
"Mau video pemersatu bangsa gak?? guru paling hebat buat pemula kayak loe!" kata Faash sekali lagi mencoba mempengaruhi sepupunya tanpa mempedulikan wajah protes Kian,
ya... walaupun sebenarnya Faash dan Kian seumuran,namun Kian yang menjadi anak Mama, selalu saja jadi bahan bully an sepupu-sepupu nya, apalagi dia memang yang paling di manja oleh kedua orangtuanya,hingga kadang kala kelakuan nya masih seperti anak kecil, Maklum lah, dia adalah anak tunggal Wahyu dan Arra, jadi mereka begitu menyayangi dan memanjakan Kian.
"Boleh deh!....tapi jangan di sini juga" saut Arvan, sebenarnya Arvan tak berniat meminta Video yang di nyatanya Faash sebagai video pemersatu bangsa, Arvan mana tau istilah seperti itu,Namun otak cerdas nya langsung menangkap omongan Faash karena berhubungan dengan pernikahan mereka,Arvan yang sedari tadi melihat tingkah Aluna yang nampak merona menahan malu, makin menjadi-jadi menggodanya, entah lah, rasanya sangat senang melihat penderitaan yang dialami Aluna, hal itu merupakan hiburan tersendiri bagi Arvan.
"Ya gue kirim ke hp loe deh, ntar malam pertama loe praktek in!" kata Faash dengan menaik-turunkan alisnya, muka Aluna memerah seketika, dia benar-benar malu dengan omongan orang-orang tak berakhlak di hadapannya.
"Emang loe pernah lihat Ash?" tanya Dewo yang sedari tadi hanya menjadi pendengar.
"Ckc.....Ya belum lah!! apa kita tonton sama-sama saja?" tanya Faash memberikan ide.
Kian dan Dewo nampak saling pandang, begitu juga dengan Arvan, Karena para undangan hanya menyisakan kerabat dekat saja, mereka memutuskan turun dari pelaminan dan duduk di sebuah kursi yang ada di dekat pelaminan.
__ADS_1
"A-ku gak ikutan!!" saut Aluna, dengan pelan dia meninggalkan mereka ber empat.
"Jangan kemana-mana sayang!!" ucap Arvan dengan seringai licik nya, dia menarik pinggang Aluna dan merapatkan ke arah tubuhnya, Aluna nampak kaget.
"Senyum Aluna, Papi dan Mami aku sedang melihat kita!" bisik Arvan sambil tersenyum ke arah Papi nya, dia terlihat bahagia.
"Kalian berempat benar-benar gak ada akhlak!!" balas Aluna berbisik pula, jangan lupakan senyum pura-pura mereka berdua, Namun Arvan dia saja sambil menebarkan senyum,karena seluruh keluarga nya masih ada di sana.
Kian, Dewo dan Faash sudah duduk menunggu pasangan tersebut duduk, karena baju Aluna,membuat dia berjalan pelan.
pletaaak......sebuah pukulan di kepala belakang Kian,di layangkan oleh Arvan.
"Awwwooow...... apaan sih Van!!??" ucap Kian gak terima.
__ADS_1
"Kenapa jadi loe yang antusias?" tanya Arvan.
"Lha....gue kan cuma bisa lihat,nah loe kan bisa praktek nanti!" saut Kian.
"Udah-udah.....jadi mana Ash?" Dewo ternyata ikut penasaran, walaupun dia tak seantusias Kian.
"Nih...kita puter ya..." kata Faash sambil memilih video yang ingin mereka tonton, dan karena mau langsung ke intinya, Faash mencarikan video pemersatu bangsa yang paling fanas tanpa adanya pemanasan di antara pemain nya terlebih dahulu.
...aahh...uuhh....eehh......oohhh.....
Karena terlalu antusias, Faash lupa mengecilkan suara di ponselnya, Hingga suara-suara lucknut dari ponselnya terdengar di sekitarnya, Dad Ferdi dan Rendra yang mendengar suara tersebut,nampak kaget, sedangkan Arvan, Faash, Kian dan Dewo sama kagetnya dengan Dad Ferdi dan Rendra.
"Faaaaassshhh!!!!"
__ADS_1
ucap Bram dengan penuh penekanan, Faash benar-benar tak menyadari bahwa sang Papa berada tak jauh darinya.