Birendra

Birendra
Terciduk


__ADS_3

"Ya.......bukan perjaka lagi gue!!!" batin Rendra,otak gesrek Rendra mulai mendominasi.


Jeritan Arsy membuyarkan lamunannya, seketika dia melumaaat bibir sang istri agar diam.


"hhhmmmpppp.....!" Arsy berusaha melepaskan pangutan Rendra.


"Bang!!! ini sakit!!" rengek Arsy ketika pangutan nya terlepas.


"Ntar juga enak sayang!" bisik Rendra di telinga Arsy sambil menyapu telinga dan leher sang istri, mengganti rasa sakit Arsy dengan kenikmatan yang mereka ciptakan.Bak seorang profesional Rendra memacu sang istri yang masih nampak kesakitan, bahkan Arsy sudah menorehkan luka cakaran di punggung sang suami.Rendra tak mempedulikan aksi tangan Arsy yang sudah membuat punggung nya banyak luka cakaran.


Rendra semakin mempercepat pompaannya pada tubuh sang istri, dengan sesekali memainkan bagian tubuh istrinya tersebut. Suara jeritan dan kesakitan Arsy, gini berubah menjadi suara de*sahan- de*sahan halus dan lama-kelamaan menjadi begitu menggairahkan di telinga Rendra, Rendra tak menyangka kalau Arsy bisa menjadi orang lain di atas ranjang, ingin melihat reaksi ke enakan dari sang istri, Rendra mempercepat pergerakan nya, dan di detik terakhir permainan mereka, mereka sama-sama mencapai puncak kenikmatan nya.


"Ini gila!!!.... kalau seenak ini malam pertama,kenapa gak dari kemarin aja aku unboxing si Arsy ya!" gumam Rendra sambil menarik istrinya ke dalam dekapan nya. Rendra menciumi wajah Arsy dengan gemasnya.


"Abang iihh geli!!"


"Mau lagi dong Ar!" kata Rendra.


"Gak bang?!! punya Abang gedenya kelewatan!!! Aku masih sakit!" kata Arsy namun tanpa sadar tangannya sudah meraba dada bidang sang suami, memainkan jemarinya di sana dengan sangat apik dan menggoda tentu nya buat Rendra.


"Ooh Sh*it!!!!" teriak Rendra sambil menindih kembali tubuh Arsy.

__ADS_1


"Abang!!" teriak Arsy karena kaget dengan apa yang di lakukan Rendra.


"Aku mau bayaranku!!" kata Rendra dengan berjuta akal bulusnya.


"Tunggu bang!!! bayaran apa?" kata Arsy dengan menahan dada Rendra dengan heran.


"Ya hotel ini!! kita kan harusnya 50-50 bayar kamar nya!" kata Rendra seperti biasa mengakali sang istri.


"Tapi aku gak pengen sewa hotel!! Abang yang ingin menyewa nya!!" kilah Arsy.


"Yang tadi keenakan di anu-anu sama aku siapa?" tanya Rendra


"Abang!"


"Ya enak sih! tapi kan..."


"Kan!! berarti kamu harus ikut bayar hotel nya karena kamu juga keenakan!!" ucap Rendra dengan akal bulus nya.


"Nanti aku minta Daddy aja!! minggir ih Abang!!!"


"Kenapa kebanyakan drama sih??!" Gumam Rendra seakan ditujukan pada dirinya sendiri, dengan cepat dia sudah melumaaat bibir mungil sang istri, Arsy begitu kewalahan dengan aksi sang suami, namun apalah daya sentuhan demi sentuhan Rendra begitu memabukkan dirasa oleh Arsy,hingga Rendra beberapa kali mengajaknya terbang ke nirwana, Rendra bahkan sudah melakukan nya lebih dari 3 kali.

__ADS_1


Karena kelelahan Arsy dan Rendra akhirnya tertidur dengan berpelukan, Arsy merasa nyaman berada di dekapan suaminya,hingga beberapa kali panggilan telepon diabaikan oleh Rendra.Karena merasa terusik Arsy yang setengah sadar menjawab panggilan telepon entah di ponsel siapa,karena Arsy mengambil nya asal.


"Hallo...sayang...kamu dimana? kenapa Mom telpon gak kamu angkat?" tanya Mom Raisya cemas.


"Mom....Ar lelah!!" jawab Arsy dengan malas dan masih terdengar mengantuk


"Memang kamu di mana sayang?" tanya Mom Raisya heran


"Ar di hotel Mom!"


"Di hotel? kenapa di hotel?"


tanya Mom Raisya, semua orang yang ada di ruang tamu rumah Daddy Ferdi heran dan saling pandang, pasalnya Mom Raisya menyalahkan mode loud speaker di ponselnya hingga semua orang bisa mendengar suara Arsy.


"Abang yang aj.........!" kata Arsy terpotong oleh ulah Rendra yang tiba-tiba menciumi leher Arsy sampai menimbulkan suara yang tak nyaman di telinga Acca dan Arra yang masih jomblo, Rendra yang tak menyadari sang istri tengah melakukan panggilan telepon dengan sang mommy.


"Abang iihh!! berhenti!! geli..!!! ini aku lagi.....!" ucapan Arsy terpotong lagi karena Rendra menyesapi ujung dadanya dengan satunya meremas pelan, karena tak ingin di dengar sang mommy, Arsy sampai mengigit bibirnya agar tak mengeluarkan suara *******.


"Abang mau lagi Ar!!" kata Rendra yang terdengar cukup jelas di telinga penerima telepon. Arsy langsung menempelkan ponsel itu ke telinga Rendra dan......


"Rendraaaaaaa!!!" teriakan mereka berempat begitu menggema seakan merusak gendang telinga nya. Rendra mendadak bangun dari berbaring nya.

__ADS_1


"Mampus gue!!!" gumam Rendra, dan baru kali ini Arsy tersenyum penuh kemenangan atas sikap Rendra.


bersambung.....


__ADS_2