
Celia sedang memukul-mukul kan kepala nya di meja tukang mie tek-tek yang di minta oleh Rendra, bos nya. Bagaimana tidak kesal dia, Rendra kembali menelponnya..
"Celia jangan pakai cabe, aku gak suka"
"Celia,mie nya jangan terlalu lembek, aku gak suka"
"Celia, jangan pakar sayur sawi hijau,aku gak suka"
Dug...dug....dug....
"Aku juga gak suka!!!" pekik Celia pelan
kembali Celia memukul-mukulkan kepalanya ke meja si pemilik warung mie tek-tek di dekat kosannya,dia bener-bener tak abis pikir,kenapa Rendra bisa semenyebalkan itu ketika ngidam, lelaki yang belum genap berumur 20 tahun itu biasa terlihat berwibawa, tegas dan terlihat dewasa,namun sejak acara ngidamnya yang selalu mengandalkan Celia,Celia berpikir bahwa sebaiknya Rendra belum saatnya menjadi seorang ayah,harus nya Rendra belum menikah, itulah yang ada di pikiran Celia saat ini.
"Neng Lia, ini mie-nya sudah selesai Neng" kata si tukang mie
"Kenapa atuh neng? pusing? kepalanya di jedot-jedotin Mulu?" lanjut di tukang mie
"Udah di kasih sianida belum mie-nya?" kata Celia sambil membayangkan Rendra terkapar karena makan mie tek-tek.
"hah??" tukang mie tek-tek nya sampai kaget.
"Lupakan!.....makasih pak"
__ADS_1
Sepeninggal Celia,si istri nya menghampiri bapak tukang mie,.
"Pak....dia mau bunuh pacarnya kali ya?" kata si ibu
"Lho ibu ini kok aneh-aneh! mana ada yang seperti itu Bu" jawab si bapak
"Nah itu, tadi dia nanya \= mie-nya udah di kasih sianida belum?\=" kata di ibu menirukan perkataan Celia.
"Jangan sampai kejadian kopi sianida terulang pak!" lanjut si ibu
" ibu ini ada-ada saja!" si bapak langsung meninggalkan istri nya, sedangkan si ibu masih memperhatikan Celia yang sedang menunggu taksi.
Moodnya Celia sedang sangat tidak bagus, setelah turun dari taksi di depan pagar rumah Rendra, Celia mengatur nafasnya pelan, mencoba tersenyum senatural mungkin, bahkan sampai berkali-kali dia mengulangi cara tersenyum dengan manis.Satpam rumah Rendra sudah menatap heran ke arah Celia. Karena merasa Celia wanita yang aneh,yang berkeliaran di malam hari, akhirnya satpam tersebut mendatangi Celia.
"Hah??!! ehh...." Celia yang belum siap di tanya tiba-tiba gelagapan sendiri.
"Bos Rendra, mau ketemu bos Rendra!" lanjut Celia
"Sudah ada janji? masalah nya gak semua orang bisa masuk ke rumah ini" kata satpam siaga.
"Saya sekertaris beliau" kata Celia
Satpam tersebut seakan tak percaya, bagaimana tidak! mana ada seorang sekretaris datang memakai setelan baju tidur,dengan celana panjang dan baju lengan pendek bahkan Celia tidak memakai pakai alas kaki berubah sepatu atau sandal yang cantik, yang dia pakai adalah sandal berbulu dengan motif domba,bener-bener Celia nampak seperti seorang wanita dengan dandanan yang siap tidur.Sadar bahwa si satpam memandang dia dari ujung rambut hingga ujung kaki,membuat Celia mengikuti pandangan mata satpam tersebut, dan ketika Celia sadar dia memejamkan matanya sambil mengigit bibirnya sendiri.
__ADS_1
"Bodoh!!bodoh!!!bodoh!!!! bagaimana bisa lupa!!" batin Celia menggerutu kebodohan nya.
"Saya sudah ada janji pak!" kata Celia dengan tenang.
"Oh.. baiklah,mari saya antar"
satpam tersebut akhirnya mengantar Celia yang masuk ke dalam rumah, dan benar saja, di ruang tamu Rendra sudah berdiri di depan pintu demi menunggu mie tek-tek yang dipesan pada Celia.
"Mana mie ku?" todong Rendra
"Kak Lia masuk dulu! ... Abang yang sabar dong!" kata Arsy yang gak enak melihat Celia yang datang hanya dengan pakaian tidur nya, pasti Celia cepat-cepat kesini untuk memenuhi ngidam bos-nya tersebut.
"Aduuhh sayang....aku keburu ngiler!" protes Rendra
"Ini Bos! sesuai aplikasi ya!" ucap Celia tersenyum, senyum yang nampak di paksakan,namun Rendra tak peduli. semua yang melihat kekesalan Celia yang tertahan hanya bisa mengulum senyumnya, akhirnya Celia di persilahkan untuk duduk terlebih dahulu, di sana sudah ada Dad Ferdi, Mom Raisya dan Eno serta Arra.
"Manisnya!!....."
celetuk Eno yang ternyata duduk berdekatan dengan Celia
"Eh......"
bersambung....
__ADS_1