
Deg.....
"Tidak mungkin!!!" jerit hati seorang wanita paruh baya itu.Dia nampak begitu terkejut melihat Camelia. Camelia yang belum menyadari keterkejutan wanita tersebut,hanya tersenyum manis sambil mengambil minuman dari tangan wanita tersebut.Sedangkan wanita itu nampak berkaca-kaca melihat wajah Camelia.
"Bu.....ibu.....ibu..." panggil Camelia karena wanita itu tidak juga melepaskan gelas yang dia pegang untuk Camelia.
"Eh..iya....iya...maaf" saut wanita tersebut.
"Bu Lastri....." panggil wanita lain yang sedari tadi menyambut Camelia dan Faash.
__ADS_1
"Ratih....eh kenalkan ini Nona Camelia, dan ini Ratih Nona, kamu temani nona dulu, ibu mau ke dalam dulu" kata Lastri,
Dia segera menghindari tatap mata dengan Camelia.Tanpa menunggu persetujuan dari Ratih dan Camelia, dia segera berjalan cepat masuk ke dalam, tujuan utama nya adalah kamar nya. Dia segera mencari sebuah kotak yang cukup lama dia simpan di dalam kamarnya. setelah berhasil mendapatkan kotak di kamarnya, Lastri membuka kotak tersebut dan melihat isi di dalamnya, sebuah foto pasangan suami istri dengan seorang anak nampak dipandanginya, kotak itu berisi kenangan terakhir dari sang adik yang telah tiada bertahun-tahun lamanya,sang adik meninggalkan sebuah foto dan surat yang dijadikan Lastri sebagai kenangan terakhir dari adik lelakinya, serta sepenggal kisah hidup sepasang suami istri yang tidak bernasib baik tersebut.
"Rama.....Bella...hiks....hiks......hiks......"
Lastri lebih yakin lagi bahwa Camelia berasal dari kalangan keluarga kaya, seperti yang diceritakan oleh sang suami, bahwa Tuan Bram sebentar lagi akan berbesan dengan seseorang dari keluarga kaya raya, Faash datang sebagai pengganti Bram,dan sang suami mengatakan bahwa itu adalah anak Tuan Bram beserta calon menantunya. hal itu membuat Lastri semakin yakin bahwa wanita yang ada di hadapannya saat ini adalah keponakannya sendiri, namun bagaimanapun juga, Lastri tak punya bukti yang cukup kuat untuk mengatakan bahwa dia adalah Liandra nya, harinya yang mengatakan bahwa itu adalah anak dari adik lelakinya.
"Aku harus bagaimana Ram...hiks.....anak itu... aku yakin anak itu anakmu...." Lastri kembali terisak.
__ADS_1
Lastri tak menyangka, Tuhan menuntun Camelia, ke makam kedua orangtuanya yang terletak tepat di belakang panti asuhan, Karena itulah Lastri memutuskan untuk tinggal di daerah yang sedikit terpencil yang sepi dari keramaian kota hanya untuk dekat dengan makam kedua adiknya dan secara kebetulan Lastri memelihara beberapa anak yatim dan Bram yang melihat itu kala itu akhirnya membantunya untuk membangun dan Bram yang melihat itu kala itu akhirnya membantunya untuk membangun panti asuhan tersebut, Bram sekaligus menjadi donatur utama di sana.
"Ada apa?" tanya sang suami ketika mendapati istrinya menangis di kamar.
"Gadis itu, gadis itu anak Rama dan Bella" jawab Lastri.
"Apa??"
bersambung...
__ADS_1