Birendra

Birendra
Hukuman Rendra


__ADS_3

"Manisnya!!....."


celetuk Eno yang ternyata duduk berdekatan dengan Celia


"Eh...... ya??" kata Celia spontan.


"hmmmm gak kok!" kilah Eno,


Celia hanya ber-O ria, Eno memang sering bertemu dengan sekertaris Rendra tersebut bila sedang berkunjung ke kantor Rendra, namun sudah hampir satu bulan ini Eno jarang ke sana,karena pekerjaan nya yang harus mulai belajar mengganti kan Dad Ferdi mengelola perusahaan Opa Kenan, Rio kembarannya,harus memimpin perusahaan Dawson group, sedangkan Nawfal anak Naina sudah di persiapkan juga memimpin perusahaan Krisna yang sekarang menjadi perusahaan perhiasan nomor satu di negaranya.


Rendra? jangan tanyakan bagaimana dia! perusahaan yang dia dirikan saat ini adalah hasil dari ambisi nya untuk bisa berdiri dengan kaki nya sendiri tanpa campur tangan sang Daddy atau keluarga besar Hardiansyah, Rendra jelas tak mau mengganti kan sang Daddy. jadi bisa di tarik kesimpulan bahwa ke 4 cucu lelaki Kenan, sudah punya porsinya sendiri-sendiri.


kembali ke Eno yang diam-diam melirik Celia, dengan baju yang di kenakan Celia sekarang,tanpa make up! membuat wajah natural Celia nampak jelas di mata Eno, Eno sering melihat Celia dengan setelan baju kerjanya dan riasan sedikit tebal di wajahnya,namun saat ini entah mengapa , Celia nampak mempesona bahkan tanpa sentuhan bedak dan lipstik. Celia sesekali berbincang dengan Mom Raisya dan Arra, attitude Celia memang tak di ragukan lagi, gadis berusia 24 tahun itu nampak anggun dan sopan di depan semua orang.


"Celia...makasih ya!" kata Rendra yang baru selesai makan mie tek-tek di dekat kost Celia


"Sama-sama Bos, kalau begitu saya boleh pulang?"


kata Celia yang memang jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, Celia benar-benar ingin merebahkan tubuhnya di kasur minimalis milik nya. Besok pagi dia sudah membayangkan bagaimana repot nya menghadapi acara ngidam Rendra, kadangkala dia di temani oleh Arsy, ya Arsy yang sekarang sedikit lebih dekat dengan Celia, wanita yang pernah di curigainya sebagai pelakor.


"Ya... Eno tolong antar nak Celia ya" kata Mom Raisya, Mom Raisya dari tadi memperhatikan Eno yang tak melepaskan pandangannya ke Celia.


"Apa pun aunty! Eno siap mengantar sampai ke pintu KUA sekalipun!" seru Eno.


" Aisshh dasar Playboy cap kadal!!" saut Rendra

__ADS_1


Celia hanya tersenyum canggung, akhirnya dia berusaha untuk menolak secara halus usulan dari Mom Raisya, dia tak mau merepotkan orang lain, lagi pula Celia tidak begitu mengenal Eno, rasanya sangat canggung bila semobil dengan lelaki bule tersebut, apalagi tanpa disadari Eno, Celia mengetahui gerak-gerik mata Eno yang selalu memandang dirinya, tentu saja Celia sedikit takut akan lelaki yang sering dipanggil playboy cap kadal itu oleh Bos Rendra.


"tidak apa Celia, biarkan Eno mengantarmu, bukankah ini sudah malam?" kata Mama Raisya sekali lagi menyakinkan Celia,Celia bener-bener berada di situasi yang tidak menyenangkan, dia ingin sekali segera keluar dari rumah besar Bos Rendra. akhirnya dengan berat hati Celia menerima tawaran dari Mom Raisya dan jangan lupakan bagaimana reaksi Eno, Eno sangat ingin menyanjung Mom Raisya saat ini juga dan ingin sekali memuji Mom Raisya, Eno merasa begitu banyak kupu-kupu yang berterbangan di hatinya saat ini, Entah mengapa dia senang sekali walaupun hanya mengantar Celia pulang ke kosannya.


sepeninggalannya Eno dan juga Celia,Arsy menatap kepergian mereka berdua, ada rasa khawatir di hati Arsy, Arsy merasa kalau Eno ingin mendekati Celia, dan tentu saja Arsy takut jika Eno hanya bermain-main saja, Celia gadis yang baik! dia pernah dikecewakan oleh seorang laki-laki 1 bulan yang lalu, bahkan ternyata Rocky mantan pacarnya itu memanfaatkan Celia, lebih tepatnya memanfaatkan uang Celia,yang ternyata Rocky lebih mencintai sepupu dari Celia.


