Birendra

Birendra
Rencana Rendra


__ADS_3

Rendra tersenyum manis ketika kamar pengantin baru itu di buka lebar, Rendra sedang menjemput anaknya setelah semalaman Rendra menitipkan Arvan anaknya pada Bram.


"pagi Acca......."


sapa Rendra dengan senyum cerah, secerah hatinya yang baru mendapatkan sarapan paginya dari sang istri,..ya..... subuh-subuh Rendra membangunkan Arsy dan meminta jatah di pagi hari di lanjutkan dengan mandi bersama yang kembali berakhir dengan pertempuran panas nya di bawah shower.


"Pagi!!"


jawab Acca dengan muka mendung nya, semendung hatinya. Bagaimana tidak, semalam baru saja dia masuk ke dalam pelukan suaminya, Arvan sudah terbangun dan meminta untuk untuk di peluk oleh Bram, dia bilang ingin di peluk dan Papi nya, walaupun Rendra dan Arvan sering saling menjahili, namun bila tidur bertiga Arvan lebih suka di peluk Papi nya daripada Arsy Mami nya. Akhirnya semalam Acca kembali harus mengalah dengan sang keponakan.


"Cemberut amat! pamali lho pengantin baru cemberut! entar di kira orang nikah paksa!" kata Rendra yang pura-pura gak tau apa penyebab mendung di wajah Acca.


"Mana Arvan?" lanjut Rendra


"Lagi di bersihkan mulut nya sama mas Bram!" kata Acca


"Cieee yang manggil mas" goda Rendra.


"Sirik aja loe! udah nih...bawa anak rese' loe sana!" kata acca kesal, dan di saat bersamaan Bram dan Arvan menghampiri Rendra dan Acca.


"Thanks Bram udah jagain Arvan!" kata Rendra

__ADS_1


"Tenang aja bos, aman!" kata Bram


Rendra menyerahkan sesuatu yang sedari tadi dia tenteng di tangannya, dan karena keasyikan menggoda Acca dia sampai lupa tentang barang yang dia bawa.


"Oh ya Bram....nih....gue kasih loe libur seminggu buat bulan madu, semua pekerjaan loe udah gue suruh Deni buat menghandle semua nya!" kata Rendra


"Ini tiket honey moon kalian, semua biaya selama seminggu di sana, hotel dan lain-lain, gue yang tangguh! ya itung-itung buat jagain Arvan semalam!" lanjut Rendra dengan sok bergaya angkuh.


"waaahh kalau cuma jaga Arvan semalaman dapat kayak gini, gue sih mau aja!" kata Acca yang langsung berbinar sambil mengambil tiket di tangan Rendra.


"Sering-sering aja Re!" lanjutnya


Acca hanya mencebikkan bibir saja, kemudian Rendra pamit bersama anak lelakinya, Bram dan Acca pun bersiap untuk pergi dari kamar hotel mereka, dan sesuai dengan jam tiket yang di berikan Rendra, nanti sore mereka akan segera menuju pulau yang namanya tertera pada tujuan dari tiket tersebut.


"Kita ke rumah Ayah dulu, sekalian pamit Ayah baru ke rumah tuan Ferdi!" kata Bram


"Daddy! kamu harus terbiasa mas panggil dia Daddy! masa' menantu nya manggil Tuan sih!" kata Acca


"Iya...nanti aku panggil Daddy, belum terbiasa Ca" kata Bram


Acca dan Bram akhirnya meninggalkan kamar tersebut, sedangkan Rendra dan Arvan sudah sampai di lobby hotel dan di sana Arsy sudah menunggu.

__ADS_1


"Mamiiiiii......!" teriak Arvan sambil berlari menghampiri Arsy


"Hati-hati boy!" teriak Rendra


"tangkap Avan Mami!!" teriak Arvan dan...


hup........Arsy menangkap Arvan dan menggendongnya.


"Mami, mana adik bayi nya, Avan mau lihat!" kata Arvan bersemangat


"Adik bayinya sedang proses Arvan sayang!! sekarang baru terbentuk kepalanya saja! nanti malam Papi buatkan badannya okey?" kata Rendra


"Bang!!!" sentak Arsy karena mendengar ke absrud an suaminya.


"Benelan Pi?" tanya Arvan malah menanggapi omongan sang Papi.


"Iya dong!!... jadi Arvan mau dong tidur sama Om Wahyu?" kata Rendra dan di anggukin oleh Arvan, Arsy hanya bisa geleng-geleng kepala saja.


Rendra memang berniat mengerjai kedua adik kembarnya itu, karena sebentar lagi mereka bertiga akan ulang tahun, membuat Acca dan Arra kesal terlebih dahulu sebelum hari bahagia mereka, merupakan kesenangan tersendiri bagi Rendra.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2