
Celia tak menyangka dia akan terjebak di rumah besar keluarga Dawson.Dan saat ini semua keluarga Dawson hanya diam memperhatikan Celia yang semakin canggung dan gelisah.
"Duduklah! makan malam dulu!nanti aku antar pulang"
sebuah suara membuat Celia menoleh reflek, dia bahkan sudah mengigit bibirnya pelan. Eno!! ya lelaki itu adalah Eno, lelaki yang selama ini dia hindari, namun karena pekerjaannya hingga membuat Celia terjebak dalam situasi seperti ini.
"Aku senang kau datang!" bisik Eno bahkan terlihat seperti mencium telinga Celia saking dekatnya.
Deg......
Jantung Celia seakan ingin melompat dari tempatnya, mau menghindari Eno saat ini tapi dia merasa tak enak dengan seluruh anggota keluarga Eno yang sedang memperhatikan mereka. Celia benar-benar bingung dengan keadaan seperti ini. Bagaimana bisa dia terjebak dengan keluarga Dawson.
Beberapa jam sebelum kejadian!
"Ayolah Re.....bantu gue!! loe tuh ya sepupu gak ada iba-iba nya sama gue!!"
ucap Eno kesal di sambungan teleponnya dengan Rendra, Rendra yang tengah asyik bermain tangan bayi mungil nya hanya berdehem menjawab Eno, namun tak urung Rendra juga menanggapi permintaan sepupu nya tersebut. apalagi Eno menambahkan kisah dramatis dirinya yang di usia yang sama dengan Farel dan Rio, Eno sudah di tinggal menikah keduanya, apalagi Rendra yang notabene nya lebih muda dari Eno sudah punya anak, semakin terlihat menyedihkan hidup Eno.
"Trus gue harus gimana kak? kenapa loe gak datang aja sih ke kantor? kelar kan urusannya!" kata Rendra memberikan solusi.
"Loe tau banget kan gimana dia? dia nolak gue dengan 1000 alasan! heran gue... otaknya encer banget kalau di suruh nyari alasan!" Eno benar-benar geram dengan sikap Celia padanya.Belum juga menyatakan cintanya sudah di tolak mentah-mentah oleh sikap dari Celia.
"Ya..ya gue bantu loe kak! ntar gue pikirin cara aman dan terlalu terlihat kalau gue bantuin elo!" kata Rendra sebelum menutup panggilan telepon nya.
__ADS_1
Sedangkan Eno yang memang tipe 'curhatan' kalau sama Mami Kayla nya, sudah meminta saran dengan bergelayut manja di lengan sang Mami, namun dasar Kayla yang tak pernah merasakan pacaran tidak bisa memberikan nasehat apa-apa pada Eno, Kayla saja dulu menikah karena kesalahpahaman antara dia dan sang suami, walaupun pada akhirnya cinta tumbuh di antara mereka.
Sedang asyik curhat tiba-tiba Eno mengintip ada tamu yang di bukakan pintu oleh adik perempuan nya Delina, segera Eno menyembunyikan diri,dan berlari ke arah sang Mami.
"Dia?' kata Kayla ketika sang anak mengatakan kalau gadis pujaan hatinya sedang berada di rumah nya karena mencari Rio, Eno langsung berpikir bahwa ini adalah rencana Rendra.
"Iya Mi.....ayo cegah dia biar bisa makan malam sama kita!! aku naik dulu Mi, kalau ngelihat aku, dia bisa saja kabur lagi!.
Dan benar, di sinilah Celia sekarang, terjebak dengan rencana keluarga tersebut, tentu saja, Rio pun sudah tau dan bertugas mengulur waktu penandatanganan kontrak kerja sama antara dirinya dan Rendra.
"Semuanya sudah siap Dea? Papa kamu, Mami dengar juga sudah pulang?" tanya Kayla pada Dea.
