
Kian menjatuhkan bokong nya sedikit lebih keras di sofa apartemen Faash, ya mereka berempat sedang berada di apartemen milik Faash, apartemen yang sengaja Faash beli untuk pertemuan mereka atau untuk Faash menyendiri kadang kala. mereka sudah biasa keluar masuk karena Faash membagikan kode masuk pada ke tiga sahabat nya.Dan kali ini, mereka sedang dalam masalah yang sama, kecuali Arvan tentu, karena bagaimanapun di antara mereka yang sudah menikah adalah Arvan, melihat kegalauan tiga temannya, Arvan hanya tersenyum tipis sambil memperhatikan wajah mereka bertiga satu persatu.
"Enak lho menikah"
seru Arvan yang tentu saja sudah menikmati surga dunia bersama sang istri,walaupun mereka dijodohkan, namun pagi pertama bahkan malam-malam selanjutnya yang Arvan dan juga Aluna melewati membuat mood Arvan sangat baik kali ini,sedangkan ketiga sahabatnya sudah menatap dengan tatapan tajam ke arah Arvan,Namun yang di tatap seakan baik-baik saja.Arvan tau banget beberapa hari ini ketiga teman yang sekaligus menjadi sepupunya itu,tengah gencar-gencarnya di jodohkan dengan para wanita pilihan keluarga nya.
Faash yang berusaha memperlihatkan sisi lain kehidupan nya pada Camelia, nyatanya tak membuat Camelia gentar, dia tetap pada pendiriannya,yaitu menuruti keinginan sang Mama yang menjodohkan nya dengan Faash, menurut Camelia, pilihan orang tua adalah yang terbaik untuk dirinya, dia yakin sekali bahwa Faash akan menjadi teman hidupnya, yang akan menemaninya seumur hidup,seperti papa dan juga mamanya, yang hidup bahagia selamanya. begitulah pemikiran sederhana seorang Camelia, karena dia dibesarkan di keluarga yang penuh dengan kasih sayang, penuh dengan limpahan harta,dan juga penuh dengan tradisi-tradisi perjodohan, sebagai contohnya Om, Tante serta mamanya sendiri,keluarganya hidup bahagia karena hasil dari perjodohan,oleh karena itu Camelia lebih percaya dengan Mamanya, saat dia dijodohkan dengan Faash, melihat sisi lain Faash pun Camelia merasa terima saja, walaupun awalnya dia merasa sangat aneh dengan kehidupan Faash.
Tak jauh beda dengan Faash, nyatanya Dewo pun dikejar-kejar oleh perempuan yang tak lain adalah adik dari sahabatnya sendiri Arvan. Setelah mendapatkan persetujuan dari Tarjo dan juga Dewi, Thisa semakin gencar untuk mendapatkan Dewo, bahkan di setiap kesempatan dia terus saja mendekati Dewo, hingga beberapa hari ini Dewo tidak lagi mau menemui Thisa saat berkunjung ke perusahaan hanya untuk bertemu dia atau dengan alasan ingin bertemu sang papa.
__ADS_1
Sedangkan kisah Kian berbeda lagi,Kian diharuskan untuk mendapatkan hati Kiara oleh papanya, Kiara yang memang tidak menaruh hati sama sekali pada Kian berusaha untuk terus menghindar,bahkan Kiara bersikap sangat profesional saat bekerja bersama dengan Kian, sedangkan Kian sekarang sudah bekerja sama dengan Aluna istri Arvan, Aluna yang mendapatkan berita bahwa Kian berencana untuk menikahi Kiara pun sangat senang,Aluna memberikan kiat-kiat bagaimana bisa mendekati Kiara,bahkan Aluna menjelaskan pada Kian bahwa Kiara tak pernah sama sekali dekat dengan lelaki lain selain Kian, Aluna sangat bersemangat membantu Kian untuk mendapatkan Kiara, karena bagi Aluna Kian adalah orang yang tepat untuk menjadi suami dari Kiara.
"Sumpah!!!! bete banget gue!!" pekik Kian kesal
"Kenapa?" tanya Dewo
"Bukannya lho seneng kalau dia menolak?" tanya Faash
"Seneng sih! tapi kalian tau kan bagaimana chef Wahyu!! resek!" saut Kian yang ingat dengan kelakuan sang papa yang tak mau tau bagaimana cara Kian mendapatkan Kiara.
__ADS_1
"Udah nikah aja kalian, dan buat loe Wo!! awas ya loe mainin adik gue!!" ancam Arvan.
"Kita kawin aja kalo ya??!" ucap Faash dengan nada pasrah.
"Nikah kali....kawin! loe kata ayam!!" seru Arvan.
Mereka kembali termenung dengan nasib mereka, bagaimana bisa nasib mereka ber empat sama, walaupun tak pernah punya pengalaman pacaran sebelumnya, Namun bukan berarti mereka senang dijodohkan.
bersambung.......
__ADS_1