
Setelah perlakuan panas Arsy atas perintah Rendra, kini Arsy tertidur dengan manis di pelukan Rendra, Rendra benar-benar lupa akan hukuman yang di berikan padanya, niat hati hanya untuk meminta jatah pada Arsy, nyatanya Arsy sedang datang bulan,dan yang lebih membuat Rendra senang, ternyata Arsy punya jurus baru yang membuat Rendra terbang melayang dan menginginkan lagi dan lagi.
Rendra dengan celana boxer nya juga tertidur manis di samping Arsy.sekali lagi dia benar-benar lupa bahwa dia sedang di hukum oleh Daddy nya dan bahkan dia lupa sedang berada di rumah Opa Kenan.
Sedangkan di luar kamar mereka, Eno dengan gelisah menunggu Rendra yang tak kunjung memberi kabar, bahkan dia tak dapat menghubungi ponsel Rendra.
"ciihh menyusahkan saja!! gitu tuh kalau udah tau rasanya sesuatu yang bikin enak!!"
gerutu Eno yang baru saja mau masuk ke dalam kamar yang biasa dia tempati bila sedang menginap di rumah opa Kenan. hampir saja Eno lupa bahwa semua orang taunya Arsy yang ada di dalam kamar Rendra,dia hampir saja naik dan berniat mengetuk kamar itu dan meminta Rendra untuk segera keluar dari kamar tersebut, namun begitu menyadari bahwa Opa dan Oma nya tak mengetahui keberadaan Rendra karena Rendra sedang dalam masa hukumannya, Eno mengurungkan niatnya. Eno hanya mengerutkan keningnya ketika melihat Kamilaa turun dari lantai dua.
"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Eno penasaran.
"Kamu sendiri ngapain di sini? curiga aku?" kata Mila sambil mendudukkan pan*tatnya di sofa ruang keluarga.
"Aku sedang ingin menginap di rumah Opa!!" kata Eno yang ikut duduk di samping Mila.
__ADS_1
"Aku sedang di tugaskan Daddy menangkap tikus yang bisa saja mengigit Arsy!!" kata Mila sambil memainkan ponselnya.
Eno langsung menegakkan tubuhnya, bahkan Eno sudah susah payah menelan salivanya sendiri, dia merasa Mila sudah tahu bahwa keberadaannya di rumah Opa Kenan ada hubungannya dengan Rendra. sebenarnya Mila tahu bahwa Eno sedang tegang,namun Mila berusaha sebisa mungkin untuk bersikap biasa-biasa saja, Mila ingin mengerjai Eno, jarang-jarang Playboy abal-abal ini bisa dikerjai oleh Mila, pikir Mila.
"Me-memangnya! ketangkap tikusnya?" tanya Eno entah mengapa tiba-tiba dia merasa gugup.
"Belum!!'' kata Mila singkat, dia langsung meletakkan ponsel nya di meja dan memandang ke arah Eno.
"Ke-kenapa?? aneh gitu lihat nya??" kata Eno terbata-bata.
"Maksud kamu apa sih Mil??" kata Eno membuang mukanya ke samping kanan, menghilangkan kegugupan hatinya di depan Mila, dia takut bila dia ketahuan sedang membantu Rendra bertemu dengan Arsy.
"Kamu gak papa kan No?" tanya Mila terlihat menahan tawanya. namun melihat wajah gugup Eno membuat Mila Tak tahan lagi untuk tertawa terbahak-bahak, hal itu membuat Eno merasa heran namun beberapa saat kemudian Eno merasa bahwa dia sedang dikerjai oleh Mila.
"Sia*lan loe Mil!!!" teriak Eno
__ADS_1
"Loe ngerjain gue??" kata Eno lagi.
"Hahahhahahaaha lagian!! siapa suruh loe manut aja sama si Rendra!! pake jadi Mak comblang lagi!!!" kata Mila.
"Karena loe gak tau rasanya,gimana jauh-jauh sama istri!!''
ucap Eno sambil cemberut, padahal niatnya untuk membantu Rendra adalah Eno menginginkan kedekatannya dengan Kalis, sahabat Arsy. hanya Rendra yang bisa membantunya agar berbicara kepada Arsy untuk mendekatkan dia dengan Kalis.
"Jadi loe tau Rendra di dalam kamar Arsy?" tanya Eno antusias
"Taulah!!!" kata Mila
"Bahkan telinga suci gue hampir saja mendengar sesuatu yang gak patut gue denger!!" kata Mila langsung memandang ke arah Eno yang sudah memantung.
"Emang apa yang kamu dengar??"...
__ADS_1
bersambung.....