
"Milaaaa!!" teriak Farel sambil berlari ke luar cafe, dia bahkan sudah berlari mengejar mobil yang membawa Mila pergi.
"Aargghhhh!!!! Shi*t!!!!!" umpat Farel dengan nafas tersengal-sengal.
mobil yang membawa Mila menjauh dari hadapannya,entah karena panik dan juga cemas dengan keadaan Mila,Farel bahkan tak melihat plat nomor dari mobil yang membawa Kamila, pikirannya bener-bener kosong saat itu, dia melihat sendiri bagaimana penculik itu menarik Mila masuk ke dalam mobil setelah mendorong Arsy sehingga terjatuh di tanah.
Sedangkan di depan cafe, Rendra sudah terlihat geram karena melihat Arsy terjatuh, walaupun Arsy tidak terluka sama sekali.
"Sayang!! kamu gak papa!???" tanya Rendra dengan cemas sambil memeriksa setiap jengkal tubuh Arsy.
"Abang!!! aku takut!! mereka membawa kak Mila!!!" kata Arsy yang masih berdiri mematung.
"Gak papa kita akan menyelamatkan kak Mila!!" kata Rendra mencoba menenangkan Arsy
"Ayo Re!!" teriak Eno dari dalam mobil.
dengan segera Rendra masuk kedalam mobil yang diikuti oleh Arsy dan beberapa saat kemudian Eno menancapkan gas mengejar Farel yang sudah jauh karena mengikuti mobil yang membawa Kamila pergi.
"Kak Farel!!! naik!!" teriak Rendra.
Farel naik mobil yang dikemudikan oleh Eno, dia berada di samping kemudi sambil memerintah Eno untuk mengikuti mobil yang membawa Mila pergi, mobil itu sudah sangat jauh dari jangkauan mereka, namun Farel masih mengenali mobil jenis apa yang membawa Mila dan dia masih menghafalkan belok ke mana mobil tersebut membawa Kamila. ternyata mobil tersebut membawa Camila keluar dari keramaian kota menuju ke pinggir pinggiran kota namun sampai di sebuah jalan besar dan kehilangan jejak dari mobil yang membawa Kamila n o berhenti di bahu jalan,Farel segala turun dan mengumpat seenaknya saja, Dia benar-benar terlihat frustasi dan juga cemas akan keadaan Kamila.
"Apa menurutmu ini pesaing bisnis kita Re?'' tanya Farel pada Rendra dengan wajah cemas.
__ADS_1
"Bisa jadi kak!!" jawab Rendra.
"Polisi!!!! telepon polisi Re!!" kata Farel
Dan belum juga Farel menelpon polisi, sebuah nomor baru masuk dengan panggilan video.
"Siapa kak?" tanya Rendra
"Gak tau Re!!"
"angkat aja kak!!''
Akhirnya Farel mengangkat panggilan video nya,dan betapa kagetnya Farel ketika wajah Mila yang muncul terlebih dahulu di layar ponselnya.
"Jauh dari rencana!!" kata Dad Ferdi sambil memijat pangkal hidung nya.
"Tuan!" tiba-tiba asisten nya masuk dan membawa seorang anak buahnya yang akan melaporkan kejadian tersebut, dan memberitahu siapa dalang di balik kejadian tersebut.
"Dia adalah orang yang menjadi mata-mata kita tuan!"
"Apa yang akan kau lapor kan?" tanya Dad Ferdi to the point.
"Mereka adalah pesaing dari perusahaan tuan muda Rendra tuan! dan mereka masih mengira bahwa tuan Farel nya Ceo nya dan juga pemilik perusahaan tersebut Tuan!!"
__ADS_1
lapor anak buahnya.
"Lalu?" tanya Dad Ferdi
"Mereka menjadikan Nona Kamilaa sebagai umpan untuk menangkap tuan Farel tuan! entah laporan dari mana merkea tau tentang nona Kamilaa!"
"Dan satu lagi Tuan!"
"Apa itu?" tanya Dad Ferdi
"Ada orang yang terlibat dalam rencana mereka tuan!"
"Siapa? siapa yang berani bermain denganku??"! tanya Dad Ferdi yang terlihat menahan amarahnya.
"Ini Tuan!" kata anak buahnya sambil menyodorkan layar ponselnya yang menampakkan wajah seseorang.
"Bangsaaat!!!!"
Teriak Dad Ferdi sambil melempar ponsel tersebut, anak buahnya hanya bisa melongo melihat ponselnya hancur dihantam ke tembok ruangan tersebut.
bersambung.....
Sambung besok ya.....janji 2-3 episode up nya..maksih
__ADS_1