
Sesampainya di area pemakaman, Rendra mengedarkan pandangannya ke seluruh area tersebut, tak ada tanda-tanda akan adanya seseorang di sana, karena pemakaman yang tak terlalu gelap, hingga memudahkan Rendra mencari keberadaan Arsy.
Di sisi lain....
Mom Raisya mondar-mandir tak karuan di dalam kamarnya, dia benar-benar tak bisa tidur dengan hilangnya Arsy dari rumah.
"Dad.....gimana dong!! kemana Arsy pergi?" kata Mom Raisya terlihat cemas.
"Sayang... semuanya akan baik-baik saja!...sini!" saut Dad Ferdi sambil menarik pelan istri nya, Dad Ferdi hanya tak ingin sang istri sakit karena memikirkan Arsy, bahkan jam dinding telah menunjukkan pukul 2 malam, sedangkan Mom Raisya belum juga bisa memejamkan matanya.
Dad Ferdi tanpa sepengetahuan anak dan istri nya telah menyuruh seseorang mengikuti Arsy sejak awal, awalnya memang dia tak tau kalau Arsy dan Rendra jarang bertegur sapa selama beberapa Minggu walaupun mereka satu kamar,dan saat tanpa sengaja Dad Ferdi tau, dia segera menyuruh anak buahnya untuk mengawasi Arsy.
__ADS_1
Dimana Arsy sekarang tentu saja dia tau, bahkan orang suruhannya tadi juga mengabarkan bahwa Arsy tertidur di pemakaman.Dengan memeluk istrinya, Dad Ferdi melamun dan berpikir keras, apa yang di sepakati bersama Ade mantan asisten nya yang juga ayah dari Arsy salah? hingga membuat Arsy tersakiti oleh Rendra, namun Dad Ferdi juga tak bisa menyalakan sepenuhnya pada Rendra. Karena bagaimanapun juga, Rendra juga korban jadi perjanjian nya dengan Ade.
Dad Ferdi mencoba untuk tidur, ada keputusan besar yang menanti nya besok pagi.Keputusan yang akan menentukan bagaimana nasib Rendra dan Arsy selanjutnya.
Nyatanya bukan hanya Dad Ferdi dan Mom Raisya yang susah tidur, Arsy yang terbaring dia atas kasur tipis di kamar kost nya juga susah tidur, menikah dengan lelaki tampan seperti Rendra, seringkali membuat jantung nya berdebar kencang di saat tertentu, di saat Rendra begitu intens memandang wajahnya, atau saat Rendra menyentuh dan memberikan kenikmatan dunia padanya, saat itu Arsy begitu yakin bahwa Rendra mencintai nya, karena Arsy lebih dulu mencintai lelaki bernama Birendra itu.
Keputusan besar yang akan Arsy ambil besok pagi benar-benar membuat nya gelisah, namun itu adalah hal terbaik yang harus dia lakukan. Arsy mencoba mengistirahatkan tubuhnya, dia perlahan terlelap dalam mimpi nya.
Lain Arsy lain juga Rendra, dia sudah mondar-mandir,bahkan mengelilingi pemakaman sebanyak 5 kali, karena lelah dan menjelang subuh, akhirnya Rendra memutuskan untuk tidur di dalam mobil.
Saat hendak menghampiri seseorang yang dia cemas kan sejak semalam, dan melontarkan banyak sekali pertanyaan, Dad Ferdi mencegah dan menyuruh Rendra duduk, disana sudah ada Acca, Arra dan juga Mom Raisya. Seluruh pelayan keluarga di haruskah keluar dari rumah. Arsy sudah menceritakan semuanya pada seluruh keluarganya.
__ADS_1
"Apa keputusan kamu Ar?" tanya Dad Ferdi.
"Keputusan apa maksud Daddy?" potong Rendra saat Arsy hendak menjawab.
"Diam kamu Re??" ucap Dad Ferdi dengan penuh penekanan.
"Apa keputusan kamu Ar?" tanya Dad Ferdi lagi.
Arsy memandang Rendra yang tengah memandang nya tajam, dia bahkan sesekali menggigit bibirnya karena jujur dia takut dengan pandangan mata Rendra. Namun keputusan yang diambil oleh Arsy sudah sangat bulat, dia merasa ini adalah hal terbaik yang harus dilakukan.
"Arsy.......minta cerai bang!!"
__ADS_1
Deg.....
bersambung...