
Pagi ini begitu cerah, Faash dengan sepeda nya mulai berbenah untuk ke sekolah, Faash memang paling beda dengan Arvan dan juga Kian, dua cucu Dad Ferdi yang lainnya.Faash lebih memilih untuk pergi ke sekolah dengan sepeda nya, walaupun Tarjo masih setia mengantarkan Faash dengan sepeda motor dari belakang.
"Pagi Tante Meta" sapa Faash ketika melewati rumah Meta, janda pemilik salon yang dulu pernah menolak Tarjo.
"Pagi tampan"Saut Meta, dan janda semox itu sedang bersama sang pacar pagi ini.Tarjo yang memang masih berusaha move on dari Meta,nampak menatap tak suka.
"Tuan muda, ayo berangkat.....anda bisa terlambat" saut Tarjo dengan datar.
"Pagi mas Tarjo" sapa Meta yang merasa tak enak pada Tarjo.
"Hemmm..." jawab Tarjo singkat, kemudian segera berlalu dari sana.
"Siapa sayang?" tanya Jono pacar Meta.
"Tetangga sebelah sayang,....." saut Meta.
Di perjalanan, Tarjo masih bisa melihat Meta dan Jono nampak berpelukan mesra melalui spion sepeda motornya, bahkan sesekali Jono menggoda Meta dengan menoel dagu milik Meta. Terus terang saja, Tarjo masih merasa tak suka, Namun pantang bagi seorang Tarjo mengejar kembali wanita yang pernah menolaknya.Tarjo, lelaki yang sudah berusia 30 tahun itu, memang betah sekali menjomblo, awalnya dia merasa tak pantas untuk mencari kekasih karena memang pekerjaan nya hanya seorang preman pasar, dan sehari-hari hanya menjadi seorang tukang parkir.Namun sejak Bram membawanya dan menjadikan dia salah satu anak buahnya, membuat Tarjo hidup lebih layak lagi.Dan orang pertama yang akan di kejar Tarjo adalah Meta, sayangnya Meta menolak Tarjo.
"Maaf mas Tarjo, bukannya matre, tapi dalam segi materi,mas Tarjo gak masuk kategori suami buat Meta! maaf ya mas... Meta gak bisa jadi pacar mas Tarjo!"
Tolak Meta kala itu, dan Tarjo sangat ingat bahwa Meta menolaknya karena merasa tak sebanding dengan dirinya.
__ADS_1
Setelah mengantar Faash ke sekolah, Tarjo kembali ke rumah Bram, biasanya dia akan sarapan setelah mengantar Faash, dan untuk Faisha, Bram sendiri yang mengantar ke sekolah,karena memang sekolah mereka berbeda.
"Jo....boleh ijin gak?" tanya Budi pada Tarjo yang notabene nya Bos nya dalam bekerja.
" Emang mau kemana loe?" tanya Tarjo.
"Nganterin bini gue ke dokter! hari ini jatahnya USG" kata Budi, Budi termasuk lelaki yang getol banget punya anak, ini adalah kehamilan sang istri yang ke empat.
"Makanya jangan bikin anak mulu'" kata Tarjo yang tak habis pikir, umur masih jauh di bawa Tarjo,namun Budi sudah mau punya 4 anak.
"Namanya juga usaha! siapa tau kali ini cewek, makanya gue mau nemani bini USG" saut Budi.
"Kalau cowok lagi?" tanya Tarjo.
"Loe kata bini loe kucing!! beranak mulu'..." saut Tarjo kesal, dia merasa kasihan pada istri Budi, walaupun mereka sebenarnya sama-sama tidak masalah, apa lagi pekerjaan Budi sekarang cukup menjanjikan gajinya.
"Boleh ya ijin? Ntar dari rumah sakit aku langsung balik sini" kata Budi.
"Ya....gue musti ke perusahaan ntar siang, Tuan Bram bilang ada perekrutan tenaga kerja baru" kata Tarjo.
"Beres! gak lama kok, ini udah dapat nomor antrian,....maksih ya Jo!" kata Budi, namun belum sempat Budi pamit, seorang satpam masuk ke ruang makan khusus pelayan di mana Tarjo dan Budi berada.
__ADS_1
"Mas Tarjo..." panggil seorang satpam.
"Ada apa?"
"Ada yang nyari mas?" kata pak satpam
"Siapa?" tanya Tarjo lagi, karena merasa tak membuat janji dengan siapapun.
"Katanya anak sama istri mas" kata si satpam, Tarjo dan Budi nampak saling berpandangan, Budi merasa heran karena Tarjo belum pernah menikah.
"Loe ngehamilin anak orang Jo?" tanya Budi.
"Sialan loe!"
Mereka akhirnya mengikuti satpam ke arah depan, di mana orang yang mengaku sebagai anak dan istrinya berada.
"Papa....!!" panggil seorang anak pada Tarjo
"Mas ....."
Tarjo seketika melongo...dia tak tau harus berkata apa! Cobaan apa lagi ini! batin Tarjo menjerit.
__ADS_1
bersambung