
Tarjo yang mendengar suara Acca dan Faash yang membicarakan tentang Dewi dan Dewo, nampak menguping, walaupun tak terlihat begitu kentara, dia baru saja mendapatkan segelas kopi panas nya dan berjalan sangat pelan, demi bisa mendengar apa yang di bicarakan oleh ibu dan anak tersebut. sayup-sayup Tarjo mendengar bahwa mereka saat ini sedang membicarakan Dewi yang akan pindah ke rumah yang disediakan oleh Arsy, di dekat toko kue nya. Dewi juga akan membawa Dewo untuk tinggal di sana, dan tentu saja, Tarjo tidak akan setiap hari bertemu dengan Dewi. bukankah seharusnya Tarjo senang karena Dewi tidak lagi akan terlihat di depan matanya? namun Entah mengapa ada sedikit hati yang tidak rela dengan kepergian Dewi dari rumah tersebut,Tarjo berjalan begitu pelan sambil sesekali melirik ke arah ke ruang makan di mana sang majikan sedang makan bersama keluarganya,terlihat hanya ibu dan anak saja yang sedang mengobrol sedangkan Bram fokus dengan sarapannya.
"Sepi deh kalau mbak Dewi dan Dewo pergi!" kata Faisha dengan lesu.
Byuuurrrr......
"Eh...panas..... panas....!!!" pekik Tarjo keras, dia benar-benar lupa bahwa dia sedang menguping di dekat ruang makan.
__ADS_1
"Tarjo!" panggil Bram.
"I-iya Tuan" saut Tarjo sambil meletakkan cangkir kopi nya dan berjalan ke arah Bram.
"Setelah mengantar Faash, antar dan temani Dewo dan kakak nya pindahan!" kata Bram yang terlihat nampak tenang, Acca sudah benar-benar menganga.... sedangkan Faash yang tahu betul maksud sang Papa, hanya bisa tersenyum tipis, apalagi dia melihat jelas bagaimana perubahan mimik wajah Tarjo, ketika mendapatkan perintah dari Bram.
"Ba-baik Tuan" kata Tarjo gagap, dia masih belum bisa menerka isi kepalanya sendiri.
__ADS_1
Dewo sibuk memasukkan beberapa buku ke dalam tasnya, Dewo sebenarnya juga tidak begitu suka pindah dari tempat baru, Karena rumah Bram dan Acca merupakan tempat yang paling menyenangkan untuk nya,banyak pelayan yang bisa diajak nya bermain,juga ada Faash dan juga Faiza yang tak membedakan dirinya dengan mereka, walaupun Dewo adalah adik dari salah satu pelayan di rumah tersebut, Tapi Faash dan Faiza tetap menganggapnya sebagai sahabat mereka.
"Kakak....kita benar-benar pindah ini?" tanya Dewo.
"Iya Wo, setelah Kakak pikir-pikir, memang sebaiknya kita pindah Wo, Kamu kan tahu kakak tidak sepenuhnya bekerja di rumah ini, tapi kakak bekerja di toko kue Nyonya Arsy, jadi sudah sepatutnya kita keluar dari rumah ini, toh kamu dan Faash sekolah di sekolah yang sama, kalian masih bisa bertemu bukan?" kata Dewi membesarkan hati sang adik.
"Kakak benar, tapi cuma di sini banyak temennya kak, penjaga lainnya juga sangat baik walaupun wajah mereka sangat sangar, tapi mereka itu baik-baik Kak dan aku tidak bisa sepanjang hari bermain dengan Faash atau Kian, apalagi dengan Faiza!" ucap Dewo lesu.
__ADS_1
Setelah perbincangan mereka,pada akhirnya Dewo dan juga Dewi keluar dari kamar,mereka membawa 2 buah tas berisi pakaian yang sekarang terlihat lebih banyak dari sebelum mereka datang pertama kali mereka dari kampung.Tarjo memandang lekat ke arah Dewi, sekarang Entah mengapa, Tarjo menjadi bimbang,dalam hatinya dia ingin Dewi tetap tinggal di rumah tersebut dan bisa dilihat setiap hari, Namun di sisi lain,ego nya membiarkan begitu saja kepergian Dewi.
bersambung....