Birendra

Birendra
Generasi Baru


__ADS_3

Akibat kehebohan yang di lakukan empat Bocil itu,membuat Tarjo harus berulang kali meminta maaf pada pak Komar dan akhirnya pak Komar mau memaafkan mereka, namun pak Komar tak mau menerima uang kompensasi dari pohon rambutan yang sudah terlihat acak-acakan, begitulah enaknya hidup di kampung, tak semua hal di selesaikan dengan uang.Begitu juga pak Komar yang pada akhirnya mengikhlaskan pohon rambutan nya, toh masih ada beberapa buah yang berada di bagian ujung dari pohon tersebut.


"Sekali lagi maaf kan mereka pak Komar, saya benar-benar akan menggantinya pak" kata Tarjo berulang kali.


"Ahh sudahlah mas Tarjo, tidak apa-apa, saya sudah ikhlas....sudah tidak usah di bahas lagi" saut pak Komar.


Namun siapa yang menyangka, ketenangan yang baru saja tercipta,harus kembali terusik dengan teriakan dari seorang wanita yang tiba-tiba datang dengan sapu di tangannya.


"Dewoooooooo!!"


"Waduhh!! cilaka 13!!!" pekik Dewo ketika melihat Kakak perempuan nya berjalan cepat menuju ke arah nya.


Ternyata anak salah satu teman Dewo yang melaporkan kejadian tersebut pada Kakak perempuan Dewo, Dewo yang sering kali mendapatkan ceramah dadakan, bersiap-siap melarikan diri.Namun nyatanya, Dewo tidak mau lari sendirian, dia mengajak ketiga temannya untuk lari bersama, dengan alasan yang cukup tak masuk akal bagi si pintar Arvan, namun karena tiba-tiba blank! akhirnya dia ikut lari bersama Dewo.


"Lari........ayo.....lihat apa yang Kakak ku bawa!! dia tak akan membiarkan kita begitu saja!!" teriak Dewo sambil bersiap-siap lari dengan mengandeng tangan Kian.Dengan hebohnya, mereka berempat lari.

__ADS_1


"Dewoooooooo berhenti kamu!!! dasar anak nakaaaalll!!!!"


Teriak Dewi, Kakak perempuan Dewo, dia nampak berhenti di dekat Tarjo dan pak Komar, Dewi mengatur nafasnya yang terlihat tersengal-sengal.Dewi belum menyadari orang-orang yang bersama dengan adiknya tadi.Setelah berhasil menguasai diri, akhirnya Dewi berdiri di depan pak Komar.


"Pak maaf ya, adik saya bertingkah lagi ya?" tanya Dewi, gadis berusia 20 tahun itu nampak meminta maaf kepada pak Komar dengan wajah yang tak enak, dia benar-benar merasa malu karena Dewo berulah lagi.


"Gak papa Wi, udah selesai urusan nya! malah kamu yang bikin mereka kabur, padahal mas Tarjo masih mau ngasih hukuman buat mereka!" kata pak Komar.


"Siapa pak?" tanya Dewi yang belum sadar ada Tarjo dan Budi di sana.


"Mereka itu lho Wi" tunjuk pak Komar pada Tarjo dan Budi, dia sekalian memperkenalkan Tarjo, Budi dengan Dewi.


"Mas'e cakep ya...." kata Dewi sambil menyalami tangan Tarjo, dan bahkan tak berniat melepaskan nya.


"Maaf Mbak...." kata Tarjo berusaha melepaskan tangannya.

__ADS_1


"Mas'e...mau gak jadi suami Dewi?" tanya Dewi dengan malu-malu.


"Apa???!" pekik Tarjo sambil melepaskan paksa tangannya yang berada di tangan Dewi.


Gadis dengan kulit sawo matang dan manis itu,nampak tersipu malu... sedangkan pak Komar dan Budi sudah menahan tawanya agar tak pecah.


"Oohh Tuhan!!! aku pengen pulang Tuan Braaaam!!!...aku bisa gila menghadapi mereka di kampung ini!!" gumam Tarjo sambil memijat pelipisnya.


Sedangkan Bram, nampak terdiam di meja makan, dia sedang makan siang bersama sang istri.


"Kenapa mas?" tanya Acca


"Entah lah..... telinga ku tiba-tiba berdengung!" jawab Bram.


"Hihihihihi.....pasti Tarjo sedang membicarakan mu di sana, aku yakin dia tobat menghadapi mereka bertiga!" kata Acca.

__ADS_1


Padahal kenyataannya, bukan hanya tiga bocil yang akan di hadapi Tarjo, tapi personil baru nya yaitu Dewo,di tambah dengan Dewi, Kakak Dewo yang tiba-tiba melamar Tarjo.


bersambung


__ADS_2