
Pagi-pagi sekali Arvan terbangun, Namun dia meraba di bagian samping ranjang nya dan tak mendapati Aluna di sana. Arvan segera bangun dari tidurnya, dia bergegas mencuci muka dan segera keluar dari kamarnya. Arvan menuju ke arah dapur, di sana sang Mami tengah memberi perintah pada pelayannya untuk menyiapkan beberapa bahan masakan.Arvan tak melihat Aluna di sana, hingga dia terlihat melihat ke kanan dan ke kiri.
"Nyari apa Den?" salah satu pelayan di sana.
"Aluna" kata Arvan.
"Lho Aluna sudah pergi,Pagi ini dia mengurus pesanan kue untuk hajatan,memang dia gak pamitan kamu?" tanya Arsy yang ikut menyimak pembicaraan anaknya dengan salah satu pelayan nya.Arvan nampak berpikir, kemudian dia berlalu begitu saja, dia bergegas naik ke lantai atas di mana kamar nya berada.Sedangkan wanita yang membuat paginya panik, kini tengah berada di dapur rumah kecilnya, Aluna sengaja tak membangunkan Arvan pagi ini, Aluna tau Arvan masih betah tinggal di sana. Aluna benar-benar belum terbiasa hidup di rumah mewah itu, dia lebih memilih berangkat lebih pagi dan singgah di rumahnya.
Selesai makan Aluna segera berkemas, dia akan mempersiapkan beberapa perlengkapan yang dibutuhkan untuk di bawa ke toko kue milik sang mertua yang sekarang di percayakan pada nya. Arvan di sana berulang kali menelpon nomor Aluna, namun sayangnya, Aluna lupa menyalakan ring tone di ponselnya, dia sengaja memakai mode silent dari tadi,dan lupa mengubahnya.
Di sisi lain, Arvan yang pada akhirnya memutuskan untuk pergi ke kantor hari ini, apalagi kesehatan nya juga sudah mulai pulih, Rasanya ada yang berbeda jika tak ada Aluna di sisinya.Dia berpamitan dengan sang Mami saat di meja makan.
"Yakin kamu mau kerja?" tanya sang papi.
"Yakin Pi, lagian ngapain juga aku di rumah" saut Arvan.
__ADS_1
"Kakak di jemput siapa?" tanya Thisa, hari ini matanya sedikit bengkak karena semalam sibuk menangisi nasib percintaan nya.
"Mata kamu Kenapa?" tanya Arvan yang baru menyadari keadaan Thisa.
"Gak kenapa-kenapa!!" saut Thisa.
"Kakak di jemput siapa?" tanya Thisa lagi.
"Dewo, siapa lagi!"
"Selamat pagi Nona" sapa Dewo dan yang pasti terlihat formal pagi ini.
"Kau!!!.... Dewo!!! jangan harap dengan apa yang kamu lakukan semalam,aku akan menyerah untuk mendapatkan mu!!" pekik Thisa.
"Aku akan terus mengejarmu.... sampai kamu jatuh cinta pada ku!!" ucap Thisa sambil berjalan pelan ke hadapan Dewo.
__ADS_1
Awalnya Dewo hanya bersikap biasa saja, Namun ketika Thisa semakin dekat dan sekarang dengan gaya menggoda nya, Thisa memainkan jari telunjuk nya di dada Dewo yang terbalut kemeja dengan rapi,Kini Dewo malah terlihat gugup dengan tingkah Thisa.
"Apa maksud Nona?" tanya Dewo di tengah kegugupannya yang dia tekan sedemikian rupa.
"Dengar Dewo!!! aku tidak menginginkan penolakan!! besok!! siapkan dirimu dan kata kan pada keluarga mu, kalau aku akan datang untuk melamar mu!!" ucap Thisa tegas, dan Dewo hanya bisa menelan Saliva nya sendiri dengan susah payah.
"Benar-benar turunan Mom Raisya!!" ucap Rendra
"Sampai pucat gitu wajah Dewo!" saut Arsy.
"Oh Tuhan!!! apa Mami dan Papi bakalan mantu lagi?"
tiga orang yang mengintip tersebut!nampak saling bersautan,namun tetep dengan cara berbisik.Thisa memang paling berani bertindak tegas di antara ketiga anak Rendra.
bersambung...
__ADS_1