Birendra

Birendra
Generasi Baru


__ADS_3

Glekkk


Glekkk


Glekkk


Sudah tiga gelas air mineral yang di minum oleh Arvan, namun rasa lengket singkong keju di mulut nya seakan tak pernah hilang.Sebenarnya bukan lengket,tapi lebih tepatnya, teksturnya yang lembut setelah di kunyah berasa lengket di mulut Arvan.Faash yang berhasil mengerjai sepupunya itu hanya terbahak-bahak senang, sedangkan Dewo hanya bisa nyengir canggung karena merasa membela Faash saat mengerjai Arvan.Jangan tanyakan bagaimana reaksi Kian, dia bahkan tak terpengaruh dengan keadaan sekitarnya, baginya singkong buatan sang nenek adalah yang terlezat, Tapi makanan apa sih yang tak lezat di mata Kian? bahkan jika sandal jepit di bungkus daun singkong aja,pasti di bilang lezat oleh Kian 😁.


"Hahahhahaha dasar anak terlanjur kaya!!! makanan enak gitu di muntahin" ledek Faash, Arvan hanya bisa melotot seram ke arah Faash yang seakan tak takut dengan sorot tajam mata Arvan.


"Aku belum terbiasa aja!" bela Arvan.


"Hehehehe sorry Van" kata Dewo.


"Heleh, bilang aja kamu gak suka makanan kampung! padahal enak banget, dasar anak terlanjur kaya!" saut Faash yang masih mau meledek Arvan.

__ADS_1


"Udah- udah...aku habisin nih kalau terlalu banyak berdebat!!" saut Kian setelah menghabiskan hampir setengah dari singkong keju tersebut.


"Eh busyet!!! cepet benar Kian!!!" kata Dewo ketika melihat singkong keju sudah tinggal sedikit, padahal dia baru saja satu potong.


"Habis enak hehehehe" kata Kian sambil menunjuk kan deretan giginya.


"Mana ada makanan gak enak di mata Kian!" sindir Faash yang sebenarnya juga masih menginginkan nya.Kembali Kian menunjuk kan deretan giginya.Arvan hanya tersenyum tipis melihat kekesalan Dewo dan Faash.


Di sisi lain, Dewi akhirnya terbangun dari pingsannya, dia menatap sedikit takut pada suami barunya itu, dia teringat dengan sentuhan dan ciuman Tarjo, entah mengapa tiba-tiba dia merinding.Tarjo yang melihat reaksi Dewi, rasanya ingin tertawa namun dia menahan nya, Tarjo sempat berpikir, bagaimana bisa dia mencintai seorang gadis polos dan lugu seperti Dewi, tapi begitu lah cinta, tak pernah tau kemana akan berlabuh.


sepertinya Tarjo harus banyak bersabar untuk menghadapi Dewi, Tarjo memutuskan untuk berpacaran dengan Dewi dulu walaupun mereka sudah sah menikah, dan tentu saja mengajari Dewi bersentuhan dan berciuman terlebih dahulu sebelum meng- unboxing Dewi di malam pertama mereka nanti.


"Iya mas......mas ...ehmm....mas....anu..." tanya Dewi ragu-ragu.


"Apa?" tanya balik Tarjo

__ADS_1


"Mas.....gak akan meng-anu Dewi kan?" tanya Dewi dengan ambigu, jelas membuat Tarjo tertawa terbahak.


"Sayang......mas tidak akan meminta malam pertama dulu sama kamu,......kita perkenalan dulu aja...okey?" ucap Tarjo di akhir ketawanya.


"beneran? mas gak akan cium-cium aku kan?" tanya Dewi antusias, Sungguh Dewi sangat polos untuk urusan lelaki dan perempuan.Usianya yang masih muda,dan pergaulan nya di kampung nya memang tak se-vulgar gadis-gadis yang lain, bahkan berdekatan dengan lawan jenis walaupun cuma teman saja, Dewi hampir gak punya dan gak pernah.


"Eits........gak bisa sayang!!! kalau untuk cium-cium jelas mas mau dan harus lah!" jawab Tarjo.


"Mas kan juga perlu incip-incip dulu sebelum ke menu utama!" lanjutnya.


"Emang Dewi buah jeruk!! di kupas, di incip, baru di bayar!!" kata Dewi sedikit manyun.


"Lha....kamu kan belum pernah mas kupas!" kata Tarjo dengan tatapan mesum ke arah kancing baju yang tengah di pakai Dewi, spontan Dewi melihat ke arah mata Tarjo memandang, dan dengan segera dia menutupi dadanya yang masih berbalut baju dengan kedua tangannya.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2