
Camelia dengan perlahan keluar dari mobil sang Kakak, dia sebenarnya masih ingin berbincang dengan kakak nya, sejak menjadi wali kota, Farel sangat sulit di temui, berbagai kegiatan banyak dia hadiri bersama anak buahnya, Bahkan harus ke luar kota untuk urusan tertentu, hingga membuat Farel jarang berkunjung ke rumah orangtuanya. Sedangkan Fadil, dia harus memimpin perusahaan yang menjadi warisan keluarga, apalagi dia lebih memilih untuk tinggal di apartemen pribadi nya daripada tinggal di rumah keluarga besarnya.
"Apa perlu Kakak menjemputmu setelahnya?" tanya Farel pada Camelia yang sudah berada di luar mobil.
"tidak perlu kak,aku rasa pasti Faash akan mengantarkan aku, lagi pula hari ini dia berjanji kalau akan membawaku ke sebuah panti asuhan, aku pasti akan sangat menikmati hari ini kak" jawab Camelia, karena baru beberapa menit lalu Faash mengirimkan pesan kalau meminta Camelia untuk tidak terlambat, dia harus ke sebuah panti asuhan, dan tentu saja Faash akan mengajak Camelia.
"Baiklah... bersenang-senanglah" ucap Farel, dan akhirnya Farel meninggalkan tempat tersebut.
Camelia berjalan dengan anggunnya masuk ke sebuah cafe di mana dia dan Faash sedang membuat janji. Karena sering diajak Faash keluar untuk berjalan-jalan, dan lebih sering ke tempat yang sama sekali tidak di duga Camelia,Maka sekarang Camelia sebisa menyesuaikan diri, masalah pakaiannya pun,dia sudah bisa menyesuaikan diri, dia gunakan pakaian yang senyaman mungkin. senyum Camelia terbit, ketika melihat Faash duduk dengan santai di sebuah kursi sambil menikmati minuman kesukaannya.
"Lewat 10 menit!!" ucap Faash ketika melihat Camelia mendekati nya.
__ADS_1
"maafkan aku,hari ini kakakku datang ke rumah, dan tadi aku diantar oleh dia, jadi kami sedikit berbincang dan memelankan laju kendaraannya, maafkan aku" kata Camelia sambil duduk di depan Faash.
"Hemmmm"
Tanpa memesan kan makanan atau minuman untuk Camelia, Faash beranjak dari kursinya, spontan Camelia mengikuti langkah Faash, dan ternyata Faash mengurungkan niatnya untuk makan siang, dan dia lebih memilih untuk mengajak Camelia ke sebuah panti asuhan yang biasa di kunjungi sang Mama, Karena berhalangan hadir, maka Faash di minta untuk mewakili nya, dan tentu saja tak lupa dia harus membawa Camelia.
"Masuklah" perintah Faash.
"Tidak, kita sudah terlambat, tempat nya di pinggiran kota" kata Faash sambil masuk ke dalam mobil, dan mereka akhirnya berlalu ke sebuah panti asuhan.
Dalam perjalanan, hanya ada keheningan di sana, Camelia tau, bahwa Faash terpaksa mengajak dia, dan dia juga tau bahwa Faash seperti nya kurang nyaman berada di samping Camelia. Camelia melihat sebuah toko yang terlihat dari kaca luar begitu banyak permen lollipop warna warni.
__ADS_1
"Faash bisa berhenti sejenak, aku mau membeli sesuatu " kata Camelia.
"Membeli apa? Sudah aku bilang kan kalau kita akan terlambat perjalanan kita membutuhkan banyak waktu" kata Faash.
"Permen lollipop!! anak-anak pasti suka" saut Camelia,dia sudah memasang wajah melasnya di samping Faash.
Faash hanya bisa menghela nafasnya saja, kemudian Faash mengabulkan permintaan Camelia, dia menepikan mobilnya, belum juga mobil berhenti, Camelia sudah membuka pintu dan berlari keluar,karena toko itu berada di belakang mobil Faash dan sedikit agak jauh.
"Lia...jangan lari!!" teriak Faash ketika melihat Camelia turun dan berlari bahkan sebelum mobil nya benar-benar berhenti, dan Camelia hanya melambaikan tangan tanpa melihat ke belakang.
"Benar-benar mengemaskan!!" ucap Faash tanpa sadar.
__ADS_1
bersambung