, dia nampak tergesa-gesa menuju ke si mbak penjual nasi.Dan naasnya dia menabrak seseorang yang baru saja berdiri duduknya.
"Aduh!" pekiknya,
Kian nampak mengerutkan keningnya karena kaget dia tak sengaja menabrak seseorang tersebut.Jarak yang tak begitu jauh dari Faash,membuat Faash hendak berdiri,namun di urungkan! Dia ingin tau bagaimana Kian menghadapi orang yang di tabrak nya.
"Jalan yang benar dong!! di kata badannya kecil apa! main tabrak sembarangan!! untung gue kuat!! jadi di tabrak truk tronton juga gak oleng!" semprot orang tersebut, dan di lihat dari postur dan wajah nya mereka seumuran.
"Siapa yang kamu bilang truk tronton?? aku??" tanya Kian yang masih terlihat santai, dan memang seperti itu lah pembawaan Kian.
__ADS_1
"Ya iyalah!! gak ngaca apa??" kata gadis kecil itu sambil mengibaskan rambut panjangnya.
Dewo dan Faash sudah cekikikan mendengar Kian di katakan truk tronton, sebuah truk yang sangat besar.
"Eh dekil!!! aku bukan truk tronton ya!!! cakep dan seksy gini!" kata Kian gak terima.
"Apa dekil!???....mata loe gak lihat apa!! ini kulit eksotik!!! banyak di minati sama bule-bule!! mereka bahkan berebut berjemur di pantai untuk mendapatkan kulit se eksotik gue!!" kata gadis itu dengan nada gak suka.
"Dasar truk tronton!!!" lanjutnya, baru saja Kian mau membalas seseorang sudah memanggil gadis itu.
"Annisa.....ayo pulang! aku sudah selesai bayar" Teriak nya memanggil gadis itu. Gadis yang di panggil Annisa itu, melirik tajam ke arah Kian dan sekali lagi mengibaskan rambutnya, bahkan saat ini rambut itu sampai menyapu wajah Kian.
"Hahahaha...." tawa Faash dan Dewo meledak ketika melihat Kian kembali ke meja dengan piring kosong nya, Kian sudah tidak minat lagi menambah menu, dia merasa kesal dengan gadis tersebut.
"Hai truk tronton" sapa Faash, sedangkan Dewo hanya cekikikan, Kian bahkan sudah memanyunkan bibirnya sampai 10 centi.
__ADS_1
"Berisik!!!.... Om Raska pulang!" minta Kian.
"Siap tuan muda" saut Raska yang bahkan sedari tadi menahan tawanya.
"Lho kok pulang? Om Tarjo sama kak Dewi gimana?" tanya Dewo
"emangnya kamu mau nunggu orang lagi kencan?...." kata Faash
"Tapi...."
"Udah deh! Kakak mu aman kok sama Om Tarjo,kita pulang aja!" kata Faash lagi.Dewo nampak masih ragu, pasalnya sang Kakak sedang di tinggal dengan lelaki yang memang tak begitu peduli pada Dewi,sang kakak.
"Udah jangan terlalu khawatir! Om Tarjo gak bakalan macem-macem...... mumpung kita pulang gak jalan kaki sekarang!" kata Faash
"Emang kita naik apa? kan tadi kita jalan?" tanya Kian antusias, sebenarnya dia capek juga jalan.
__ADS_1
"Naik truk tronton!!" kata Dewo dan Faash serentak, dan kali ini Raska sudah tak bisa lagi menahan tawanya.Jangan tanyakan bagaimana wajah Kian saat ini, dia benar-benar kesal dengan mereka bertiga.
bersambung