Birendra

Birendra
Tingkah Acca


__ADS_3

Acca terlihat mempersiapkan makanan untuk Bram, Acca bahkan sudah duduk di samping kaki Bram yang selonjoran di atas ranjang.


"Sini aku suapi?" kata kata Acca.


"Tidak!!!" tolak Bram sambil berusaha mengambil makanan dari tangan Acca


"Udah dong! jangan keras kepala! biar aku suapi kamu!" kata Acca yang tak mau menyerahkan makanan di tangannya.


"Nona Acca yang terhormat!sepertinya kita tidak seakrab yang anda pikirkan sampai Anda bersedia menyuapi saya! berikan kepada saya, saya tidak cacat tangan,hanya dada saya yang terluka,jari berikan makanan nya, biarkan saya makan sendiri!"


kata Bram dengan ketus,dia benar-benar tidak ingin berdekatan dengan Acca.


"Berhentilah merajuk kanebo karatan!! sekarang buka mulutmu!cepat makan! Kau pikir aku bisa sabar untuk menghadapi mu, kalau kau tidak mau makan maka aku akan menyuapimu dengan mulutku! bagaimana Tuan Bram!! heemmmm"


Ancam Acca karena merasa tak sabar dengan keras kepala Bram yang menolak untuk di suapi, Bram memang tak terluka di bagian tangan, namun ketika tangan kanannya di angkat untuk memasukkan makanan ke mulut nya, dadanya masih terasa nyeri.

__ADS_1


"Kau yang keras kepala!!" gerutu Bram


dan pada akhirnya Bram pun mengikuti apa yang dikatakan oleh Acca, Acca menyuapi Bram sambil tersenyum penuh kemenangan, hal itu semakin membuat Bram jengkel saja hingga akhirnya satu piring makanan pun habis dilahap oleh Bram, Bram yang tak pernah suka dengan air hangat mencoba menolak apa yang diberikan Acca padanya, namun mereka yang sama-sama keras kepala tetap tak ada yang mau mengalah,Acca tetap menyodorkan minuman tersebut ke mulut Bram dan Bram terus menolaknya, hingga ancaman yang sama seperti saat makan tadi pun dilontarkan oleh Acca.


"Sepertinya kau benar-benar ingin merasakan bibir manis ku Tuan Bram, kau sengaja mengulur waktu agar aku meminum kan teh ini dengan mulutku benar begitu bukan?!''


Kata Acca dengan senyum licik nya, Bram yang merasa tak terima dengan apa yang dikatakan oleh Acca langsung mengambil teh yang ada di tangan Acca namun Acca tak membiarkannya,dia meminumkan teh itu perlahan ke mulut Bram.


'Sial Kenapa aku selalu kalah dengan gadis ini!!' batin Bram


"oke sekarang sudah selesai makan dan minumnya, Kakak minumlah obat ini''


Acca memberikan obat kepada Bram dan dengan cepat Bram mengambilnya karena tak mau berdebat lagi dengan Acca,dia meminum pil yang diberikan oleh Acca setelahnya Acca membuka pakaian milik Bram, Bram menepis tangan Acca.


"Apa yang kau lakukan Nona?" tanya Bram setelah menepis tangan Acca.

__ADS_1


"Melepas pakaian mu kak,apa lagi?!" saut Acca.


"lancang sekali ada Nona!! pergi dari kamar ini, Aku tidak mau kau membantuku lebih lama lagi!''


Kata Bram dengan tatapan pada Acca


''Dan aku tidak peduli Tuan Bram!!! karena aku harus mengganti perban di dada mu!!"


kata Accaa sambil membuka kancing kemeja Bram satu persatu, Bram ingin menepisnya kembali namun tatapan tajam Acca yang mengarah kepadanya membuat dia tidak mau bertengkar terlalu lama dengan gadis di hadapannya itu, Bram diam saja ketika Acca membuka satu persatu kancing kemejanya, terlihat jelas di mata Bram, bagaimana Acca menggigit bibir bawahnya ketika melihat dada bidang dan perut sixpack milik Bram, walaupun di dadanya terdapat perban yang melingkar dari dada sampai ke punggung Bram.


'Gila seksi banget!!' batin Acca sambil menggigit bibir bawahnya.


Pletaakk..... sentilan di kening Acca sukses membuyarkan lamunan Acca


"berhenti berpikir mesum Nona!!"

__ADS_1


bersambung


__ADS_2