"Iya Mi, Bunda belum ikut, Bunda nunggu keadaan Oma lebih baik lagi, tapi sebelum acara Bunda dan Oma sudah di sini kok Mi" jawab Dea.
Kayla hanya mangut-mangut saja, dan beralih pandangannya pada Celia yang terlihat sungguh tak nyaman.
"Celia...." panggil Kay
"Ya....." saut Celia saking kagetnya.
"Santai saja sayang,....anggap rumah sendiri ya" kata Kay dengan lembut.
Acara makan malam yang berlangsung setengah jam lebih itu, di rasa Celia bagai 1 tahun lamanya, rasa gelisah, canggung dan entah lah apa namanya, yang pasti yang Celia ingin kan hanya keluar dari rumah tersebut. Setelah makan malam, mereka berkumpul di ruang keluarga, bercerita dan bercanda bersama, nampak jelas di mata Celia bagaimana manjanya Delina, anak bungsu tersebut pada Papinya, dan nampak jelas bagaimana Kayla yang cerewet mendominasi keadaan di sana, Dea sudah nampak akrab dengan keluarga tersebut, Eno hanya sesekali menimpali omongan dan candaan adiknya, dengan tangan yang memegang erat tangan Celia, berulang kali Celia menarik pelan tangan nya yang berada di genggaman Eno, namun semakin di tarik maka genggaman tersebut semakin erat.
__ADS_1
" Ya udah aku naik ya ....ada tugas kuliah!" kata Delina pamit
"Papi juga ingin rebahan" kata Tuan Haris.
"Dea masuk kamar dulu ya mi" pamit Dea yang memang hari ini menginap di kamar tamu di rumah tersebut.
"Ya udah..... Celia Tante istirahat juga ya...kamu di temani Eno gak papa kan, katanya Rio sebentar kok, di pelajari sebentar sebelum di tandatangani kontrak kerja nya" kata Kay.
"I-iya Tante, selamat istirahat Tante!" ucap Celia.
Begitu di tinggal orang-orang yang ada di sana, Eno langsung bangkit dan menarik tangan Celia menuju teras belakang rumah yang berdekatan dengan ruang keluarga.Celia berusaha melepaskan diri dari Eno,namun Celia hanya diam saja tanpa berbicara karena dia tak mau membuat keributan di rumah tersebut.
"Kenapa menghindari aku terus Cel?"
tanya Eno dengan lembut setelah mendudukkan Celia di kursi dan mereka saling berhadapan karena Eno lebih memilih jongkok dengan lutut nya sebagai sanggahan di depan Celia. Jarak wajah mereka yang terlalu dekat membuat jantung Celia benar-benar tak terkendali. Jarang bertemu dengan Eno,namun sekalinya bertemu jantung Celia nampak tak baik-baik saja.Beberapa waktu lalu, bila Eno mendekati dan menggodanya, Celia tak pernah merasakan apa-apa, namun malam ini, semuanya terasa aneh di dalam diri Celia.
"Kenapa menghindari aku terus Cel?" ulang Eno
"Aku serius sama kamu Cel? aku bukan mantan pacar kamu itu!! aku gak akan pernah menyakiti kamu Celia!Bahkan jika malam ini kamu meminta aku bertemu dengan ayah dan ibumu pun! aku siap!! aku benar-benar serius sama kamu Celia"
ucap Eno dengan lembut sambil menggenggam tangan Celia, Celia hanya diam saja, dia tak tau harus bagaimana. Jual mahal? tentu saja tidak!!Dia benar-benar tak ingin berhubungan dengan Eno,Celia tau siapa Eno, salah satu keluarga Hardiansyah yang terkenal kaya raya dan dari keluarga terpandang. Dan Dia? rasanya melihat Eno dan Celia bagaimana biji tanaman dan sebuah bintang. Biji tanaman yang hanya bisa tumbuh di tanah,dan bintang? tetap akan bersinar di langit yang jauh tak akan pernah terjangkau.
bersambung.
__ADS_1