
Dengan cepat Rendra menarik pinggang Arsy hingga dengan cepat pula Arsy menempel sepenuhnya di tubuh Rendra.
"Mau Abang per*kosa gak?" bisik Rendra di telinga Arsy
"Eh......!!" Arsy mencoba menjauhkan dirinya dari pelukan sang suami sayangnya Rendra terlalu erat memeluk nya.
"Ar...jangan gerak-gerak dong!! lama-lama jadi geli tau!!" kata Rendra yang berusaha untuk menahan istrinya yang memberontak di dalam pelukannya.
"kakak ih nyeremin banget sih!! masa' Arsy mau diperkosa!!! entar Arsy laporin sama Daddy Ferdi!!" ancam Arsy
"Ya jangan dong!! Abang kan mengajarkan kebaikan buat kamu Ar!" bujuk Rendra.
"Sini...Abang ajari cara baru!"
"Cara apa bang? Aku kedinginan bang pake baju ini!"
__ADS_1
rengek Arsy, bahkan Rendra yang sudah terpancing hasratnya semakin naik mendengar suara Arsy, rengekan Arsy berasa seperti de*sahan di telinga Rendra.
"Cara bikin adek bayi!" bisik Rendra sambil mengangkat tubuh sang istri, dan menjatuhkan pelan di atas ranjang.Arsy sudah berada di bawah kungkungan Rendra, Arsy mulai tau kemauan sang suami, Arsy sudah pernah menonton film yang dia sebut sebagai tutorial membuat anak saat pertama pernikahan mereka.
"Bang..... Arsy kan gak tau caranya bikin adek bayi! kita nonton tutorial nya dulu ya?" bujuk Arsy, biarpun dia gadis yang polos,dia juga mempunyai ketakutan tersendiri untuk melakukan nya pertama kali.Rendra menulikan telinga nya, dengan lembut dia melumaaat bibir mungil yang istri yang terlihat menggoda, Arsy yang tak berpengalaman walaupun sering di sosor sang suami nampak sangat kaku, apalagi hawa dingin yang menusuk tubuh yang hanya berbalut lingerie tersebut membuat Arsy seakan seperti es batu.
"Nanti Abang ajari langsung!" ucap Rendra ketika melepaskan pangutan mereka.Kembali lagi Rendra membenamkan bibir nya pada bibir sang istri,sambil tangannya terus ikut menjelajahi tubuh sang istri.Lingerie yang di pakai Arsy pun sudah robek tak karuan akibat ulah Rendra, Arsy sudah nampak polos padahal Rendra masih setia dengan baju lengkap nya.
"Kamu bikin Abang kepanasan Ar!!" bisik Rendra sambil sesekali menggigit lembut leher sang istri.
"Abang!! berhenti...ak..aku...mauuu aaahhh!!!" ucap Arsy tak terselesaikan ketika pelepasan pertama dia dapatkan, Rendra tersenyum dengan penuh kemenangan.
"Abang lanjut ya?" kata Rendra setelah memposisikan dirinya, bahkan Mr Phoenix yang sudah tengak menjulang siap masuk ke sarang baru nya, Arsy yang merasakan kakinya di buka lebar oleh seseorang seketika memandang ke arah bawa.
"Abang!!!!" pekik Arsy mengagetkan Rendra yang tengah memegang Mr Phoenix dan ingin memasukkan nya ke dalam sarang.
__ADS_1
"Kenapa Ar?" tanya Rendra heran, hasratnya sudah benar-benar di ubun-ubun harus terpotong dengan teriakan sang istri.
"Ar gak jadi bikin adek bayi!!! gak mau...gak mau!!!!" ucap Arsy sambil berusaha lepas dari Rendra gegana melihat Mr Phoenix yang besar panjang berotot itu.
"Sayang.....Abang udah pengen ini!!" rengek Rendra tanpa mempedulikan gengsi yang selama ini dia jaga, dalam otak nya hanya memikirkan bagaimana menyalurkan hasratnya.
"Tapi itu gak muat Abang!!! Ar masih kecil!! punya Ar juga sempit!! gak mau..nanti sakit...gak jadi!!". kata Arsy yang masih berusaha memberontak. Rendra yang sudah bergai*rah tak peduli dengan penolakan sang istri, dia masih berusaha memasukkan milik nya ke sarang nya.Berulang kali Rendra mencoba masuk namun masih gagal
"Abang hiks .....tuh kan....gak muat!!!" rengek Arsy sambil menahan kesakitan.
"Abang akan kecilin dikit ya!" bohong Rendra, dan di anggukin oleh Arsy hingga akhirnya Arsy terlihat sedikit rileks.
Jleeeeb........
"Ya.......bukan perjaka lagi gue!!!" batin Rendra,otak gesrek Rendra mulai mendominasi.
__ADS_1
bersambung....