
"Rendraaaaa!! tolong aku!!!!"
Teriakan Wahyu terdengar sangat panik, tanpa pikir panjang Rendra langsung menanyakan di mana keberadaan Wahyu, Eno dan juga Farel yang menangkap sinyal bahaya dari tatapan mata dan teriakan Rendra tiba-tiba saja ikutan panik.
"Re sudah tau di mana lokasi nya?" tanya Farel terlihat cemas
"Sudah, ayo ke sini kak!" perintah nya pada Eno sebagai pengemudi.
"apa yang terjadi Re?apa yang terjadi pada Arsy?'' kali ini Mila ikut angkat bicara, dia juga terlihat cemas dengan keadaan Arsy, karena Rendra tak mengatakan secara detail.
"Aku juga belum tau, kita segera ke sana kak" jawab Rendra dengan muka yang sangat khawatir.
Sedangkan Eno sudah menambah kecepatan mobilnya, yang dia tau saat ini adalah Rendra harus cepat sampai di tempat keberadaan Arsy dan juga sahabat nya itu.
" telepon lagi Re" pinta Farel
"Tidak usah,ini sudah sampai, tikungan depan belok kiri" kata Eno yang melihat lokasi di ponselnya.
__ADS_1
Dan setibanya di sana...
krik....
krik....
krik....
Ada sekitar 4 mangkuk besar bakso yang ada di hadapan Arsy, tiga lagi sudah habis, satu sedang di nikmati nya dan terlihat masih panas. Eno, Rendra, Farel dan Mila hanya diam terpaku di depan Arsy yang bahkan tak menghiraukan keberadaan mereka, Wahyu sudah terlihat frustasi dengan apa yang di lakukan Arsy.
"Kau tau Re!! uangku habis!! aku belum gajian, lagian aku tidak membawa dompet karena kau menelpon dengan buru-buru memerintahkan aku menjemput Arsy tadi"
"Tunggu!! jadi maksudnya kamu bilang tolong, bukan karena Arsy dalam bahaya?" tanya Rendra setelah membaca situasi yang ada di hadapannya.
"Gue yang bahaya Re!! buka. elo, apalagi istri loe!" pekik Wahyu yang mulai kesel, bahkan dengan sesukanya, pemilik bakso meminta Wahyu mencuci mangkuk untuk ganti pembayaran bakso yang di makan Arsy.
"Sayang.... kenapa makanmu banyak sekali?" tanya Rendra yang duduk di hadapan Arsy.
__ADS_1
"Abang! Oku....songot ingin bakso ini....!" jawab Arsy dengan mulut penuh dengan bakso.
"Tapi Ar, apa perut mu tidak sakit?" tanya Rendra lagi dengan khawatir.
Tiba-tiba ekspresi wajah Arsy berubah,dia seperti merasakan sesuatu di perutnya, perutnya tiba-tiba saja melilit, bagaimana tidak 4 mangkok bakso kepala sapi yang akhirnya ditemukan oleh Wahyu setelah berputar-putar mengelilingi pinggiran kota,namun pada akhirnya ketemu dan Arsy memakannya dengan beberapa sendok sambal,Wahyu sampai bergidik ngeri dengan warna kuah bakso yang berubah menjadi merah kekuningan karena terlalu banyaknya sambal.
"Ar...apa yang terjadi?? Ar....apa kau merasa sakit?" tanya Rendra dengan panik, bahkan suaranya sudah mulai meninggi.
"A-abang!....perut aku.... aargghhhh......sakit bang" ucap Arsy sambil memegang perutnya.
"Oh astaga! Arsy...." teriak Rendra yang langsung membawa Arsy keluar dari warung bakso tersebut.
"Eno....buka pintu mobil! kita ke rumah sakit!" teriak Rendra,
Seketika mereka semua berlari, Eno langsung masuk ke kursi kemudi, kemudian Mila membuka pintu untuk Rendra dan Arsy yang berada di pangkuannya, farel langsung masuk ke bangku depan setelah membuka pintu belakang untuk Mila, jadilah Mila di belakang dengan Rendra dan Arsy yang ada di pangkuan nya.
"Lhoo...lho....kok??!!" ucap Wahyu yang masih bingung dengan keadaan yang ada, seketika kesadaran nya kembali, dan Wahyu langsung berlari ke arah keluar warung, namun...
__ADS_1
"Eiit.....kemana mas?"
bersambung....