
Kiara terduduk dengan lesu di kursi kerjanya, dia. benar-benar tak menyangka dengan apa yang baru saja dia alami, berulang kali dia menepuk-nepuk kedua pipinya, rasa jengkel,tidak percaya dan bahkan sedikit kesal bertumpuk menjadi satu di dadanya.Kiara bahkan sampai mengusap wajahnya dengan kasar beberapa kali,dia nampak menggigit bibir bawahnya karena merasa kesal dengan apa yang baru saja dia alami bersama-sama atasannya,Kiara masih sangat jelas mengingat bagaimana atasannya itu menjebaknya dengan pertanyaan yang tidak masuk di akal.
"Apa tuan mau meluluhkan hati seorang gadis melalui dukun pelet?" Kiara malah balik bertanya pada Kian.
"Jangan Tuan! setahu saya pengaruh dukun pelet itu akan luntur dalam 40 hari! jadi lebih baik yang alami saja Tuan" lanjut Kiara.
"Bagaimana cara alami nya?" tanya Kian
"Tuan langsung bilang saja kepada gadis yang Tuan inginkan, maukah kau menikah denganku? maukah kau berkencan denganku? hanya itu saja" saut Kiara mengajari Kian.
"baiklah.... Anissa Nur Kiara..maukah kamu menikah dengan ku?"
"aaarghhh......dasar Bos gila!! bagaimana bisa dia melamar seorang gadis, seperti menawarkan secangkir kopi!! benar-benar gila!" gumam Kiara sambil membetulkan posisi duduk nya dan dia mulai bekerja.
Ya setelah acara melamar dadakan bosnya, yang menurut Kiara sangat tak masuk akal, dia tak langsung menjawab apa yang di nyata kan oleh Kian, namun Kiara menghentakkan kakinya dua kali menandakan dia protes dengan apa yang dikatakan oleh sang Bos,kemudian Kiara pergi meninggalkan ruangan tersebut dan meninggalkan Kian yang melongo karena ditinggal begitu saja oleh Kiara tanpa menjawab pertanyaannya.
ceklek......
__ADS_1
Kian keluar dari ruangan nya, kemudian dia menghampiri sang asisten yang nampak tenang-tenang saja.Kian langsung menarik lengan Kiara dan membawanya ke hadapan Nya, menghimpit badan Kiara yang dia duduk kan di meja kerja Kiara sendiri.
"Eehhh... Bos!!! ada apa ini?" tanya Kiara yang pura-pura tenang seolah-olah tak pernah terjadi apa-apa sebelumnya.
"Kamu belum jawab pertanyaan aku Kiara!! enak aja kamu main kabur aja!" ucap Kian dengan menahan rasa kesalnya.
"Maksud Bos apa?" tanya Kiara sok polos.
"Mau aku cium kamu!! biar otak kamu langsung ingat dengan apa yang kita bicarakan!!?? hemmm" saut Kian dengan terus mendekatkan wajah nya ke wajah Kiara, kian ingin memberikan efek jera pada Kiara,Agar asisten nya itu menurutinya.
"Jangan dekat-dekat!! Tuan gak sopan!" kata Kiara ketus, walaupun hatinya sangat was-was,karena wajah Kian yang semakin dekat ke wajahnya, dia dia bisa merasakan hembusan nafas Kian.
"Tu.... Tuan....mun-mundur..." ucap Kiara dengan gugup, Kian tersenyum senang karena sudah berhasil menjahili Kiara, hingga sebuah suara melengking membuyarkan kedekatan mereka.
"Aaaahhhhh.....imut!!! kamu selingkuh dari aku!!!"
Kian dan Kiara sontak menoleh, Namun karena terlalu cepat mereka menoleh,hingga pertemuan dua bibir yang tadinya hanya untuk menjahilinya, pada akhirnya terjadi juga, bibir Kiara sempurna menyentuh bibir Kian, Menyadari hal itu, Kiara langsung memundurkan kepalanya, karena posisi Kian memang masih begitu dekat dengan tubuh Kiara.
__ADS_1
"Papa!....... Tuan Wahyu!!" ucap mereka serempak, dan jangan lupakan tatapan mata tajam Chrisna yang berada di samping Wahyu.
"Ckck.....dasar anak muda! bilangnya gak mau, giliran jauh dari orang tua...main nyosor aja!!" ucap Wahyu mengejek sang anak.
"Mana ada yang seperti itu pa!!" ucap Kian
"Mana ada yang seperti itu pa!" Gaya Wahyu menirukan suara sang anak.
"Ya ada lah!! trus itu tadi apa??...sini kamu!! dasar anak bandel!" lanjut nya sambil menjewer telinga sang anak dan membawanya masuk ke ruang Kian.
"Aaaahh...pa!! sakit!!" teriak Kian dan Kiara hanya nyengir kuda melihat adegan itu.
"Gue awasi loe ya!! dasar pelakor!!" ucap Crisna dengan gaya gemulainya.
Kiara tiba-tiba saja pusing memikirkan apa yang di alami nya hari ini.
"Ohh astaga!! sepertinya aku butuh healing!!!"
__ADS_1
bersambung