
Chrisna berdiri sambil bergerak-gerak kecil, sekarang dia sedang berada di depan ke empat cowok ganteng yang membuat dia salting, alias salah tingkah.Arvan geram sendiri melihat gaya sekertaris yang baru saja di rekomendasikan sang Papi.Kian sedari tadi sudah bergidik ngeri di depan Chrisna, bagaimana tidak ngeri, sedari tadi mata Chrisna tak lepas dari wajah imut Kian. Melihat itu semua, Arvan merasa kasihan pada sepupunya,dan beberapa saat kemudian menghela nafasnya pelan.
"Jaga mata kamu Cris!! Kian bisa sawan kamu lihatin mulu'!!" kata Dewo yang ternyata juga memperhatikan Chrisna yang matanya tak lepas dari Kian.
"Ihh mas Dewo yang bikin meleleh.....abis mas Kian mengingatkan aku pada member BTS...tau BTS dong!!!??" saut Chrisna.
"Merk makanan apa itu?" saut Arvan.
"Eh Van!! kenapa sih, kalau soal gue...loe selalu mengaitkan nya dengan makanan!!" saut Kian dengan sewotnya.
"Kali aja" saut Arvan santai.
"Iihhhh makin gemes deh!!....mas Kian mirip Jin! bikin salting!" ucap Chrisna sambil menyebutkan salah satu member boyband asal Korea, BTS yang dia gandrungi.
"Jin?? loe kata gue setan!!...Van...dapet dari mana sih modelan gini!!" ucap Kian ketus.
Arvan kembali menghela nafas nya pelan, dia melihat ke arah Chrisna yang terus-menerus bergerak-gerak di tempat.
"Ngapain kamu?" tanya Arvan
__ADS_1
"Bos...kaki aku sakit!! dari tadi berdiri mulu'!" jawab Chrisna cemberut.
"Terang aja kaki kamu sakit!!! itu kenapa kamu pake high heels??" tanya Dewo
"Fashion mas Dewo yang bikin meleleh!" saut Chrisna.
"Mulai besok!! kalau aku lihat kamu berpenampilan seperti ini!! Aku SP 1 kamu jadi sekertaris aku!" ancam Arvan.
"Iya... Bos...ini juga tadi cuma nyoba aja, ada salah satu karyawati yang merangkap jadi sales kosmetik! jadi Isna coba aja" ucap Chrisna.
"Siapa Isna?" tanya Kian yang sedikit kepo.
"Oh astaga!!!..... amit-amit jabang Baby" ucap Kian lirih,sambil mengetuk-ngetuk kan jari-jari tangan nya layaknya sang nenek dulu.
Chrisna segera berlalu dari ruangan Arvan, setelah kepergian Chrisna, Faash yang sedari tadi diam dan menyimak, akhirnya bertanya juga.
"Sekertaris loe antik Van? hasil seleksi?" tanya Faash.
"Hasil rekomendasi Papi!!" saut Arvan.
__ADS_1
"Hahahahahaha..... cocok dong sama loe dan Dewo!" kata Faash.
"Sialan loe!!"
Faash dan Kian akhirnya menunggu Arvan dan Dewo bekerja, Kian memang baru sampai di tanah air,dan sang Papa masih memberinya waktu untuk memerintah restoran dan hotel yang telah mempunyai beberapa cabang, Sedangkan Faash sengaja meluangkan waktu untuk memberi selamat pada Arvan,dan memutuskan untuk makan siang bersama sebelum dia kembali ke kantor.
Dan siang ini mereka sampai di parkiran depan cafe Thisa. Arvan, Kian, Faash dan Dewo berjalan berdampingan.dan tiba-tiba....
Bruukk....
Seseorang menyenggol bahu Arvan, Arvan menengok ke arah seseorang yang menyenggolnya, seorang gadis yang berpenampilan ala Lelaki, dengan rambut yang di gulung ke atas dan ditutup topi,jangan lupakan baju kemeja yang tak di kancingkan dengan kaos putih di dalamnya, terkesan sangat berantakan menurut Arvan.
"Jalan pakai mata!!" ucap Arvan penuh penekanan sambil menatap tajam ke arah gadis tersebut.
"Be*go ya??!! mana ada orang jalan pake mata!! yang ada jalan pake kaki!!" ucap gadis tersebut sambil berlalu begitu saja dari hadapan Arvan.
"Kau......!!!" ucap Arvan tertahan karena gadis itu sudah berlalu dengan sepeda motor nya.
"Hahahahahaha.....jalan pake kaki Van!" seru Faash yang merasa senang sepupunya itu terlihat kesal.Dan mereka akhirnya masuk, walaupun kekesalan nampak jelas di wajah Arvan.
__ADS_1
bersambung....