Birendra

Birendra
Farel - Kamilaa


__ADS_3

Bisa gak sih!! sehari aja loe dan suami loe itu gak nyusahin gue!!"


mode ketus Wahyu sudah menyala, bagaimana tidak? sudah hampir 5 warung minggir jalan, 3 cafe di datangi, namun bakso yang di inginkan oleh Arsy tak juga mereka dapatkan, bahkan di pinggir jalan tadi,Wahyu sudah mendapatkan bakso yang cukup besar dengan tulisan bakso kepala sapi, tapi sekali lagi bukan itu yang diinginkan oleh Arsy, Arsy benar-benar ingin makan bakso dengan olahan dari kepala sapi dan sebesar itu juga,tentu saja Wahyu tidak mendapatkannya, Wahyu sudah beberapa kali mengomel di dalam mobil karena Arsy yang ingin makan bakso kepala sapi dan Wahyu benar-benar bingung karena tak tau dimana harus mendapatkannya.


"Kak Wahyu... Yuyu...!" rengek Arsy.


"Diam loe!!!" sentak Wahyu tanpa sengaja, dan benar saja, Arsy sudah menangis sesenggukan ketika mendengar Wahyu membentak nya.


"Aduuhhh Ar.... Arsy yang manis....sang manja!! adik kakak Wahyu yang tampan!! jangan nangis lagi ya!!"


rayu Wahyu ketika melihat Arsy menangis, dia tak mau membuat masalah dengan Rendra, Wahyu takut Rendra mendapatkan laporan yang tidak-tidak dari Arsy.


"Kita cari bakso sampai ke ujung dunia!!! okey!!" kata Wahyu


"Hah??? ntar kasihan Abang dong kak!! kalau sampai ke ujung dunia!!" kata Arsy dengan polosnya.


"Oh Tuhan Re, bagaimana kau bisa bertahan dengan istri seperti ini!!"

__ADS_1


gumam Wahyu sambil menepuk jidatnya sendiri.


Di mobil sedang terjadi perang antara Wahyu dan Arsy dengan topik bakso kepala sapi, sedang kan di sebuah gedung setelah jadi, benar-benar sedang terjadi perang yang sesungguhnya.


"Aku akan menyerahkan proyek tersebut tuan Farel, dengan satu syarat!!" kata Bayu yang terlihat terus memancing kesabaran Farel.


"Apa maksudmu??? " tanya Farel dengan ketusnya.


"Aku serahkan proyek itu padamu!!! lalu kau serahkan gadis ini padamu!! adil bukan? lagian dia sangat cantik dan menarik, aku rela membayar dengan proyek tersebut!"


Tiba-tiba Mila menggeliat, dia mulai terbangun dari pengaruh obat bius nya, kepalanya sedikit pusing, dia mendengar suara gaduh yang terdengar semakin jelas.


"Argh...kenapa aku pusing? ini dimana?" gumam Mila,


Karena asyik berkelahi, tak ada yang menyadari kalau Mila sudah siuman, beberapa kali dia menggelengkan kepalanya,mencoba menyadarkan diri sepenuhnya.Mila melihat sekeliling nya, dan matanya menangkap sosok yang sangat di rindukan nya selama ini.


"tunggu!.....apa yang terjadi?" Batin Mila,

__ADS_1


Dia dengan seksama memperhatikan Eno, Rendra dan Farel yang sedang berkelahi melawan beberapa orang disana, Mila mulai bisa menangkap dan mengingat kejadian yang sedang dialaminya saat ini. Mila masih diam menatap mereka semua, hingga pandangan matanya menangkap hal yang cukup membahayakan untuk Farel.


"Farel!!!! awas!!!" teriak Mila.


Karena mendengar suara Mila, Farel lengah,dan sebuah pukulan mendarat mulus di beberapa bagian tubuhnya.


Mila berlari mendekati Farel, ketika melihat farel tersungkur di lantai.Walaupun tidak sampai pingsan, namun Mila sudah menangis sesenggukan demi melihat Farel yang terkena beberapa kali pukulan, Farel terlihat lebih parah dari pada Rendra dan Eno yang masih berdiri kokoh.


"Jangan menangis Mil!" kata Farel


"Aku tidak apa-apa!!! aku akan membawamu pulang!"


Tangis Mila semakin keras, Farel dengan sigap memeluk tubuh Mila. Dia merasa bersalah karena menyeret Mila dalam masalahnya dengan Bayu. Farel merenggangkan pelukannya, menangkup kedua pipi Mila,dan memandang lekat gadis di hadapannya itu.


"Aku sangat mencintaimu Mila!!! sangat mencintai mu!!"


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2