Birendra

Birendra
Extra part (Kisah Baru) 2


__ADS_3

Ketiga temannya Kian memandang ke arah Kian dengan tatapan mata tak percaya, lebih tepatnya heran, Bagaimana bisa si gembul imut itu menjadi langsing dan ideal. Faash bahkan sampai mengerutkan keningnya beberapa kali.Dan Arvan yang biasa menjahilinya dulu,juga merasa ada yang kurang, kurangnya dia tentu tak akan bisa menjahili sepupunya lagi.


"Sedot lemak loe?" tanya Faash lagi.


"Enak aja!! gue olahraga ya....tentu saja juga menjaga pola makan!" ucap Kian tak suka kalau di bilang sedot lemak.


"Gue yakin loe operasi!!" celetuk Dewo.


"Operasi Mbah mu!!" saut Kian, Kian memandang satu persatu teman-temannya yang sedari tadi tak lepas memandang ke arah wajah dan tubuhnya.


"Biasa aja kali lihat nya!....gue tau loe-loe pada kalah ganteng dan imut dari gue!" kata Kian dengan santainya sambil mendarat kan bo*kongnya di kursi yang ada di depannya.


''Aarghhhh.... hentikan!! ini penganiayaan!!'' jerit Kian sedetik kemudian setelah dia duduk, pasalnya ke tiga sahabat nya itu mengelitik, mencubit bahkan mengacak-acak rambut yang sudah dia tata sedemikian rupa. Faash, Dewo dan Arvan gemes sendiri melihat tingkah narsis Kian.Lelaki gembul yang biasanya di jadikan sebagai tempat pembuangan terakhir makanan-makanan mereka, kini telah menjelma menjadi lelaki tampan dan bertubuh ideal.


"Waaahhh tampan banget sih Kian..'' puji Thisa yang baru saja masuk membawa satu nampan minuman di temani satu pelayan yang membawa makanan.

__ADS_1


"Ah suka benar deh Thisa" saut Kian dengan tingkat kepedean di atas rata-rata.


"Emang aku gak tampan?" tanya Faash yang tak pernah di puji oleh sepupunya itu.


"Kamu tampannya bikin bosen!" saut Thisa, dan sukses membuat Faash cemberut.


Gelak tawa mewarnai perkumpulan mereka, Thisa sudah duduk manis di depan Dewo, dia melihat Dewo dengan sangat intens, Thisa memang lebih bersifat seperti sang Oma yaitu Mom Raisya, terlalu pintar mengekpresikan diri dan selalu terbuka dalam segala hal.


"Manis nya" kata Thisa sambil memangku dagu nya dengan kedua tangan nya dan memandangi Dewo yang masih belum berhenti tersenyum setelah tertawa lepas.


Pletaaak......


"Awooow.... Kakak!! sakit!!" pekik Thisa ketika mendapatkan sentilan di keningnya oleh Arvan.


"Jangan genit!!" ucap Arvan ketika melihat bagaimana sikap Thisa ada Dewo, sedangkan Dewo dan Faash yang sudah terbiasa hanya diam saja, bahkan Faash tertawa ketika melihat penderitaan Thisa.

__ADS_1


"Mana ada genit!! aku lagi usaha ini Kak!!" ucap Thisa sambil mengelus keningnya.


"Kamu suka sama Dewo?" pertanyaan Kian yang nampak blak-blakan membuat mata Dewo membelalak sempurna, pertanyaan yang selama ini tak berani di tanyakan oleh Faash pada sepupunya karena ingin tau perasaan sepupunya itu pada Dewo, nyatanya Dewo selalu melarang Faash buka mulut, dan dengan tak ada akhlak nya, Kian menanyakan pertanyaan itu.


"Iya.... Dewo mau gak kamu jadi pacar aku?" tanya Thisa dengan antusias.


Pletaaak....


Sentilan, toyolan serta pukulan serta merta mendarat di tubuh dan kepala Thisa.


"Genit!!!!" seru Arvan, Faash dan juga Kian.


Dewo yang baru saja di tembak oleh Thisa hanya tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya, Tapi begitu lah Thisa bila bertemu dengan Dewo, menurut Thisa, Lelaki yang menjadi sahabat serta asisten Kakak nya itu mempunyai sejuta pesona yang tak pernah luntur di matanya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2