Birendra

Birendra
Generasi Baru


__ADS_3

Arsy nampak memanyunkan bibirnya sambil membenahi pakaiannya, Arsy saat ini lebih kesal pada anak lelakinya itu, dengan seenaknya saja melaporkan pembicaraan nya dengan Mom Raisya kemarin hari, hingga saat ini, bahkan hari masih sore, tapi dengan seenaknya saja Rendra sudah meminta jatahnya hingga dua ronde, bahkan teriakan dari Thisa salah satu si kembar yang mengedor pintu kamar Arsy tak di hiraukan oleh Rendra.


"Minggir bang!" ucap Arsy dengan kesal, ketika Rendra yang masih polos di dalam selimut malah menciumi pipi Arsy yang duduk di tepi ranjang.


"Siapa suruh kamu bohong sayang" kata Rendra tak mau kalah.


"Ya tapi gak sekarang juga bang!! masih sore!" kata Arsy


"Berarti nanti malam boleh lagi dong?" tanya Rendra berusaha menggoda Arsy


"Gak!!! hari ini pasti Thisa minta di temani tidur, makanya dia mengetuk pintu sedari tadi" kata Arsy


"Kembali ke kamar setelah menidurkan nya nanti,.....kalau tidak kita akan mencoba adrenalin baru..... bercinta di dekat anak yang sedang tertidur!" ucap Rendra dengan santai nya.


"Dasar suami mesum!!"

__ADS_1


Arsy meninggalkan Rendra yang masih tiduran di atas ranjang sambil terbahak melihat kelucuan sang istri, Arsy harus memasak untuk persiapan makan malam nanti, apa lagi Arsy sudah bisa membayangkan bahwa Thisa saat ini sedang marah padanya, dan benar saja ketika turun dari kamarnya Arsy bisa melihat Thisa, Thika , Faash dan juga Arvan sedang berkumpul di ruang keluarga, mereka bertiga nampak senang bermain sesuatu bersama, hanya Thisa yang duduk di sofa sambil memanyunkan bibirnya ketika lihat sang mami turun dari kamarnya.


"Mami ngapain saja sih?? Thisa kan sampai serak manggil Mami di dalam kamar!" ucap gadis berusia 7 tahun itu.


"Maaf sayang....ada apa?" tanya Arsy yang merasa tak enak pada anaknya.


"Thisa mau ikut masak Mami, boleh kan?" tanya Thisa berbinar.


"Baiklah sayang....ayoo kita ke dapur" ajak Arsy pada anaknya.


"Hai gembul......" Sapa Thika, seketika Faash dan Arvan menoleh ke arah Kian.


"Waahh kamu juga di hukum Om Wahyu?" tanya Faash penuh selidik.


"Ya gaklah!! emang kamu" kata Kian sambil duduk di antara mereka.

__ADS_1


Akhirnya mereka bermain bersama, Arvan menyusun permainan Uno stacko miliknya, dan mereka mulai bermain. Faash dan Arvan benar-benar super jahil, dia sengaja mengerjai Kian, kian berulang kali kalah dan wajahnya sudah penuh dengan coretan tepung yang di bawa oleh pelayan atas permintaan Arvan.


"Kalian curang!" pekik Kian


"Mana ada curang mbul! ini memang kamu aja yang gak bisa main"


Kata Faash dan Kian hanya bisa cemberut saja, memang pada kenyataannya dia yang tak pandai memanfaatkan keadaan dalam permainan.


Thika yang tak ikutan main hanya bisa terkekeh saja melihat wajah Kian saat menerima kekalahanannya.Thisa datang dengan membawa kue buatan nya dan sang Mami, namun seketika dia kaget melihat keadaan Kian.


"Ya ampun Kian!!! wajahmu seperti donat gula!!"


pekik Thisa, seketika tawa Thika, Arvan dan Faash ikut tertawa bersama, mereka yang baru menyadari keberadaan Kian yang sudah putih dan benar saja, kesannya seperti donat dengan topping gula putih di seluruh bagian wajahnya.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2