Birendra

Birendra
Farel si pemalu 2


__ADS_3

"Masih merasa tegang?" tanya gadis satunya pada Farel.


"Ya tegang!! eh..a-apa??" jawab Farel gugup


"Enggak kok!!' lanjutnya cepat.


"Trus kenapa gak ikut duduk?" tanya gadis itu tersenyum sambil memiringkan kepalanya.


"Bisa tidak loe gak ngegodain Farel mulu'" kata Rendra ketus melihat gadis yang tak lain adalah Kamilaa itu terus saja menggoda Farel yang berubah menjadi pemalu bila bertemu dengan Kamilaa.


"Iihh apaan sih!! kan aku cuma bertanya?" ucap Kamila sambil balik badan dan berjalan menuju ke sofa.Dia duduk di sebelah Rendra, namun Ana, teman sekantor Mila lebih dulu menggeser duduknya lebih dekat ke Rendra. Akhirnya Mila duduk di depan Rendra, mereka memang terlibat kerja sama, Mila yang lebih suka bekerja di bidang yang di sukai nya daripada ikut yang ayah mengelola perusahaan perhiasan nya.


Farel yang gugup hanya berdiri di samping Rendra sambil memerintahkan Ana agar sedikit menjauh dari Rendra.


"Nona, sebaiknya Anda menjauh sedikit dari tuan Rendra!" kata Farel, entah mengapa keberanian nya muncul dan kegugupan nya hilang ketika berhadapan dengan wanita selain Kamilaa.

__ADS_1


"Apa tuan Rendra keberatan?" kata Ana dengan nada lembut nya.


Mengusir bibit pelakor adalah tugas Farel, jadi Rendra hanya diam saja melihat dan mendengar apa yang di lakukan Farel.


"Tentu saja!! jadi untuk kelancaran kerja sama kita sebaiknya nona kerjakan apa yang baru saja saya katakan!" lagi-lagi Farel yang berkata. Melihat Ana yang memang selalu kecentilan dengan lelaki tampan, Mila buka suara.


"Ana!! sini! kamu mau kerja sama kita gagal gara-gara kamu??" kata Mila.


"Iihh apa sih Mil, kan aku mau usaha buat dekat sama bos Rendra!" kata Ana, namun dia tetep melaksanakan perintah Mila dan sedikit menjauh dari Rendra.


Akhirnya meeting kecil-kecil yang mereka lakukan berjalan dengan lancar, Rendra setuju dengan perjanjian kontrak antara dua perusahaan tersebut.Dan meeting di akhir i pada saat jam makan siang.Ana nampak terburu-buru karena sudah janji dengan seseorang,sedangkan Mila hanya duduk diam di sana menunggu Farel keluar dari ruangan Rendra. Begitu Farel keluar dan masuk ke dalam ruangan nya sendiri, Mila tanpa di sadari Farel mengikuti nya masuk ke dalam ruangan tersebut.


tanya Farel tanpa menoleh ke arah Mila,jujur dia menjadi Farel yang pemalu bila di dekat Mila.


Sedangkan Mila, yang memang sudah lama menyukai Farel,hanya terus menggoda Farel tanpa berniat apapun. Dia tau kalau Farel sering memperhatikan nya bila sedang berkumpul dengan yang lainnya, karena bila ada acara keluarga Kayla dan Haris, orang tua Eno dan Rio,maka mereka akan selalu bertemu.

__ADS_1


Bahkan pernah dengan iseng teman-teman Farel membuat Farel setengah mabuk, berbagai pertanyaan di lontarkan oleh teman-teman Farel tentang Mila,salah satu dari mereka merekam kejadian tersebut dan di situ terbukti bahwa Farel mencintai Mila tapi entah mengapa jika bertemu gadis itu,nyali Farel lenyap begitu saja.


"ngapain kamu di sini ?" tanya Farel lagi.


"Mau ngajak kamu makan siang!" kata Mila santai.


"Aku sibuk!" kata Farel masih belum menatap ke arah Mila.


"tapi kamu harus makan siang Rel!" rayu Mila


"Nanti saja!! aku sudah pesen nasi!" kata Farel sambil duduk di kursi nya dan pura-pura dengan berkas-berkas di tangannya.


Cup.....


Mila mencium pipi Farel sambil berlalu dengan santai bahkan tak peduli dengan Farel yang nampak mematung demi mendapatkan ciuman di pipinya.

__ADS_1


"Daaaa..... Rel! besok kita jumpa lagi! jangan lupa makan!" ucap Mila sebelum benar-benar keluar dari ruangan Farel.


"Oh Astaga!!!! a-apa ini!!!" ucap Farel dengan pipi merah merona sambil memegang pipinya dan bertingkah seperti anak gadis yang menunduk di meja sambil menghentakkan kedua kakinya.


__ADS_2