
6 Tahun Kemudian.....
"Faash!!! berhenti kamu!!''
Teriak seorang ibu-ibu yang berlari mengejar Faash dengan sapu lidi nya, dengan menjinjing ke atas daster milik nya, si ibu-ibu berlari mengejar Faash yang baru saja mengambil mangga di pekarangan rumahnya, kalau hanya sekali mungkin saja Meta tak akan mengejar Faash, tapi ini sudah yang ke 3 kalinya, namun 2 kali yang tertangkap adalah Kiandra yang tak bisa lari karena badannya yang gembul.Kiandra memang suka sekali ke rumah Bram, dia lebih suka di titipkan di sana bila Arra pergi ke kantor dan Wahyu pergi ke restoran. Kiandra yang di ajak oleh Faash hanya bisa bersembunyi di di balik tembok rumah seseorang.
"Sini kamu anak nakal!!" teriak Meta lagi.
Faash berlari ke depan rumahnya, sampai di sana Meta di hadang oleh Tarjo dan dua orang anak buahnya.
"Ehemmm.....ada apa ini Bu?" tanya Tarjo dengan datar
"Bu?? oohh Tuhan!! kamu memanggil aku ibu?? ohh matamu sudah rabun? wanita secantik dan nyentrik aku, kamu panggil ibu??" kata Meta bersungut-sungut,
Faash yang ada di belakang tubuh Tarjo hanya bisa cekikikan mendengar kemarahan Meta yang marah di panggil ibu.Tarjo nampak melihat dari ujung kaki sampai ujung rambut Meta, sandal jepit dengan merk swalogoo,dan daster motif bunga-bunga serta rambut yang terlihat sedikit acak-acakan dan sapu di tangannya, wajahnya polos tanya riasan apapun.Tarjo nampak tersenyum sinis melihat tampilan Meta yang tak mau di panggil ibu-ibu.
__ADS_1
"Yang begini! kalau bukan ibu-ibu apa namanya??"
kata Tarjo sambil menaik turun kan jari telunjuk nya ke arah Meta.Meta heran mengapa Tarjo mengatakan itu, si mantan preman yang sekarang menjadi pengawal Faash ini nampak meremehkan dirinya.Meta melihat dirinya sendiri, dan dia memejamkan matanya sebentar,karena memang penampilan nya masih acak-acakan,dia baru saja bangun siang saat mangga depan rumah nya berjatuhan dan terdengar suara seseorang anak kecil dengan ngobrol di sana, karena merasa terganggu Meta akhirnya keluar dari rumahnya dan mengejar Faash, anak tetangga nya yang rumahnya hanya berjarak 3 rumah saja.
Bram pindah ke rumah yang lebih besar, namun dia tinggal di pemukiman yang tergolong biasa saja walaupun rumahnya lebih besar dari rumah sebelum nya, namun di perumahan barunya, nampak sekali semua rumah terdesain tanpa pagar,namun penjagaan ketat di pos satpam masuk perumahan, hingga memudahkan penghuninya bisa saling berinteraksi, bahkan penghuninya bukan semua dari kalangan elite, sebagian dari mereka hanya sekedar kaya saja.
"Ehemmm.....ehem...." Meta berdeham, dia mencoba menguasai rasa malunya.
Sebenarnya Meta adalah janda satu anak yang sangat di idamkan oleh Tarjo secara diam-diam, pemilik salon kecantikan itu menjadi incaran Tarjo selama ini, namun Tarjo masih merasa sangsi apakah Meta mau menerima dia, namun Faash yang tau memakai berbagai cara untuk membuat interaksi mereka semakin sering, seperti saat ini, Faash sengaja mencuri mangga dari pekarangan rumah Meta.
"Eh gembul sini kamu!" panggil Meta ketika melihat Kian sedang mengendap-endap bersembunyi di belakang Tarjo.
"Mama lagi ngidam Tante...kata Papa minta asinan mangga" ucap Kian sambil menampilkan gigi kelinci nya.
"Aku perlu bicara dengan Papa kamu Faash!! ingat itu!!"
__ADS_1
kata Meta sambil bersungut-sungut karena merasa kalah dari ketiga lelaki beda usia itu.
fuhh.....fuuhhh....
Tarjo membuang nafasnya seketika ketika melihat Meta pergi dari sana.
"Om Jo kurang keren!!" kata Faash.
"Iya... harusnya tembak langsung" saut Kian
"Benar juga ya....." kata Tarjo namun sedetik kemudian dia menyadari sesuatu.
"Eh tuan muda Kian!! Faash..apa yang kalian katakan!!" teriak Tarjo ketika melihat Faash dan Kian berlari masuk ke dalam rumah.
bersambung
__ADS_1