"apa semuanya akan baik-baik saja bang? apa Kak Eno tidak ada macam-macam dengan kak Celia bang?apa kak Celia aman dengan kak Eno bang?" kata Arsy dengan dana khawatir.


"tenang saja sayang....semuanya akan baik-baik saja!yang perlu kau khawatir kan saat ini hanyalah dirimu!" jawab Rendra sambil mengapit pinggang Arsy dan membawanya masuk ke dalam kamarnya.


"memangnya aku kenapa bang? aku baik-baik saja,bahkan kehamilanku juga baik-baik saja!" kilah Arsy


"harusnya kamu yang khawatir karena malam ini aku tidak mau hanya dengan dua ronde!aku mau lebih!" bisik Rendra, Arsy melotot sempurna mendengar bisikan dari Rendra.


"Oohh Tuhan!!! besok pasti aku bolos kuliah lagi!!! sebel....sebell.....!!" kata Arsy yang meninggalkan Rendra lebih dulu .


''Apa Arsy sayang..!" jawab Rendra sambil berjalan mendekati Arsy dan membuka kancing piyama yang dia pakai satu persatu.


"Arsy boleh memimpin malam ini?" kata Arsy yang semakin pinter dengan hal-hal berbau mesum, tentu saja itu semua berkat guru private nya, yaitu Rendra.


"Boleh banget sayang!" seru Rendra senang dan bersemangat.


"Tapi ada syaratnya!!"


"Apa??" kata Rendra dengan tubuh polosnya dan sudah terlentang di atas ranjang.

__ADS_1


"Malam ini hanya satu ronde!! gak ada jatah nambah!" ucap Arsy tegas.


"Mana ada yang seperti itu!! Emang selama ini aku bisa hanya satu kali celup Ar! gak ya!!! gak ada yang seperti itu!"


jawab Rendra


Arsy menatap dengan tajam ke arah Rendra, kemudian dia membuka lemari dan mengambil sesuatu yang ada di sana, sebuah bed cover yang cukup tebal dan juga selimut dan dia meninggalkan Rendra masuk ke dalam ruang ganti yang ada di kamar tersebut, sebelum masuk ke ruang ganti Arsy mengatakan sesuatu pada Rendra.


"Abang tidur aja sendiri!!! Arsy mau ngungsi!"


kata Arsy masuk ke dalam ruang ganti dan tidak lupa dia menguncinya. Rendra kaget melihat Arsy yang masuk ke ruang ganti,buru-buru Rendra mengambil celana boxer yang ada di sampingnya kemudian mencoba membuka pintu ruang ganti namun nihil, karena Arsymenguncinya dari dalam.


"Buka gak Ar!! kalau tidak Abang marah!"


"Arsy!! jangan membuat aku naik pitam!!"


"Ar.. Arsy!!! dengar gak??"


"Jangan harap abang akan membiarkan kamu kuliah besok ya!!"


berbagai ancaman Rendra lontarkan di depan pintu ruang ganti,namun tak ada satupun dari lontaran katanya dijawab oleh Arsy, Rendra tak tahu saja jika Arsy sudah menggelar bedcover di sana dan tidur dengan nyaman dengan selimut yang dibawanya tadi. Arsy bener-bener ingin menghukum Rendra kali ini, kalau dulu Arsy sering keluar dari kamar mereka dan berakhir di kamar Arra ataupun Acca, namun tidak dengan kali ini, Arsy sudah tahu bagaimana cara menghindari Rendra, Rendra tidak pernah mempunyai kunci cadangan untuk ruang ganti baju mereka,jadi Arsy merasa di situlah yang paling aman menghindar dari suaminya yang masuk itu.


"Sayaaang..... keluar dooong!" rengek Rendra


"Mana bisa tahan aku tidur gak meluk kamu!" lanjutnya.

__ADS_1


Rendra tak tahu saja bahwa usahanya sia-sia saja, Arsy sudah melayang terbang ke mimpinya malam ini,dia bener-bener ingin tidur di ruang ganti baju mereka dan melupakan Rendra yang sudah berpikiran mesum malam ini.


bersambung


__ADS_2