Birendra

Birendra
Extra part (Kisah Baru) 54


__ADS_3

Faash menunggu kedatangan Camelia,beberapa saat kemudian Camelia datang dan Faash terlihat heran karena Camelia begitu banyak membawa camilan dan juga berbagai macam permen, karena dipandang dengan wajah heran oleh Faash, akhirnya Camelia membuka suara.


"aku rasa anggota panti asuhan tersebut cukup banyak, benarkan? aku hanya membeli berbagai macam permen, ternyata di sana Mereka menjual berbagai macam permen dengan rasa, bentuk dan warna yang berbeda-beda! ini sangat menyenangkan Ash!!'' pekik Camelia senang. Dan tanpa sadar Faash sedang memperhatikan Camelia yang terlihat sangat berbinar.


"Ash..... Faash...... Faash!!!" panggil Camelia karena melihat Faash yang terlihat melamun sambil menatap nya.


"Hemmm masuk!!" saut Faash, dia merasa sangat malu karena kedapatan memandang Camelia, untungnya bibirnya tidak sedang tersenyum memandang wajah Camelia, kalau saja ketahuan Camelia, Faash bisa sangat malu.


Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju ke panti asuhan yang di tunjukkan oleh Bram, di mana lokasi panti asuhan tersebut, Faash memang tidak pernah datang ke panti Asuhan tersebut, karena itu adalah tempat papa dan juga mamanya berkunjung dan sudah menjadi kebiasaan mereka datang ke sana setiap bulan nya,jadi Faash tak pernah mendapatkan kesempatan sama sekali untuk datang ke sana,dan kali ini, Bram memintanya untuk datang ke panti asuhan tersebut menggantikan dirinya.

__ADS_1


Faash memasuki pintu gerbang sebuah panti asuhan, di sana terlihat sekali, sebuah bangunan dengan arsitektur yang unik, berbentuk sebuah rumah kuno, namun terlihat sangat kokoh, dengan halaman luas dan sebuah perkebunan kecil di bagian samping bangunan. Beberapa anak yang terlihat sedang menyambut mereka, melihat kedatangan Faash, semua anak-anak bersorak gembira. Namun mereka terdiam seketika, ketika yang turun dari mobil bukanlah Tuan Bram dan juga istrinya seperti biasanya. Mereka terlihat heran dengan kedatangan Faash dan juga Camelia, Camelia yang begitu senang dengan anak-anak langsung tersenyum lebar melihat pemandangan anak-anak panti asuhan tersebut, tanpa mempedulikan Faash, Camelia berjalan cepat menuju ke anak-anak,mereka semua nampak terdiam, dan akhirnya Camelia membuka suara untuk memecah keheningan diantara mereka.


"Hallo anak-anak....apa kalian menanti Tuan dan Nyonya Bram?" tanya Camelia, dan mereka mengangguk hampir bersamaan.


"Kami adalah utusan tuan Bram, dan ini....Kak Faash, dia adalah anak tuan Bram" lanjut Camelia memperkenalkan diri dan Faash sebagai anak Bram.


"Ingat! Jangan berebut ya"


"Iya Kak" jawab mereka serentak.

__ADS_1


Camelia memperhatikan mereka dengan seksama, ada sekitar 35 anak panti yang di besarkan di sana, panti itu berdiri di atas tanah milik Bram, dia membiarkan sepasang suami istri yang tak punya anak mengelola nya, dan seiring berjalannya waktu, anak-anak semakin bertambah di sana, ada beberapa dari mereka yang telah di adopsi oleh keluarga kaya dan tentu nya,sudah dengan seleksi ketat oleh Bram.


"Nona silahkan di minum" kata seorang wanita dari belakang tubuhnya, seketika Camelia menoleh.


Deg.....


"Tidak mungkin!!!" jerit hatinya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2