Birendra

Birendra
Kemenangan Rendra


__ADS_3

Arsy merasakan tubuhnya di peluk erat oleh Acca dari belakang, dia merasa tak nyaman karena terasa sedikit sesak, beberapa kali Arsy menggeliat,namun Acca tak melepaskan pelukannya.Arsy mencoba membangun kan Acca untuk melepaskan pelukannya, Arsy membalikkan badannya dengan sedikit susah dan ketika berbalik, bukannya Acca yang dia lihat, namun suaminya yang sudah tersenyum manis padanya.


Arsy mengedarkan pandangannya,dan betapa dongkolnya dia ternyata dia sudah berada di kamar nya lagi,jam menunjukkan pukul 2 pagi, namun Rendra masih terjaga.Ya....setelah tengah malam, terjadi drama endap-mengendap bak maling jemuran, Rendra si otak jenius akhirnya mencari cadangan kunci kamar Acca, dia yakin Arsy di sana, karena Arra tak pernah mengunci pintunya jadi Rendra memutuskan untuk membuka pintu kamar Arra terlebih dahulu dan Arsy tidak ada di sana.


Rendra masuk ke dalam kamar Acca, dengan pelan dia mengangkat tubuh Arsy dan membawanya ke dalam kamar pribadi mereka, penjelasan Rendra belum selesai mengenai siapa gadis yang bersamanya di toko bunga dan untuk siapa bunga itu Rendra beli, Rendra memang fokus dengan ponselnya kala itu, hingga dia tidak mengedarkan pandangannya ke seluruh toko,jadi wajar saja Rendra tak melihat Arsy ada di sana.


Dengan cepat Arsy berniat bangun dari tempat tidur nya, dia tak mau luluh di hadapannya Rendra, sayangnya Rendra lebih jeli, dengan cepat dia menarik dan mengungkung Arsy.


"Abang lepasin!!!" pinta Arsy


"Dia Celia!!"


"Arsy gak peduli!!!"

__ADS_1


"Sekertaris baru Abang Ar!!'" ucap Rendra tanpa mempedulikan penolakan dari Arsy.


"Kami ke sana membeli bunga mawar putih untuk anak dari klien bisnis ku Ar, anaknya suka bunga mawar putih dan dia sedang di rawat di rumah sakit!!" ucap Rendra.


"Malah kami menandatangani surat perjanjian di rumah sakit!!" lanjut Rendra karena tak mendapatkan reaksi dari Arsy.


"Celia lebih tua dari aku,udah punya pacar..!! gak se manis kamu!!" cup ......


"Gak bisa bikin aku menegang juga!!" cup......


"Abang hanya milik kamu Ar!!! gak ada yang lain!" cup....


Rendra menjelaskan duduk perkaranya pada Arsy dengan cara yang cukup manis, Arsy tak menanggapi sama sekali penjelasan dari Rendra.Mulut manis Birendra memang tak ada duanya, caranya meluluh hati Arsy juga okey punya! Benar saja Arsy membentengi diri agar tak masuk ke kamar bersama Rendra, kalau pada akhirnya Arsy lah yang kalah dari Rendra, Dan benar saja tanpa di sadari Arsy, tangan Rendra sudah merayap ke bagian bawah tubuh sang istri. dan....

__ADS_1


Jleeeeb...... Si Mr Phoenix sudah melenggang masuk ke sarangnya.


"Abang....!!!! Abang cu...ahh....rang!!!"


pekik Arsy, sambil mendesah pelan, bagaimana bisa dia lengah oleh rayuan dan perilaku Rendra, bahkan Rendra sekarang sudah memacunya pelan-pelan, dan jangan lupakan tangan dan juga bibir nya yang tak mau lepas dari tubuh sang istri.


Lama kelamaan gerakan Rendra semakin cepat, hingga Arsy tak lagi bisa menahan kenikmatan yang di ciptakan oleh suaminya tersebut. Rendra tersenyum tipis sambil terus menjelajah di dua squishi kenyal milik Arsy, Arsy terus terbuai dengan apa yang di lakukan oleh suaminya.


"Birendra tak pernah bisa kamu kalahkan... sayang!!!"


Batin Rendra di iringi dengan senyum licik nya, harusnya Arsy yang marah dan Rendra yang kena hukuman, sayangnya Arsy lupa kalau suaminya punya segudang cara untuk menaklukkan dirinya.


Rendra sangat mencintai Arsy, namun belum pernah sama sekali Rendra mengucapkan kata cinta, bagi Rendra tindakannya adalah ungkapan rasa cintanya, tapi Rendra lupa bahwa istrinya adalah seorang gadis dengan otak lemotnya seperti yang biasa dia katakan!! Arsy tentu saja tak pernah bisa menyimpulkan sendiri perasaan sang suami.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2