
"Tapi Arsy bisa karaoke bang!!" kata Arsy malu-malu, sambil memegang Mr Phoenix.
Blank!!!!...otak Rendra blank seketika!!!
"Karaoke??" batin Rendra yang entah mengapa otaknya blank seketika.
Rendra tersdiam, sampai dia merasakan Mr Phoenix terasa masuk kedalam sesuatu, dan...ahhhh...suara Rendra seketika keluar merasakan sensasi yang di berikan oleh Arsy, Rendra langsung menatap ke arah bawah, di mana Arsy dengan konsentrasi penuh memanjakan Mr Phoenix, Rendra seketika mengelus lembut rambut Arsy.
Arsy membuat Rendra melayang, setelah pijatan yang dilakukan oleh tangan dan mulut Arsy pada Mr Phoenix.
"Pinter banget sih, istri aku!!" puji Rendra yang sudah membenahi diri dan menarik Arsy yang terlihat malu-malu masuk ke dalam dekapan nya.
"Kalau belajar gini aja! lemotnya ilang!! coba yang lain!!" kata Rendra, sukses membuat Arsy mencebikkan bibir nya.
"Ya udah besok-besok Arsy gak mau belajar kayak gini lagi!!" kata Arsy.
"Eh....jangan dong!!abang kan suka! Arsy jenius banget!!;
belanja di mana sih" rayu Rendra, rugi banget kalau Arsy sampai tak mau memanjakan Mr Phoenix lagi, pikir Rendra.
"Dari sini bang!" kata Arsy menunjukkan sebuah aplikasi film yang di dalam nya juga memuat film pemersatu bangsa tersebut.
__ADS_1
"Waahhh bisa dong nanti lagi!" bisik Rendra.
"Gak bisa!!! Arsy mulutnya pegel!! tangannya juga!!" kata Arsy
"Ntar Abang pijit-pijit deh!" mode modus Rendra mulai menyala. Dan benar saja, Arsy memposisikan diri, Rendra memijit kaki dan tangan Arsy
satu detik
dua detik
tiga detik
"Ntar dulu!!! kok jadi Abang yang jadi tukang pijat?" kata Rendra dingin.
"Mau jadi istri durhaka kamu?? Abang tau kamu ngerjain Abang kan?" kata Rendra
"Udah dong Abang,sini....sini.... dedek peluk Abang!!" rayu Arsy sambil membawa kepala Rendra ke dalam pelukannya.
"Tunggu!!! dedek?" tanya Rendra heran.
"Iya.... Ar mau di panggil dedek sama Abang!" kata Arsy.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Rendra.
"Karena Ar suka!" jawab Arsy
"Suka di panggil dedek?" kata Rendra
"Suka sama Abang!!" Goda Arsy, namun hal itu bukan di anggap sebagai godaan oleh Rendra melainkan sebuah pernyataan cinta Arsy pada Rendra.
"Suka apa cinta?" goda Rendra balik, entah mengapa Arsy merona pipinya.
"Cinta!" lirih, suara Arsy terdengar sangat lirih walaupun demikian, Rendra bisa mendengarkannya, ingin rasanya Rendra melompat- lompat di atas kasur yang sedang di dudukinya itu, namun dia tak mau menunjukkan nya pada Arsy, cukup Rendra saat ini yang tau bahwa dia mencintai Arsy,lebih tepatnya bucin akut pada Arsy. Entahlah gengsinya sebesar cinta nya pada Arsy, gadis polos dan lemot yang di jodohkan dengan nya hingga pernikahan dini itu terjadi, Arsy bukanlah tipe gadis impian Rendra untuk di jadikan pacar maupun istri, namun nyatanya,hanya dalam hitungan Minggu saja, Arsy bisa mencuri hati Rendra sepenuhnya, walaupun gadis itu tak menyadari nya.
"Ciee yang mulai cinta sama Abang!!" kata Rendra sambil memandang wajah merona Arsy.
"Mau di terima gak cintanya?" goda Rendra.
"hah??….!!" kata Arsy
"Mau gak? di terima cinta nya?" kata Rendra lagi, Arsy hanya bisa mengangguk malu
"Abang mau di manja lagi!! nanti Abang jawab!!"bisik Rendra.
__ADS_1
Perkataan Rendra sukses membuat Arsy menyesal, Mengapa dia mempraktekkan pelajaran memuaskan suami yang di pelajari nya secara otodidak.
bersambung