Birendra

Birendra
Extra part (Kisah Baru) 18


__ADS_3

Arvan nampak tercengang dengan apa yang dia lihat di hadapannya, dia sampai menjatuhkan tas tangan milik nya sendiri.Tidak pernah dia sangka, bahkan syarat pernikahan yang di ajukan Aluna,akan berpengaruh pada nya dalam jangka waktu yang belum bisa dia pasti kan.Arvan masih tercengang di tempat, hingga saat Aluna meninggalkan nya, Arvan tak sadar.


"Tidak!!.....tidak....tidak....!!!" Gumamnya, setelah beberapa waktu lalu, Aluna mengatakan inilah syarat pernikahan mereka, sungguh rasanya Arvan ingin pingsan saja.Ketika Aluna memberikan syarat pernikahan pada Rendra, saat itu Arvan sama sekali tak curiga, baginya tak ada syarat yang nantinya tak bisa dia penuhi, semuanya pasti bisa dia penuhi, Namun siapa sangka,kali ini Arvan sangat kaget dengan persyaratan yang di ajukan oleh Aluna.


"Alunaaaaaaaaaa....Aku akan mencekikmu!!!!" Teriaknya kemudian.Arvan mencari keberadaan Aluna.


Aluna yang sedang berada di dapur,hanya menutup telinga nya dengan kedua tangan nya saja, kemudian melanjutkan membuka beberapa makanan yang di bawa dari hotel, sungguh dia sangat lapar saat ini.Aluna nampak senyum-senyum sendiri mendengar reaksi dari suami barunya itu. Dia tau betul bahwa Arvan tak akan bisa hidup seperti ini, dan saat ini dia sedang tertawa di atas penderitaan sang suami.


"Penderitaan mu di mulai Tuan muda terlanjur kaya!!" gumam Aluna, menirukan julukan untuk Arvan dari Faash yang sudah sering dia dengar.

__ADS_1


"Alunaaaaaaaaaa......" teriak panjang Arvan sambil berjalan ke arah dapur setelah menemukan keberadaan Aluna, istrinya yang menurut nya sangat menyebalkan.


"Apa sih Maaas.....bisa kan pelanin dikit suaranya, ini bukan rumah Mami dan Papi kamu yang besar!! jadi bicara pelan aja sudah terdengar!" kata Aluna dengan santainya, entah mengapa dia sangat senang dengan ekspresi putus asa Arvan, sedangkan Arvan sudah nampak menahan kekesalan nya.


"Apa maksud kamu Aluna??"


"Kenapa kita tinggal di sini?"


"Kau benar-benar ingin menyiksaku!!!???"

__ADS_1


"Kau....kau benar-benar istri tidak berakhlak Aluna!!!"


Ucap Arvan bertubi-tubi, dan Aluna hanya memandang suami nya yang sedang berbicara tanpa henti itu sambil tersenyum memandang Arvan.


Bagaimana Arvan tidak kaget,syarat dari pernikahan antara Aluna dan juga Arvan adalah Arvan harus bisa tinggal di rumah sederhana bersama dengan Aluna. Menjalani kehidupan sederhana bersama wanita yang memang berasal dari kalangan bawah tersebut. Sedangkan Arvan, anak yang selalu dijuluki anak terlanjur kaya oleh Faash itu, benar-benar tak pernah hidup di kalangan bawah, tidak sama dengan Faash yang sudah terbiasa dengan kehidupan menengah ke bawah,sedangkan Arvan dia tidak pernah merasakan hidup di kalangan menengah, apalagi menengah ke bawah,dan dia juga tidak pernah mempunyai teman yang berada di kawasan tersebut.


Rumah yang cukup kecil bagi Arvan, rumah dengan satu kamar,satu kamar mandi di luar kamar, satu ruang tamu bahkan bercampur dengan ruang keluarga, serta sebuah dapur kecil,walaupun pekarangan depannya luas dan juga belakang yang juga luas, namun Arvan benar-benar tak terbiasa.rumah itu bahkan hanya seukuran kamarnya saja, Arvan memijit pelipisnya sendiri berulang kali,dia tak tahu apakah dia bisa hidup berdua dengan Aluna.Arvan bahkan di larang menggunakan fasilitas yang sebenarnya dia punya.Tidak ada mobil!! tidak ada kartu kredit ataupun kartu debit milyaran rupiah miliknya!! semuanya harus di jalani dengan sederhana oleh Arvan dan Aluna.


"Maaas......di mulai dari nol ya" ucap Aluna layaknya petugas Pom bensin ketika melayani pembeli nya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2