Birendra

Birendra
Jauh dari rencana


__ADS_3

Beberapa hari terakhir, Farel nampak diam saja tak bersemangat di kantor. bahkan Celia sekertaris Rendra banyak mendapat protes dan marah dari Farel, ada saja kesalahan dari Celia yang membuatnya di marahi oleh Farel. Hari ini setelah bertemu dengan klien, Rendra mengajak Farel makan siang, mereka makan siang hanya berdua saja.


Farel nampak tak berselera makan, entahlah beberapa waktu yang lalu ketika dia mencintai Kamila dalam diam, dia hanya nampak biasa saja, tidak merasakan apapun,kecewa? tidak!! merasa kehilangan pun juga tidak, karena memang Farel belum mengungkapkan isi hatinya pada Kamila saat itu, namun setelah kejadian beberapa hari yang lalu, Farel merasa kehilangan Kamila bahkan kerjasama dengan perusahaan di mana Kamila berkerja pun masih berjalan dengan baik,akan tetapi bukan Kamilaa lagi yang menangani proyek tersebut, Kamila sudah mengundurkan diri dari proyek tersebut hingga Farel harus berhadapan dengan karyawan lain yang menangani proyek yang bekerjasama dengan perusahaan Rendra.


"Kenapa kak?" tanya Rendra yang sok tak tau apa-apa.


"Gak papa!" kata Farel.


"Re, masalah perebutan proyek kita yang di luar kota, rasanya belum beres! salah satu pesaing kita belum mau menyerah!" kata Farel.


"Oh iya...aku sampai lupa kak!! terus bagaimana kak? proyek itu kan kamu yang menangani dulu kak, aku bahkan belum memegang perusahaan kalau itu, rasanya sudah hampir setahun,kenapa berlarut-larut seperti ini kak?" tanya Rendra.

__ADS_1


"proyek itu memang dihentikan Re,karena klien kita sedang berada di luar negeri untuk pengobatan orang tuanya dan beberapa minggu yang lalu dia sudah kembali,dan menginginkan proyek untuk dilanjutkan kembali!" jelas Farel.


"hati-hati Kak, lawan kita licik! aku takut mereka mengincar kakak karena setahu mereka kakak adalah pemimpin perusahaan yang menjadi saingan mereka!" kata Rendra memberi peringatan.


"kakak tahu! kakak akan hati-hati,kakak takut orang-orang yang ada di sekitar kakak lah yang akan menjadi sasaran mereka, karena itu lebih baik kita sedikit menghindar dulu, jangan terlalu dekat denganku Re,kalau tidak, kau akan mendapatkan imbasnya juga!setelah proyek itu kita miliki kita akan aman!" kata Farel.


Sedangkan apa yang di bicarakan Rendra dan Farel benar-benar terjadi di sisi lain, Seorang bos tengah duduk santai di kursi kebesaran nya.


"Bos! ada gadis yang bernama Kamilaa yang bisa kita jadikan alat untuk membuat tuan Farel itu menyerah tuan!'' Laporan dari anak buahnya.


"Hahahahahaha bagus!!! aku suka cara kerjamu!!" kata si bos dengan seringai licik di bibirnya.

__ADS_1


"Cari cara agar gadis itu mudah kita tanggap tanpa melibatkan polisi!" perintah si bos yang langsung di jalankan oleh anak buahnya.


Mereka bergerak mencari tau semua kegiatan dari Kamilaa. Hingga beberapa hari kemudian, kebetulan Rendra sedang nongkrong di sebuah cafe bersama dengan Farel dan Eno, Arsy datang bersama dengan Kamilaa, tentu saja itu adalah rencana Rendra.Mereka duduk tepat di pinggir kaca cafe tersebut,hingga saat Arsy melambaikan tangan ke arah Rendra, Rendra melihat dengan jelas, Farel sudah menunduk ketika melihat gadis yang bersama dengan Arsy, sungguh berat rasanya melepaskan gadis yang sudah di sukainya cukup lama.


"Arsy!!!" teriak Rendra ketika dia melihat seseorang mendorong Arsy hingga jatuh ke tanah.spontan Eno dan Farel juga berdiri dan melihat ke luar cafe.


"Milaaaa!!" teriak Farel sambil berlari ke luar cafe, dia bahkan sudah berlari mengejar mobil yang membawa Mila pergi.


"Aargghhhh!!!! Shi*t!!!!!" umpat Farel dengan nafas tersengal-sengal.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2