
Veri masih mempertahankan keyakinan nya, dia yakin kalau Rendra sebenarnya belum tau bahwa dia menyuruh para begal tersebut untuk mencelakai Bram dan juga Acca.Rendra yang geram akan sikap Veri yang tak mau mengakui perbuatannya akhirnya bertindak lebih kasar lagi.
"Roy.... Sepertinya gadis itu lebih mudah mengakui perbuatannya!" kata Rendra.
"Kau boleh memaksa nya dengan cara apapun Roy!! apapun itu!!" lanjut Rendra dengan seringai di wajahnya.
"Tidak!!! tidak!!! jangan......jangan sakiti aku!!" teriak Monica dengan wajah ketakutan nya.
"Ciihhh kamu pikir aku mau menyentuh wanita murahan seperti mu!! jangan berlagak suci Nona tak tau diri!!"
kata Roy ketika melihat Monica mengeratkan pelukannya pada Veri dan menarik selimut nya, dia seakan takut kalau Roy bakal menggagahi nya di atas ranjang.Roy memberikan isyarat kepada anak buahnya untuk menyingkirkan Veri dari samping Monica, dan dua orang bodyguard suruhan Roy dengan sigap menarik Veri dari samping Monica, Rendra hanya diam saja memperhatikan kegilaan Roy,Jika di mana-mana Bos nya lah yang paling galak dan garang namun tidak berlalu untuk Rendra,Roy dan Bram hampir sama, dengan musuh-musuhnya mereka sangat jarang berbaik hati, lebih sadis dan lebih garang di bandingkan Rendra Bos nya sendiri. Roy memerintahkan anak buahnya yang lain untuk mengerjai Monica.
"Bos!! boleh nih kita incip-incip!! gila mulus banget!!!" kata salah satu anak buahnya.
"Loe mau sama dia? ciihh cewek murahan gitu?" sindir Roy
__ADS_1
"Murahan gak papa Bos!! yang penting bisa bikin merem melek!!" Kata si Bodyguard A
"Kalau boleh main berdua, aku mau Bos!! pisangku masuk di mulut seksi nya aja cukup!" kata si Bodyguard B.
Rendra hanya geleng-geleng kepala, tak terpikirkan oleh nya ternyata dia mempunyai banyak anak buah dengan otak mesum semua!. Sedangkan Monica yang tau maksud dari pembicaraan mereka semakin terlihat ketakutan, tangannya sudah meremas kuat-kuat selimut yang di pakainya.Dan Veri sudah berteriak-teriak tak terima dengan percakapan mereka.
"Bangsaaat!!!! lepaskan gue!!!" teriak Veri sambil berusaha lepas dari cengkeraman kedua bodyguard Rendra.
"Loe salah mencari lawan Ver!! seharusnya dari awal loe tau maksud gue membiarkan loe lepas setelah loe berani menyakiti Acca!! Tapi otak loe ternyata lebih licik dari dugaan gue!!" kata Rendra.
"Roy!" panggil Rendra sambil memejamkan matanya.
Roy langsung menoleh pada anak buahnya, dengan cepat keduanya naik ke atas ranjang dan mulai membuka selimut Monica.
"jangan!!! jangan !! hentikan......aku...aku akan mengatakan nya!!" teriak Monica histeris.
__ADS_1
Veri akhirnya membiarkan Monica mengakuinya, dia juga merasa tak tega dengan kekasihnya tersebut, dia juga tak rela jika Monica di jamah kedua bodyguard suruhannya Rendra.Roy mengambil ponselnya dan merekam pernyataan dari Monica.
"Aku...aku yang menyuruh para begal-begal itu untuk membunuh Acca, aku tak ingin Veri terus-menerus memikirkan wanita itu!! aku juga ingin membalaskan sakit hati Veri pada Acca!! tolong ....hiks ...ampuni aku!!" kata Monica dengan takutnya.
"Panggil polisi Roy, dan bereskan semuanya!!"
kata Rendra sambil berlalu dari sana, Roy menatap Veri dengan seringai yang sangat mengerikan, Roy tau betul apa maksud dari Rendra, jika Rendra pergi begitu saja,maka itu artinya Roy boleh melakukan apapun sesuka hati nya.
"Lepaskan dia!!" kata Roy pada anak buahnya, dia bersiap untuk membuat Veri babak belur sebelum polisi datang.
Dan benar saja, satu tendangan melayang ke perut Veri, merasa tak terima dengan perlakuan Roy, akhirnya pertarungan sengit terjadi antara mereka, perabotan di kamar motel itu sudah hampir tak berbentuk, Veri bukanlah tandingan Roy, hanya dengan beberapa kali jurus, Veri sudah terkapar di sudut kamar, di yakini anak buah Roy kalau Veri mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuhnya.
"Bos..yang cewek gak di icipi?" tanya salah satu anak buahnya tanpa dosa.
''Ciih...rasanya pasti sudah hambar!!" ejek Roy sebelum keluar dari kamar tersebut.
__ADS_1
bersambung