Birendra

Birendra
Extra part (Kisah Baru) 23


__ADS_3

"Ini apa?"


tanya Arvan yang sudah duduk di kursi meja makan, hari ini mereka berdua masih punya jatah libur karena pernikahan mereka baru semalam di gelar, dan Arvan masih akan libur 3 hari lagi.Arvan yang tak langsung mendapat jawaban dari pertanyaan kembali melihat hidangan yang ada di hadapannya. Makanan yang tak pernah ada di meja makan yang ada di rumah sang Mami.



(foto by google)


"Apa ini Lun?" tanya Arvan lagi.


"Oh itu mas.....aku tadi di depan, ternyata disana ada tukang sayur keliling,dan udah pada habis.." jawab Aluna


"Tinggal itu aja,ada Sambel...lalapan, tempe goreng.....dan ini ikan asin, sama pete....heemmmm....enak banget tau!!" lanjutnya.


"Satu lagi, aku masak sayur buat kamu mas" kata Aluna melanjutkan penjelasannya.


"Gak!! aku gak selera makan!....aku gak bisa makan kayak gini Aluna!"

__ADS_1


"Dan ini....apa ini?? kamu gak punya piring?"


"Kalau gak punya,kita beli! uangku melebihi batas kalau cuma buat beli piring!"


"Ayo kita makan di luar saja! aku gak mau makan ini!"


Aluna hanya menahan dongkol di hatinya mendengar suara suaminya yang tak ada hentinya, dia benar-benar sangat geram, pagi-pagi bangun, keliling komplek demi mendapatkan bahan makanan untuk sarapan, sedangkan sang suami enak tidur, tapi setelah semua nya makan, lelaki tersebut malah menunjukkan ketidak sukaannya pada masakan yang di masak Aluna.Arvan sudah beranjak dari kursinya, dia hendak mengambil dompet nya dan mengajak Aluna sarapan di luar, dia benar-benar tak bisa makan makanan tersebut, selain belum pernah mencobanya, dia juga jarang, Bahkan hampir tak pernah sarapan dengan menu nasi.


"Duduk mas!" perintah Aluna, dia mengambil piring untuk nya dan Arvan, Arvan tetap pada pendiriannya, dia tetap berlalu ke kamar.


"Mas...kalau kamu gak mau duduk, aku akan minta Papi supaya mengirim kita ke kampung" ancam Aluna, seketika Arvan menoleh dan Kemudian kembali ke arah Aluna.Arvan nampak kesal karena istrinya berani mengancamnya.


"awww.....apa sih Van!! sakit tau!" seru Aluna sambil berusaha melepaskan cekalan tangan Arvan di tangan nya.


"Kamu benar-benar berani sama aku? mau durhaka sama suami?" tanya Arvan dengan menahan rasa kesalnya.


"Aku gak ngelawan kamu kok! kamu yang harus nya mengerti sama istri! menghargai usaha istri! aku masak capek-capek buat kamu, trus kamu cuekin aja, emang aku gak sakit hati!!"

__ADS_1


Jawab Aluna yang gak mau kalah dari suaminya.Arvan nampak menghela nafas nya pelan, dia lupa kalau dia sudah menikahi wanita keras kepala dan saat ini sedang mengajaknya menjalani kehidupan rumah tangga yang sederhana.Arvan tak mau kalah dari Aluna, kalau harus sarapan apa yang Aluna masak tentu saja,itungan nya dia kalah, dan otak liciknya mulai bekerja, dia harus menang terlebih dahulu, Seringai di wajah Arvan mulai terlihat, Aluna yang melihat itu, seketika memberontak dari cekalan tangan Arvan.


"Arvan!! Mau apa kamu? lepaskan aku??" pekik Aluna ketika sedang cepat Arvan menarik pinggang sang istri hingga tubuh mereka saling menempel.


"Aku mau sarapan kamu dulu!" bisik Arvan di telinga Aluna, dan di akhiri jilatan di telinga Aluna.


"aaaaaaaaa....." teriak Aluna ketika Arvan mengangkat tubuh nya dan berjalan menuju kamar mereka.


"Arvan!!! turunkan aku!! aku bukan makanan!! jangan makan aku!!" teriaknya,


Aluna sangat takut kali ini, otaknya sudah traveling kemana-mana, bohong kalau dia tidak tau soal adegan pengantin baru, semalam dia lolos,namun pagi ini, Aluna benar-benar tak tau apa dia bisa lolos dari Arvan. Teriakan Aluna tak membuat Arvan berhenti, dia malah menutup pintu kamar dan menguncinya, kemudian memasukkan kunci ke dalam saku celananya,dan dia melempar pelan sang istri di atas ranjang yang berukuran sedang tersebut.


"A-aku mau sarapan!! aku lapar!" ucap Aluna sambil berusaha turun dari ranjang.


"Ssstttt.......aku sarapan kamu dulu!! baru kamu boleh sarapan!" ucap Arvan sambil melepaskan kaos polos nya, dan jangan tanyakan bagaimana jantung Aluna, dia benar-benar sangat cemas saat ini.


"Dasar Sumanto!!!" teriak Aluna.

__ADS_1


"Sumanto? siapa itu? mantan kekasih mu?" tanya Arvan dengan heran.


bersambung


__ADS_2