Birendra

Birendra
Akal bulus Rendra


__ADS_3

Teriakan Bram terdengar sampai keluar kamar sebelum Acca menutup pintu kamar tersebut.Dia bersandar di pintu kamar milik Bram sambil memegang dadanya yang berbunyi jedak-jeduk karena shock dia telah berani mencium bahkan melumaaat bibir Bram.


"Ohh Tuhan!! apa yang kau lakukan Ca!!???Shi*t!!!'"


Acca mengumpat sendiri, dia benar-benar tak menyangka sendiri bahwa dia berani mencium Bram, entah mengapa Acca gemas sendiri ketika mengerjai Bram dan malah berakhir dengan ciuman mereka berdua, lebih tepatnya dia yang mencium Bram.


"Ooh Tuhan!! dadaku masih berdebar!" kata Acca dan berlalu dari sana, dia turun ke bawah untuk meminta bantuan bik Narsih untuk mengambil peralatan makan yang dipakai Bram tadi, jujur saja dia masih malu bila harus masuk dan bertatap muka dengan Bram saat ini.


"Bi Narsih...." panggil Acca


"Tolong ambilkan peralatan makan kak Bram ya di kamarnya, aku mau ke dapur dulu!" lanjut Acca


"Baik Non" kata bik Narsih yang tak tahu menahu tentang insiden yang baru terjadi di kamar tersebut, dia hanya merasa heran mengapa Acca tidak sekalian membawa peralatan makan setelah keluar dari kamar Bram.


tok.... tok....tok.....


"Mas Bram...bibi masuk ya" kata bik Narsih


"Ya bik"

__ADS_1


"Bibi mau ngambil peralatan makan nya mas Bram'' kata bik Narsih.


"Memang Acca kemana bik?" tanya Bram sambil membenarkan tidurnya, dia bersiap untuk beristirahat.Efek obat yang di minum nya membuatnya mengantuk.


"Di dapur mas, mau di panggil kan?" tanya bik Narsih


Bram hanya menggeleng dan mulai memejamkan matanya, dia cukup lelah berurusan dengan Nona nya yang cukup keras kepala.


Di kediaman Dad Ferdi......


"Kamu yakin Re, kalau Acca tidak akan mengacaukan Bram? apalagi di sana ada Ayah Bram, mommy takut kalau mereka kerepotan karena adanya Acca"


"Mom tenang saja! Re yakin banget, Acca bisa tahan! tapi aku gak bisa menjamin kalau Bram akan tahan dengan tingkah Acca!" kata Rendra dengan entengnya.


"Ih Abang! kasihan kak Bram dong kalau gak tahan, tapi emang kak Bram gak tahan kenapa bang?" tanya Arsy dengan otak lemotnya.


Rendra tersenyum jahil, Mom dan Dad Ferdi hany geleng-geleng kepala ketika melihat senyum jahil anak lelakinya.


"Mau Abang kasih tau?" tanya Rendra dengan menahan tawanya ketika Arsy mengangguk dengan antusias.

__ADS_1


"Arvan......bobok sama Opa ya, kata Opa kalau Arvan mau bobok sama Opa, mobil truk besar akan Opa beli buat Arvan! mau ya?''


kata Rendra pada anak lelakinya, sontak saja Dad Ferdi mendelik ke arah Rendra, sayang nya sang anak hanya memandangnya sekilas dan tanpa rasa bersalah.


"Benelan Opa?" tanya Arvan dengan antusias


"iya sayang...... apalagi kalau Arvan mau tidur sama Papi kamu! besok langsung Opa beli kan dua!!" kata Dad Ferdi, hal itu membuat Rendra kesal seketika.


"Jangan Dad! nanti Arvan jadi manja..... Arvan bobok sama Opa ya, biar nanti beli truknya satu aja, jangan buang-buang uang!" saut Arsy tanpa tau dan paham perdebatan kecil Rendra dan Dad Ferdi.


"Siap Mami!! ayo Opa bobok! Avan udah ngantuk"


kata Arvan yang mengajaknya Dad Ferdi masuk kamar, Rendra bahkan sempat melambaikan tangan ke arah Dad Ferdi dengan senyum kemenangan nya.


"Ayo sayang...aku tunjukkan arti gak tahan tadi, kan kamu tanya tadi kenapa Bram gak tahan! ayo ke kamar sayaaang.."


kata Rendra dengan berjuta rencana mesum pada sang istri yang memang terkadang loadingnya lama.


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2