Birendra

Birendra
Extra part (Kisah Baru) 21


__ADS_3

MOHON MAAF SEBELUMNYA PARA READER YANG MASIH SETIA NUNGGU UP DATE NOVEL INI.


AKU NYA LAGI SIBUK BANGET! BANYAK URUSAN YANG HARUS DI SELESAI KAN, MAKLUM MENYAMBUT TAHUN AJARAN BARU.....KEGIATAN DADAKAN DAN TERENCANA SUDAH MENANTI BEBERAPA WAKTU INI.


DI USAHAKAN LANCAR LAGI UPDATE NYA YA....


JANGAN LUPA..LIKE, KOMEN DAN HADIAH DOONGG.... OTHOR SUKA KOPI!!( pecinta kopi sejati! walaupun gak pernah nongkrong di Star⭐bucks 🤪🤪🤪)


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Kita meninggalkan Arvan yang sedang tertidur di sofa ruang tamu yang sebenarnya panjang sofa nya kontras dengan tinggi badan nya, Arvan terlihat meringkuk di sana, beralih ke Dewo yang ternyata sedang terlelap di atas ranjang empuk nya dengan ponselnya yang masih berada di tangan nya. Kian dan Faash mendapatkan hukuman dengan menginap di rumah Dad Ferdi, tentu saja, hal itu sedikit membuat Faash dan Kian khawatir, mereka tau, Dad Ferdi alias sang Opa akan memberikan hukuman atas perbuatan mereka di acara pernikahan Arvan dana Aluna.


Dewo masih libur pagi ini, dia bangun melewati jam yang biasanya, begitu bangun dia langsung di suguhkan dengan pemandangan yang sangat membingungkan, begitu matanya terbuka, dia melihat seorang gadis dengan rambut di cemol ke atas, gadis tersebut tersenyum dengan manis di depan wajahnya, Dewo masih berada di atas ranjang nya, tidur tengkurap dengan wajah yang miring ke kanan, bahkan selimut yang semalam membalut nya, sudah berada di kakinya.


"selamat pagi bidadari" gumam Dewo di antara rasa kantuknya yang masih mendominasi.

__ADS_1


"Pagi juga pangeran ku" saut gadis tersebut.


"Memang di surga ada pangeran" gumam Dewo lagi, kemudian kembali menutup matanya.


Gadis tersebut terdengar cekikikan melihat tingkah lucu Dewo, dia tak menyangka,lelaki yang biasanya berwajah datar padanya itu,bisa terlihat sangat imut.Ya...gadis itu tak lain adalah Thisa, pagi sekali Thisa sudah berada di rumah Dewi, bahkan kali ini, Thisa terang-terangan menyatakan bahwa dia mencintai Dewo dan akan berjuang untuk mendapatkan Dewo, tentu saja dia meminta bantuan Tarjo dan Dewi, dan jangan tanyakan bagaimana pendapat Dewi dan Tarjo, mereka sangat setuju, bahkan beberapa waktu lalu, Tarjo meminta Thisa untuk membangun kan Dewo di kamarnya.


"Mas Dewo.....bangun yuk....aku masakin sesuatu buat mas" bisik Thisa di telinga Dewo


Otak Dewo seketika bekerja, walaupun matanya masih tertutup namun otaknya sudah bekerja,mencerna perkataan yang baru saja dia dengar.


"Mas Dewo......bangun"


Seketika Dewo membuka matanya, dia menoleh spontan ke arah suara tersebut, dan betapa terkejutnya Dewo, ketika melihat siapa gadis yang ada di hadapannya, apalagi ketika Dewo menoleh, wajah mereka nampak sangat dekat,bahkan hidung mancung Dewo sampai menyentuh hidung Thisa sekilas, mereka berdiam dan terpaku di tempatnya, Thisa memang suka sekali menggoda Dewo, namun sedekat itu dengan Dewo,sama sekali belum pernah dia alami, dan jangan tanyakan bagaimana detak jantung Thisa kali ini, Detak jantung seseorang yang baru saja lari maraton.


"Aaaaaaaaa........"

__ADS_1


Teriak Dewo ketika menyadari ada Thisa di kamar nya, dia langsung menarik selimut nya, bayangkan bagaimana malu dan salah tingkah nya Dewo saat ini, karena dia hanya tidur dengan celana boxer miliknya, dan membiarkan tubuh bagian atasnya terbuka begitu saja.


"Gak usah di tutupi mas, ntar kalau kita udah nikah, mas pasti lebih suka yang buka-bukaan" ucap Thisa dengan santai, setelah menetralkan debaran jantung nya, kemudian dia berlalu ke jendela dan membuka korden nya.


"Thisa!! keluar dari kamar ku!!" ucap Dewo dengan penuh penekanan, antara malu dan entah lah.


"Apa sih mas......mandi gih...." ucap Thisa santai.


"Keluar Thisa!!" perintah Dewo.


"Atau mau di mandiin?" tanya Thisa tanpa mempedulikan perintah Dewo.


"Thisaaaaaaaaa!!!!"


Percayalah, Thisa benar-benar tertawa penuh kemenangan melihat wajah merona Dewo, saat dia menawarkan bantuan untuk memandikan Dewo.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2