
Rombongan mobil yang membawa Roy,Bram dan juga Acca akhirnya sampai ke rumah sakit, Bram masih dibantu kursi roda untuk keluar dari mobil dan menuju ke ruang rawat di mana dia akan diperiksa oleh dokter, setelah beberapa saat dokter memeriksa keadaan luka dari Bram dan dinyatakan semuanya akan baik-baik saja bila dirawat di rumah,tentu saja dengan pengawasan dari dokter yang akan melakukan check up 2 hari sekali kerumah Bram, Karena Bram bersikeras untuk tidak mau dirawat di rumah sakit dan Bram merasa dia masih kuat dan mampu untuk dirawat di rumah, Bram juga berpikir tak ingin menyusahkan banyak orang lagi terutama ayahnya yang terlihat sangat cemas setiap kali melakukan video call dengan Bram selama satu minggu ini, setelah mendapatkan penanganan dan dokter memberikan resep obat kepada Roy, Roy pun akhirnya menebus beberapa obat di apotek rumah sakit.
Acca dengan santai mendorong kursi roda Bram kembali ke mobil, Bram diam seribu bahasa begitu pula dengan Acca, entah perdebatan apa yang terjadi di mobil saat perjalanan menuju ke rumah sakit hingga membuat Acca dan Bram sama-sama terlihat sangat kesal.setelah seorang Bodyguard membantu Bram untuk masuk ke dalam mobil,Acca pun dengan santainya duduk di sebelah Bram, Bram hanya melirik sekilas ke sampingnya,dia juga berfikir kenapa Acca tidak pulang saja dengan mobil yang lain, kenapa dia harus diikuti terus bahkan sampai harus pulang kerumah diantar oleh Acca.
Bram memang tak tahu rencana Rendra yang menyetujui permintaan Acca untuk tinggal di rumah Bram selama menjadi perawat Bram, jika melihat wajah menyebalkan dan sikap menyebalkan Bram kepada-nya, Acca sungguh sangat menyesal meminta pada Rendra untuk bisa tinggal di rumah Bram dan merawatnya,namun sekali lagi Acca menyatakan pada hatinya bahwa ini adalah bentuk kemanusiaannya kepada Bram karena sudah menyelamatkan hidupnya,Acca berpikir bisa saja dia yang ada di dalam posisi Bram saat ini bila Bram tidak berada di sampingnya kalau itu.
"sebaiknya salah satu dari Bodyguard anda yang akan mengantar Anda pulang nona,nona tidak perlu mengantar saya pulang!"
kata Bram tanpa memandang ke arah Acca.Acca sekarang bahkan terlihat seperti Bram, datar,diam dan cuek,dia tidak menjawab perkataan Bram sama sekali,dia bahkan sudah sibuk dengan ponsel di tangannya, entah apa yang dia lihat di dalam ponsel itu tapi dia bener-bener mengajukan Bram saat ini.
"sekali lagi saya minta Nona untuk turun dan segera pulang, salah satu bodyguard Nona akan saya suruh untuk mengantar Anda sampai ke tempat tujuan"
__ADS_1
Bram membuka suaranya lagi namun Acca tak bergeming, Bram bahkan sampai mengepalkan kedua tangannya karena merasa jengkel diacuhkan oleh gadis yang ada di sampingnya, dia benar-benar tak tahu apa rencana Acca hingga ingin mengantar Bram pulang ke rumah.
akhirnya Roy datang dengan membawa bungkusan obat di tangannya, dia langsung masuk ke samping pengemudi dan meminta sopir untuk segera jalan menuju rumah Bram.
"kita antar dulu Nona pulang ke rumah Roy" kata Bram
Roy hanya diam saja tanpa menyahuti perkataan Bram, dia sedikit bersalah kepada Bosnya itu karena Bosnya tidak tahu bahwa suster yang akan merawat Bram selama dia sakit adalah Nona Acca,Nona yang sangat menyebalkan menurut Roy dan juga Bram, namun itu adalah permintaan Acca sendiri karena merasa bersalah pada Bram dan sialnya lagi Rendra mengijinkannya, Roy tak bisa berbuat apa-apa walaupun Roy tahu Bram tak akan menyukainya, apalagi Acca dan Bram akan tinggal serumah dengan ayahnya Bram.
"Aku tidak akan pulang ke rumah! aku akan pulang bersamamu!!" kata Acca tanpa menatap Bram,dia masih sibuk dengan ponselnya.
"sopir!!berani kamu laksanakan perintah Bram maka aku akan memecatmu sekarang juga!!" kata Acca
__ADS_1
"aku tuanmu di sini!! jadi turuti permintaanku!!" saut Bram
"aku Nona Bianca Hardiansyah!!!Aku adalah Nona dari tuanmu!! jadi pak sopir, aku lebih berhak memerintahmu!" kata Acca tak mau kalah.
"Roy!" panggil Bram dengan penuh penekanan.
"Ehemmm... begini Bos!" kata Roy yang akhirnya kata-katanya di potong Rendra.
"Tuan Bramantyo yang terhormat!mulai saat ini aku akan tinggal di rumahmu dan aku akan menjadi suster yang akan merawatmu sampai sembuh, jadi... mohon bantuannya Tuan Bram"
Kata Acca dengan menatap Bram dan jangan lupakan senyum manisnya itu.
__ADS_1
"Apa???!!"
bersambung...