
"Kau punya hutang padaku kak!!! menyebalkan!! begini saja perlu uncle Jhon yang turun tangan!!"
umpat Re berulang kali, dia tak menyangka bahwa dia akan terlibat drama menyebalkan seperti ini, Eno bahkan tau terlebih dahulu, makanya dia bersikeras Ikut. Umpatan rasa kecewa Rendra tak seberapa pada Farel, dia lebih kesal pada Arsy yang tak kunjung mengangkat teleponnya. Setelah sang Daddy serta Bayu dan anak buahnya pergi, kini tinggal Rendra, Eno dan sepasang kekasih yang baru saja jadian itu.
"Apa sakit?" ucap Mila
"He'eh" ucap Farel kembali ke mode malu-malu kucing nya bila di depan Mila.
"Ohh.....kasihan, kita ke rumah sakit aja ya?"" tanya Mila sambil mengelus pipi Farel dengan lembut.
"Hai!! pikirkan gue yang masih jomblo!! enak aja mesra-mesraan di depan gue!!" teriak Eno kesal,
dia yang beberapa waktu lalu di tolak cinta nya oleh Kalis teman kampusnya Arsy,dan bahkan sekarang Kalis sudah pindah ke luar pulau bersama sang ayah, mereka pindah ke kampung halaman nenek dari sang ayah. Dan otomatis si playboy itu tidak ada lagi yang bisa di jadikan sasaran cintanya, rupanya baik Mila maupun Farel tidak ada yang menghiraukan teriakan dari Eno, mereka masih melanjutkan kegiatan bermesra-mesraannya, Eno yang kesal dengan perbuatan mereka, segera keluar dari gedung itu dan menuju ke mobilnya, di belakang nya Rendra yang masih setia melakukan panggilan telepon dengan Arsy yang tak kunjung di angkat oleh sang istri.
__ADS_1
"Pulang gak loe" teriak Eno pada Mila dan Farel
Akhirnya karena tak mau di tinggal oleh Eno dan Rendra, Mila dan Farel segera menyusul mereka masuk ke dalam mobil. Di sepanjang jalan, tak henti-hentinya Mila melancarkan gombalan nya pada Farel yang terlihat malu-malu, benar-benar Mila titisan dari Dad Ferdi yang gesrek.
"Aku panggil nya Abang ya? boleh gak?" kata Mila sambil memainkan lengan kemeja milik Farel.
"Bo-boleh kok" jawab Farel gugup, dia bahkan sudah meremas tangan nya sendiri.
"Ih....jangan di remas-remas dong tangannya! remas punya aku aja" kata Mila dengan selembut mungkin.
"Tangan nya dong! kan aku juga mau di genggam sama Abang!" ucap Mila dengan manis
Huuweeeekkk
__ADS_1
Suara Rendra dan Eno, serasa pengen muntah menyaksikan gombalan demi gombalan yang Mila lempar kan pada Farel. Mila menatap tajam kedua sepupunya yang gak akhlak tersebut, ini adalah kesempatan emas buat Mila untuk mengakrabkan diri dengan Farel. Namun dua sepupunya yang gak peka ini benar-benar merusak momen berharganya dengan Farel.
"Apa sih!! ganggu aja" ucap Mila sinis
"Gak cocok loe! sok manis! sok lembut" ucap Eno
Mila merenggut tak suka akan ucapan Eno, hal itu malah membuat Farel gemas, Farel mencubit hidung Mila dengan gemas dan dengan cepat merengkuh Mila masuk ke dalam dekapan nya. Hari ini dia sangat bahagia, Farel tak pernah menyangka bahwa hari ini akan datang, hari di mana dia berani bisa menyatakan cintanya, cinta yang dia pendam sejak beberapa tahun hingga sampai saat ini baru bisa menyatakan cintanya pada Mila.
"I love Mila" bisik Farel, Mila semakin menenggelamkan wajahnya di dada Farel.
Disaat sepasang kekasih di belakang nya tengah berbahagia, Rendra tengah gundah, sampai akhir nya Wahyu mengangkat telepon dari Rendra.
"Rendraaaaa!! tolong aku!!!!"
__ADS_1
Deg
bersambung