Birendra

Birendra
Hati Bram


__ADS_3

Bram sedang duduk di sofa kamar nya dan menatap tajam ke arah Acca yang sedang duduk di hadapan nya. Bram benar-benar tak habis pikir, bagaimana bisa wanita di hadapannya itu dengan mudahnya memutuskan untuk menikah dengan nya. Bram sempat berpikir kemana gadis galak yang selalu dia jaga dulu, mengapa yang ada di hadapannya sekarang berubah jadi gadis gesrek.


"Apa maksud Nona melakukan ini?" tanya Bram


"Melakukan apa?" tanya balik Acca dengan gaya sok polos nya.


"Nona!! jangan membuat ku kehilangan kesabaran! Apa maksud Nona menerima pernikahan ini!! Nona harus tau,aku tidak menginginkan menikah dengan Nona manja seperti anda Nona!! seharusnya Nona menolak nya!!"


kata Bram panjang lebar, dia tak pernah berbicara sepanjang itu, namun karena geram dengan tingkah Acca,Bram mengutarakan apa yang ada di otak nya saat ini.


"Kenapa kau cerewet sekali Kak!! Sini aku bantu mengganti perbannya"


Kata Acca mengalihkan pembicaraan mereka.


"Nona Acca!!! jawab saya!!"

__ADS_1


kata Bram sambil menepis tangan Acca yang hendak membuka kancing bajunya dan membantu membuka perban di dadanya.


Acca merasa kesal dengan penolakan dari Bram, bahkan mereka sudah menentukan hari pernikahan mereka, namun seakan Bram masih belum terima dengan keputusan yang mereka ambil sendiri di hadapan Daddy nya. Acca mendorong Bram hingga bersandar ke sofa, posisinya setengah terlentang dan dengan cepat Acca naik ke atas tubuh Bram, dia duduk bagai koala yang menempel di pohon dan mencekram krah baju Bram.


''Dengar tuan Bram yang terhormat!! aku tak peduli dengan pendapat mu!! mau tidak mau! suka tidak suka! kita akan menikah!! jadi coba lah untuk menerima semuanya!! Anda mengerti??!''


ucap Acca dengan tajam, Bram bahkan sampai menatap nya dengan lekat, sorot mata tajam milik Dad Ferdi terlihat mendominasi di sana, Acca, gadis yang terkadang terlihat manja itu, sekarang bisa menghipnotis dirinya.


Apa Bram tidak mencintai Acca? jawaban adalah tidak mungkin dia tidak mencintai gadis itu, bahkan sejak berbulan-bulan lalu saat pertama kali menjadi pengawal Acca, hati Bram sudah di buat kalang kabut dengan kehadiran Acca, bahkan untuk menghilangkan wajah Acca dari otak nya, Bram sengaja berganti-ganti pasangan. Namun Bram merasa tak pantas bersanding dengan adik majikannya itu, perbedaan yang cukup jauh, bagaimana langit dan dasar bumi.


"Kau membuat ku gila Nona!!"


ucap Bram,dan dengan cepat Bram membalikkan posisinya dengan Acca, Acca kini yang berada di bawah Bram


"Kau yang meminta sendiri masuk ke dalam kehidupan ku Nona Acca! jadi terima lah akibatnya nanti!"

__ADS_1


Bram meluuumat bibir ranum Acca yang berada dalam Kungkungan nya saat ini, dia bahkan tak mempedulikan dadanya yang terasa nyeri,Acca yang tak percaya akan sambutan cinta dari Bram nampak bahagia, dia perlahan memejamkan mata nya dan membalas setiap sesapan dari bibir calon suaminya itu.


"Ohh astaga Bos!! kau meminta aku datang untuk mengganti perbannya, tapi apa yang kalian lakukan!!! kalian menodai kesucian mataku!!"


teriak Roy di ambang pintu, namun Bram seakan tuli, Acca yang menepuk lengannya pun tak di hiraukan nya.


braaaakkk........Roy menutup pintu kamar itu dengan tergesa-gesa dan cukup keras.


"Kak!! Roy melihat nya!!" pekik Acca ketika berhasil menyudahi ciuman mereka.


"Oya?....aku tidak dengar!.....Bantu aku ganti perban!"


ucap Bram santai dan kembali ke posisi awalnya, bahkan Bram tak peduli dengan merahnya wajah malu Acca.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2